Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 31 - Gadis Terakhir?


__ADS_3

"Mark.." Panggil Narendra, Mark yang merasa nama nya terpanggil pun langsung mendekat. 


"Iya, ada apa Tuan?"


"Kau punya rekomendasi toko perhiasan yang bagus?" Tanya Naren pada Mark, pria itu terlihat seperti berpikir sesuatu.


"Hmm, saya rasa ada, Tuan. Orang tua saya selalu membeli perhiasan dari sana." Jelas Mark, membuat Naren mendongak menatap wajah asisten nya. Tak salah rasa nya, jika dia merekrut Mark menjadi asisten pribadi nya, karena Mark hampir tahu semua nya. Bahkan sampai ke toko perhiasan saja, dia tahu dimana toko yang bagus. 


"Dimana? Nanti sore aku akan kesana bersama Ayunda untuk mencari cincin kawin." Jelas Narendra.


"Saya akan mengirimkan alamat nya melalui pesan, Tuan." 


"Ya, kalau begitu kau bisa pergi ke ruangan mu." Ucap Naren, Mark pun segera pamit undur diri. Dia juga ada banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. 


Sedangkan di rumah, Ayunda tengah berbincang bersama calon mertua nya, Melisa. Hubungan kedua nya nampak lebih akrab dan santai, tidak ada kecanggungan lagi. 


"Ini Naren saat masih kecil, lihatlah bibir nya belepotan begini habis makan coklat." Ucap Melisa sambil menunjuk sebuah foto yang menampilkan wajah Naren kecil di album foto. Ayunda terkekeh pelan saat melihat nya, sungguh demi apapun Naren terlihat sangat menggemaskan. 


"Wah, Naren kecil sangat menggemaskan." Ayunda mengusap pelan foto yang ada di album itu dengan lembut. Dia bahkan tidak memiliki satu gambar pun saat dirinya masih kecil.


"Iya, dia sangat lucu. Tapi sekarang, dia berubah menjadi pria yang datar dan dingin. Tepat nya setelah kepergian mantan pacar nya." Ucap Melisa lirih. 

__ADS_1


"Mantan pacar?"


"Ya, nama nya Trisa. Dia adalah kekasih pertama bagi Naren, mereka menjalani hubungan selama tiga tahun dan akhirnya kandas begitu saja karena wanita itu lebih memilih karir nya dari pada Naren. Itulah yang membuat Naren berubah, padahal dulu dia adalah anak yang hangat." Jelas Melisa panjang lebar.


"Apa sampai sekarang Naren masih berhubungan dengan gadis itu, Mi?"


"Seperti nya tidak, sayang. Kenapa memang nya?" Tanya Melisa membuat Ayunda menundukkan kepala nya. 


"Tidak apa-apa, hanya saja aku tidak ingin memulai sebuah hubungan bersama pria yang belum selesai dengan masa lalu nya, Mi." Jawab Ayunda membuat wanita paruh baya itu tersenyum kecil lalu mengusap punggung gadis itu dengan penuh kelembutan. 


"Kunci nya, tetap saling percaya."


"Mami yakin kamu bisa membuat Naren melupakan Trisa sepenuh nya, memang saat perpisahan itu Naren masih terkadang bertanya-tanya kenapa kami tidak pernah memberi restu."


"Mi.." 


"Iya, sayang. Makanya saat kami langsung memberi respon baik sama kamu, Naren keheranan karena saat pada Trisa, kami kompak tidak memberi restu, jujur saja kami tidak menyukai gadis itu." Jelas Melisa membuat Ayunda terkejut. Pantas saja Naren terlihat terkejut saat mendengar keputusan dari kedua orang tua nya kemarin. 


"Tapi kenapa, Mi? Bukankah itu harus ada alasan nya?"


"Alasan nya, karena dia seorang model majalah dewasa." Jawab Melisa membuat Ayunda melotot dengan mulut yang menganga.

__ADS_1


"Kamu mungkin tahu seperti apa kehidupan seorang model majalah dewasa, dia memamerkan tubuh nya di mana-mana kan? Itu alasan kenapa Mami dan Papi tidak pernah setuju saat Naren meminta izin untuk meminang Trisa, hingga akhirnya mereka berpisah." Jelas Melisa, membuat Ayunda menganggukan kepala nya.


"Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anak nya kan, Mi?"


"Tentu saja, Mami ingin Naren menikah dengan gadis baik-baik." Jawab wanita itu sambil tersenyum kecil.


"Tapi kenapa Mami langsung setuju saat Naren meminta izin untuk menikah sama Ayu?" Tanya Ayunda lirih.


"Karena kamu gadis yang baik, harusnya kamu sudah tahu jawaban nya, sayang. Mata mu tidak bisa berbohong dari Mama, itulah alasan nya. Jadi, Mami yakin kalau kamu bisa membuat Naren berubah. Mami percaya kamu bisa." Ucap Melisa, dia membingkai wajah Ayunda dan mengusap nya dengan lembut.


"Ayu akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Naren berubah dan melupakan semua masa lalu nya, Mi."


"Mami akan selalu mendukung kamu, sayang. Semangat ya, perlahan dia pasti akan luluh dan mencintai kamu." 


"Semoga saja ya, Mi." Jawab Ayunda. Kedua wanita berbeda generasi itu pun kembali berbincang dengan hangat, sesekali mereka tertawa bersama, membuat suasana terasa jauh lebih hangat. Dan hal itu tak luput dari pandangan seseorang yang menatap kedua nya dengan senyuman kecil. 


'Semoga Ayunda adalah gadis terakhir untuk Naren.' Batin nya.


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2