
"Sayang.."
"Iya, Mas.." Jawab Ayunda, pagi-pagi sekali perempuan yang baru saja menjadi istri itu pun sudah bangun dari tidur nya dan membersihkan tubuh nya dari keringat setelah malam tadi dia dan suami nya melajukan kegiatan rutin suami istri.
Naren selalu meminta jatah nya setiap malam kalau tidak, bisa di pastikan pria uth takkan bisa tidur dengan nyenyak. Dia merasa gelisah dan akhirnya tetap membangunkan istri nya untuk meminta jatah nya dan setelah mendapatkan hak nya, dia akan tidur dengan pulas.
"Kok udan bangun duluan sih?"
"Kan aku harus mandi, terus masak buat sarapan plus buat bekel kamu ke kantor, Mas." Jawab Ayunda. Dia berjalan mendekat dengan masih mengenakan bathrobe nya.
"Tadi nya kan pengen mandi bareng." Rengek Narendra, membuat kening Ayunda mengernyit. Tapi melihat bagaimana ekspresi wajah sang suami saat merengek seperti ini, nyata nya cukup menghibur juga. Menggemaskan sekali, sampai ingin dia unyel-unyel pipi nya, tapi dia tidak berani melakukan nya. Dia takut kalau Naren marah lalu menghukum nya.
"Modus kamu mah, Mas. Aku tahu niat mesuum kamu itu."
"Wajar sih, yang. Aku kan.."
"Udah, sekarang kamu bangun terus mandi. Aku mau pake baju, setelah itu mau nyiapin pakaian kamu terus masak. Kalau aku udah gak di kamar, gak usah teriak-teriak ya?"
"Aaaa, sayang.." Rengek Narendra membuat Ayunda terkekeh.
"Sejak kapan kamu jadi manja begini sama aku, Mas? Kok gemesin gini sih kalau kamu ngerengek gini kayak bocil."
"Aku bukan bocil, aku suami kamu tahu!"
"Iya, aku tahu kamu suami aku. Tapi gak biasa nya aja kamu ngerengek manja kayak gini sama aku, Mas. Kamu kenapa? Pas tidur gak kejedot kan?" Tanya Ayunda membuat Narendra cemberut. Entahlah, bawaan nya dia ingin bermanja terus pada istri nya.
"Gak tahu, tapi bawaan nya pengen manja-manjaan sama kamu aja, yang."
__ADS_1
"Hmm, kenapa ya?"
"Mana aku tahu." Jawab Narendra, dia menarik tangan sang istri hingga perempuan itu terduduk di pangkuan nya.
"Kamu siap-siap ya, ikut aku ke kantor."
"Hah, ngapain sih, Mas? Malu aah."
"Gak usah malu, sayang. Temenin Mas kerja ya?" Bujuk Narendra membuat Ayunda menggelengkan kepala nya pelan. Dia malu bertemu dengan banyak orang di tempat yang cukup asing.
"Gak mau, Mas."
"Ayolah, nemenin suami kerja dapet pahala lho."
"Tapi, Mas.."
"Astaga, baiklah."
"Aaaa, senang nya. Oke deh, kamu siap-siap ya. Setelah itu kita berangkat."
"Aku pake baju apa ya, Mas?" Tanya Ayunda, dia kebingungan harus mengenakan pakaian seperti apa ikut ke perusahaan sang suami untuk pertama kali nya.
"Dress aja, sayang. Atau terserah lah yang membuat mu nyaman, meskipun aku lebih suka saat kamu tidak mengenakan apapun." Jawab Naren sambil tersenyum kecil menggoda.
"Mas ini mesuum nya gak kenal tempat banget deh!"
"Hehe, yaudah aku mandi dulu ya."
__ADS_1
"Yaudah sana." Jawab Ayunda dengan ketus.
"Kamu nya turun dulu dong, sayang. Atau masih enak di pangku?"
"E-eehh, iya.." Ayunda pun langsung turun dari pangkuan sang suami dan membiarkan pria itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
"Aiihh, Ayunda boddooh! Bisa-bisa nya kamu menyuruh suami mu pergi tapi kamu masih duduk anteng di pangkuan nya, haisshh." Ayunda merutuki diri nya sendiri. Sebelum dia tersadar dan segera berlari ke ruang ganti untuk berpakaian. Dia pun mengenakan dress selutut dengan warna biru langit yang terlihat sangat cantik saat dia kenakan. Ayunda juga menata rambut nya sendiri, dia juga memoleskan sedikit make up di wajah cantik alami nya itu dan selesai.
Setelah menyiapkan pakaian kerja untuk sang suami, Ayunda pun turun ke dapur untuk membuat sarapan plus bekal untuk mereka di kantor nanti nya.
"Wah, menantu Mami sudah rapih dan cantik begini, mau kemana?" Tanya Melisa sambil tersenyum kecil. Ayunda benar-benar terlihat sangat cantik.
"Mas Naren merengek meminta Ayu untuk ikut ke perusahaan, Mi."
"Bagus itu, sayang."
"Tapi jujur saja, Ayu malu ketemu banyak orang, Mi." Jelas Ayunda sambil tersenyum kecil, senyum yang terlihat sangat di paksakan.
"Tidak perlu merasa seperti itu, sayang. Kamu harus percaya diri, ingat itu."
"Baiklah kalau begitu, Mi." Jawab Ayunda sambil tersenyum. Kali ini senyuman yang terlihat sangat tulus.
"Nah begitu dong, menantu Mami harus selalu percaya diri."
.....
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1