Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 86 - Perubahan Narendra


__ADS_3

"Lho, kamu lagi ngapain Boy?" Tanya Melisa saat melihat putra nya berada di dapur, bahkan sebuah keajaiban terjadi sekarang ini. Dimana, putra nya itu mau mengenakan celemek berwarna pink di depan tubuh nya.


"Masak, Mi. Ayu sakit, lemes banget badan nya, anget juga. Jadi Naren pengen masak buat dia, bubur sama sup ayam biar agak enakan." Jelas Narendra membuat Melisa menganga seketika. Benarkah? Ini adalah Narendra, putranya? Kenapa terlihat sangat berbeda? 


Dulu, Naren hanya pergi ke dapur untuk minum atau saat makan malam saja. Selebih nya, mana mau dia berkeliaran di dapur. Tapi sekarang, pria itu mengambil inisiatif sendiri untuk memasak karena istri nya sedang sakit. Suatu perubahan yang baik bagi Melisa dan dia suka melihat perubahan putra nya sekarang. 


"Gak ngantor, Boy?" Tanya Arvin lirih.


"Libur dulu lah, ada Mark di kantor. Seharian ini, Naren mau nemenin Ayu. Selama ini, Naren tuh selalu sibuk kerja sampai lupa kalau istri Naren juga butuh perhatian dan kasih sayang dari Naren, Pi." Jelas Narendra membuat Arvin tersenyum kecil. 


Lagi-lagi, perubahan yang sangat baik di perlihatkan oleh Narendra. Perubahan yang sangat baik dan putra nya berubah karena Ayunda, istrinya. Seperti nya, pria itu sudah benar-benar jatuh hati pada istri nya. Karena Naren tak segan melakukan hal-hal yang tidak terduga jika sudah mencintai, termasuk saat ini. 


Tapi tidak apa-apa, mereka menyukai perubahan Narendra yang jauh lebih baik dari sebelum nya. Bahkan sekarang, Narendra lebih bersemangat setelah memiliki istri. Tidak menutup mungkin kalau perasaan seseorang itu bisa berubah bukan? Contoh nya, Naren. 


Dulu, dia patah hati sampai berbulan-bulan bahkan sampai merubah sifat dan sikap nya hanya karena putus cinta. Tapi sekarang, Narendra sudah kembali bergairaah dalam menjalani hidup nya. Ayunda juga membawa perubahan yang baik bagi Narendra. 


"Baguslah, tapi pekerjaan di kantor siapa yang handel?" Tanya Arvin sambil mengambil koran lalu membuka nya. 


"Ada Mark di kantor, Pi."


"Hmmm, Mark selalu profesional saat bekerja. Tapi bukan berarti kamu bisa mempekerjakan nya dengan keras seperti ini, Boy."


"Iya, besok Naren masuk kantor kok. Sekarang, Naren mau manjain istri Naren dulu. Kasian dia."


"Iya, yaudah lanjutin masak nya." Ucap Melisa sambil tersenyum, wanita itu menepuk pundak putra nya. 


"Oke, nanti Mami cobain ya. Kalau enak, Narendra bakalan seneng."


"Iya, sok lanjutin masak nya." Jawab Melisa sambil tersenyum. Dia pun memilih untuk pergi keluar menyiram tanaman mahal nya yang berada di kebun belakang. 

__ADS_1


Narendra terlihat sangat serius saat memasak menu yang dia buat untuk sang istri, bubur dengan sup ayam. Entahlah, apa wanita hamil itu akan menyukai atau tidak. Tapi sepertinya dia harus menghargai usaha nya untuk merawat nya, apalagi Ayunda adalah tipe wanita yang tidak bisa menolak pemberian orang lain alias tidak enakan. 


"Aaahhh, akhirnya mateng juga." Gumam Narendra. Dia pun membawa mangkuk berisi bubur dan juga mangkuk berisi sup ayam dengan kuah yang masih mengepul. 


"Mi, cobain dulu bubur sama sayur nya."


"Mana sini?" Naren memberikan mangkuk yang tadi dia bawa dan meletakan nya di depan Melisa sambil tersenyum kecil. Jujur saja dia gugup, bagaimana kalau masakan nya tidak enak? Kurang garam atau kurang gula begitu, dia tidak terlalu mengerti dengan hal-hal semacam itu. Maklum lah, ini adalah pertama kali nya dia memasak. Biasa nya, Naren hanya bisa makan saja. Tidak lebih, saking tidak suka nya dia berada di dapur. 


