Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 72 - Drama Pagi Hari


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Narendra kembali mengajak istri nya untuk menemani nya bekerja di kantor. Tapi kali ini, Ayunda menolak karena dia ingin membuat kue coklat bersama sang Mami. 


"Ayolah, Sayang. Temenin Mas ngantor." Bujuk Narendra.


"Maaf, Mas. Tapi hari ini aku mau belajar bikin kue sama Mami, katanya kamu suka kue coklat kan?"


"Suka sih, tapi kan aku gak bakalan semangat kalau kamu gak ngikut aku ke kantor."


"Astaga, Mas. Padahal sebelum menikah sama aku, kamu selalu ngantor sendiri kan? Semangat-semangat aja tuh, kenapa sekarang tiba-tiba jadi begini?" Tanya Ayunda, dia mengusap kepala belakang sang suami yang tersuru di perut nya. Saat ini posisi kedua nya cukup romantis, Ayunda berdiri dan Narendra sedang duduk di sisi ranjang dengan memeluk perut rata istri nya. Bahkan beberapa kali pria itu menduselkan wajah nya di perut Ayunda. 


"Kan beda itu, yang."


"Harusnya, kamu jadiin aku semangat." Jawab Ayunda sambil terus mengusap-usap kepala belakang sang suami dengan lembut. 


"Disini ada dedek bayi nya gak?" Tanya Narendra, dia mendongak menatap wajah sang istri.


"Belum ada, Mas. Sabar ya?"

__ADS_1


"Gapapa, mungkin belum waktu nya aja. Berarti kita di kasih kesempatan untuk menikmati kehidupan kita lebih dulu, sayang."


"Iya, Mas. Aku gak bakalan nolak kalau dia hadir cepat." Jawab Ayunda sambil tersenyum.


"Benar, sayang." 


"Yaudah, sana berangkat. Ini sudah siang, nanti kesiangan lho, Mas." 


"Males kerja nya, Yang." Jawab Narendra lirih, membuat Ayunda tersenyum kecil. 


"Semangat dong.."


"Kamu mau nya apa?" Pertanyaan yang salah, sangat salah dan Ayunda akan menyesali pertanyaan nya itu.


"Aku? Mau itu tiga ronde, gimana?" Ayunda terlihat terkejut bukan main saat mendengar ucapan sang suami. Benar, dia menyesal karena sudah bertanya seperti itu pada Naren. Sudah tahu kalau suami nya itu mesuum nya gak ketulungan, malah di tanya mau apa ya pasti nya jawaban nya gak bakalan jauh-jauh dari hal-hal mesuum seperti ini.


"Gak kebanyakan kah tiga ronde, Mas?"

__ADS_1


"Enggak dong, segitu masih wajar lah." Jawab Narendra. 


"Kalo aku nya gak kuat?"


"Gapapa dong, gak mungkin aku maksa. Jadi, bisa di over ke hari lain." Jawab Narendra membuat Ayunda tertawa. Ada ya pria semacam Narendra? Bisa-bisa nya mau kerja harus berdrama dulu seperti ini. Cukup menghibur tapi cukup membuat tensi darah naik karena tingkah pria tampan itu.


"Hmm, yaudah deh. Sana berangkat."


"Hehe, oke. Aku gak sabar nunggu malam datang." Jawab Narendra sambil tersenyum nakal.


"Dah, sana pergi." Usir Ayunda pada suami nya, dia langsung membereskan ranjang tempat mereka tidur. Narendra mengecup singkat kening dan bibir sang istri, dia pun berpamitan untuk segera pergi ke kantor. Karena ada acara drama dulu pagi-pagi, jadinya Narendra agak sedikit terlambat masuk kantor. 


Beruntung nya, dia adalah pemilik perusahaan. Jadi tak mungkin jika ada yang mau menghukum atasan mereka sendiri bukan?


"Selamat pagi, Tuan Naren. Tumben anda sedikit terlambat lagi ini, apa ada masalah?" Tanya Mark sambil mengekor di belakang Narendra.


"Jomblo diem aja, gak di ajak ngomong juga. Percuma banget saya jelasin panjang lebar karena kau takkan mengerti. Lo kan jomblo akut!" Ejek Narendra, membuat Mark mendelik kesal gara-gara mendengar jawaban sang atasan yang terdengar sangat menyebalkan plus sangat menyindir bagi Mark yang memang sudah cukup lama sendiri. 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2