
"Aku berharap kalau sudah ada kehidupan di dalam sini, sayang.." Lirih Narendra dengan suara serak khas bangun tidur nya. Ayunda tersenyum kecil, sambil mengusap kepala bagian belakang sang suami dengan lembut. Narendra mendongak menatap wajah cantik istri nya yang terlihat berbinar.
Narendra mengerucutkan bibir nya, membuat Ayunda langsung membingkai wajah tampan sang suami lalu mengusap-usap nya dengan lembut.
"Kiss me, Baby.."
"Baby?" Tanya Ayunda sambil terkekeh.
"Kiss me, please." Ucap Narendra lagi dengan manja. Inilah yang kebanyakan orang tak tahu, Narendra sangat manja. Benar-benar manja pada Ayunda.
"Of course." Jawab Ayunda, dia pun mengecup bibir Narendra singkat lalu mencubit gemas hidung mancung Narendra.
"Awwhss, sakit.." Ringis Narendra sambil mengusap-usap hidung nya.
"Haha, kamu terlihat sangat lucu. Hidung kamu merah kayak tomat." Ucap Ayunda sambil tertawa.
"Isshh, gak lucu lho ini."
"Iya iya, maaf suami tampan ku." Jawab Ayunda, dia pun kembali mengusap pelan wajah sang suami.
"Kiss me again.." Pinta Narendra, akhirnya Ayunda pun kembali mencium bibir suami nya dengan mesra. Kali ini, Narendra harus memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Dia pun melumaat bibir tipis kemerahan sang istri lalu menarik nya agar duduk di pangkuan nya dengan posisi menyamping.
"Isshh, kamu jorok!" Ucap Ayunda sambil mengusap bibir nya.
__ADS_1
"Jorok apa nya sih, yang? Cium istri sendiri masa di katain jorok sih?" Tanya Narendra sambil tersenyum kecil.
"Kamu cium aku pake lumaat segala, padahal belum gosok gigi." Celetuk Ayunda membuat Narendra terkekeh. Benar, dia baru saja bangun. Tapi dia sudah tergoda begitu melihat bibir kemerahan sang istri, dia pun langsung menyosor begitu ada kesempatan hingga melupakan kalau dia belum gosok gigi.
"Hehe, maafin.."
"Gapapa, udah terjadi juga kok." Jawab Ayunda membuat Narendra beralih memeluk sang istri sambil menyandarkan kepala nya di pundak Ayunda.
"Mas.."
"Hmm, ada apa?"
"Aku punya kabar bahagia lho.."
"Kabar bahagia? Apa itu?" Tanya Narendra. Dia melerai pelukan nya dan menatap wajah cantik Ayunda yang sedang tersenyum ke arah nya. Narendra juga terlihat seperti mengingat sesuatu.
Ayunda menganggukan kepala nya, menandakan kalau dia sudah melakukan nya. Naren terlihat antusias, dia sangat berharap kalau Ayunda benar-benar hamil. Meskipun Ayunda sudah mengatakan untuk jangan terlalu berharap dengan hasil test itu, karena belum tentu dia muntah-muntah itu karena hamil. Bisa kan kalau ada faktor lain, misalnya masuk angin.
"Bagaimana hasil nya?"
"Seperti yang kamu inginkan, Mas." Jawab Ayunda, dia mengeluarkan alat test kehamilan itu dari saku nya dan memperlihatkan hasil nya pada Narendra. Semalam dia membeli empat buah testpack dan Ayunda memakai nya semua agar lebih yakin. Semua nya menunjukkan hal yang sama, garis dua yang terlihat sangat jelas menandakan kalau Ayunda tengah mengandung buah hati mereka sekarang ini.
Narendra terdiam, dia tak bisa berkata-kata. Mulut nya seolah terkunci, dia menatap ke empat benda pilih di tangan nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
"Mas, kamu kok bengong?" Tanya Ayunda. Naren menatap wajah cantik sang istri dan sedetik kemudian dia memeluk Ayunda dan menangis di pelukan istri cantik nya.
"Mas, jangan nangis dong. Masa udah jadi calon ayah masih cengeng sih?"
"Mas terharu, sayang. Terimakasih, terimakasih banyak karena sudah memberikan hadiah di pagi hari ini. Mas gak nyangka kalau ternyata kamu benar-benar hamil."
"Terus yang ngide buat beli testpack itu siapa, Mas?" Tanya Ayunda lirih, masih terus mengusap-usap punggung suami nya dengan lembut. Selama ini Ayunda melihat kalau Narendra adalah sosok pria yang tegar, kuat, tegas dan berwibawa. Tapi ternyata, dia tetap manusia biasa yang memiliki titik kelemahan.
"Papi, sayang. Soalnya dulu Mami juga kayak kamu gitu."
"Hmm, Papi udah pengalaman sih ya. Kamu senang, Mas?"
"Aku sangat bahagia, sayang. Kita jaga dia dengan baik bersama-sama, oke?"
"Iya, Mas." Jawab Ayunda, kedua nya pun kembali berpelukan. Suasana yang cukup mengharukan sekali terjadi pagi ini. Hanya kabar kehamilan, tapi mampu membuat seorang Narendra menangis saking bahagia nya. Tapi tidak hanya, bagi orang yang sangat menanti-nantikan hal ini, tentu nya saat moment ini datang akan sangat mengharukan.
"Kita periksa ke dokter ya nanti siang, oke?" Tanya Narendra.
"Boleh, Mas. Tapi ini kan weekend, apa tempat praktek dokter nya buka?" Tanya Ayunda, seperti nya dia melupakan siapa suami dan siapa mertua nya. Mereka orang yang paling berpengaruh di kota ini karena kekuasaan yang mereka miliki.
"Buka, aku akan menelpon dokter nya untuk memeriksakan kandungan mu ini, sayang."
"Hmm, baiklah. Sekarang kamu mandi, terus kita siap-siap ya." Ucap Ayunda. Naren pun dengan sigap langsung mengiyakan.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