Melisa menyendok bubur dan memakan nya, dia mengangguk-anggukan kepala nya. Dia mencicip kuah sup ayam yang masih mengepul itu. 


"Enak, tapi kuah sup nya kurang gurih sedikit. Tidak apa-apa, itu akan terasa menyegarkan untuk istrimu, Boy. Tapi tidak apa-apa, ini sudah sangat bagus untuk pemula memasak seperti dirimu, Boy." Puji Melisa. Rasa nya tidak terlalu buruk untuk orang yang baru saja belajar memasak seperti Narendra.


"Oke, makasih Mi. Makasih udah ngasih saran, kalo gitu Naren ke kamar dulu ya? Kasian Ayu belum sarapan." Jelas Narendra. Melisa menganggukan kepala nya, dia pun membiarkan saja putra nya itu ke kamar untuk memberikan sarapan. 


"Permisi, Tuan puteri.." Ucap Narendra, membuat Ayunda yang sedang berbaring di kasur dengan posisi miring ke samping itu langsung berbalik dan menatap wajah sang suami dengan tatapan keheranan, pasalnya dia melihat Narendra berdiri dengan nampan di tangan nya.


"Itu apa, Mas?"


"Gak mau aahh, males banget makan nya, Mas. Lemes plus mual banget ini." Jawab Ayunda, Narendra sudah menduga kalau istrinya akan menjawab seperti ini. 


"Tapi, aku udah susah-susah bikinin kamu ini lho. Aku yang gak pernah masak buat siapapun, aku masak nih buat kamu, sayang."


"Hah, kamu yang masak?"


"Iya, ini tuh aku yang masak. Masa kamu tega sama aku sih, yang? Lihat nih, tangan aku sampai begini kena air panas." Narendra menunjukkan luka bakar di tangan nya. Ayunda membulatkan mata nya, kalau sudah begini ya kali dia bisa menolak? Iya kan? Tidak mungkin, karena dia tidak tega melihat ekspresi sang suami yang terlihat sendu.


"Yaudah, sini aku makan."


"Nah gitu dong, kamu harus makan yang banyak biar gak lemes. Habisin ya, harus habis." Peringat Narendra. Ayunda pun menganggukan kepala nya. Biasa nya, Ayunda tidak kenyang jika hanya memakan satu mangkuk saja, tapi sekarang satu mangkuk saja rasa nya sangat lama dan membosankan meskipun rasa bubur nya enak. 

__ADS_1


"Makan, jangan cuma di mainin gitu bubur nya, sayang."


"Kenyang, Mas. Aku udah kenyang, Mas.' Jawab Ayunda sambil tersenyum kecil. 


"Gak usah bohong, itu bubur nya berkurang sedikit. Bahkan saking sedikit nya, bubur nya kelihatan tidak di makan sama sekali. Aku tahu kok kalau bubur nya gak enak, jauh beda sama bubur ayam yang sering mangkal di abang-abang. Tapi aku mohon, hargain aku sedikit aja."


"Maaf, Mas.."


"Tidak apa kok, yaudah makan lagi ya? Atau kamu mau aduin ke Mami kalau kamu rewel begini, pasti Mami marah deh kalau kamu nya begini terus." Ucap Narendra.


"Ckkk, gak asik aahh kamu mah cepu."


"Bodo amat." 


"Naren.." Rajuk Ayunda sambil mengerucutkan bibir nya, Naren tersenyum kecil, dia suka saat melihat sang kekasih kesal seperti ini. 


"Sana makan, kalau enggak aku lapor nih sama Mami."


"Ishh, iya iya aku makan sekarang!" Jawab Ayunda. Dia pun kembali memakan bubur nya dengan lahap, meskipun sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan makanan nya sekarang ini, tapi tidak apa-apa bubur plus sayur sup nya.


 "Terimakasih ya, udah bela-belain masak buat aku. Makasih banget, Mas."


"Iya, sama-sama sayang. Mas gak bakalan ngasih kamu sesuatu yang Mas gak bisa, tapi selama itu bisa pasti Mas bakalan kasih."


"Hehe, makasih  suamiku."


"Sama-sama, istriku." 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2