
"Lho, kalian mau kemana kok udah rapih begini?" Tanya Melisa saat melihat pasangan itu turun dari kamar bersama-sama. Kedua nya saling lirik lalu tersenyum, ya mereka sepakat untuk tidak memberi tahukan kabar kehamilan mereka untuk saat ini. Mereka akan memberi tahu kabar baik ini setelah pulang dari rumah sakit nanti.
"Ada deh, Mami kepo.." Jawab Narendra sambil tertawa kecil.
"Heh, gak boleh gitu sama orang tua. Kualat kamu nanti, di tanya malah jawab gitu. Mau Mami kutuk kamu jadi panci hmm?"
"Hehhe, enggak dulu deh. Apalagi kalo di kutuk nya jadi panci Mami yang pink itu, yang biasa pake mukul Papi kalo dia nakal." Jawab Narendra sambil tertawa membuat Melisa menggelengkan kepala nya.
"Sayang, mau kemana?"
"Mau jalan-jalan aja kok, Mi. Ayu mau nagih es krim yang semalem gak jadi di beliin sama Mas Naren." Jawab Ayunda membuat Melisa menganggukan kepala nya.
"Yaudah, tapi makan es krim nya jangan banyak-banyak ya, sayang? Terus jangan kemaleman pulang nya." Peringat Melisa sambil mengusap lembut wajah menantu nya.
__ADS_1
"Iya, Mami." Jawab Ayunda sambil tersenyum kecil. Awalnya dia tidak suka saat Narendra mengusulkan untuk merahasiakan terlebih dulu tentang kehamilan nya dari orang tua nya, tapi akhirnya dia juga ikut-ikutan meskipun terpaksa sebenarnya.
"Hati-hati bawa mobil nya, awas kalau mantu Mami lecet, kamu Mami pukul pake panci pink Mami."
"Iya iya, Mami. Naren bakalan jagain istri Naren kok, Ayu tuh bukan cuma mantu Mami. Dia juga istri Naren, jadi pasti bakalan Naren jagain." Jawab Narendra.
"Syukurlah kalau begitu, yaudah kalau kalian mau pergi."
Kedua nya pun pergi dengan tangan yang saling bertautan mesra. Ayunda melirik ke arah sang suami yang berjalan di samping nya, lalu membukakan pintu mobil untuk nya dan meminta Ayunda untuk duduk di kursi depan.
Di rumah, Melisa tersenyum kecil saat melihat mobil milik putra nya sudah pergi menjauh, dia akan membuatkan bolu pisang untuk Ayunda. Kemarin dia belum sempat membuat nya karena keburu sore, jadi kemarin mereka hanya membuat bolu coklat saja. Jadi, sebagai ganti nya Melisa akan membuatkan bolu pisang nya hari ini. Dia membuat nya khusus untuk menantu kesayangan nya.
Di perjalanan, Naren terus saja menggenggam tangan Ayunda. Dia menyetir dengan satu tangan, Naren terlihat sangat lihai menyetir hanya menggunakan satu tangan saja.
__ADS_1
Beberapa kali Ayunda mencoba untuk melepaskan genggaman tangan sang suami, karena merasa tak nyaman dan juga dia khawatir kalau suami nya menyetir seperti ini akan membahayakan orang lain.
"Mas, lepasin dulu dong.."
"Tidak, biarkan saja seperti ini. Mas bisa kok nyetir pakai satu tangan." Jawab Narendra.
"Hmmm, tangan aku gatel, Mas."
"Ohh, baiklah." Jawab Narendra, barulah dia melepaskan genggaman tangan nya. Akhirnya Ayunda merasa lega karena dia bisa bebas menggerakan tangan nya kemana pun yang dia inginkan. Tapi tak lama kemudian, Narendra kembali mengambil tangan Ayunda dan menggenggam nya dengan erat.
"Lagi?"
"Kenapa memang nya? Aku ingin menggenggam tangan mu, sayang." Jawab Naren, membuat Ayunda memutar mata nya dengan jengah. Ada-ada saja tingkah suami nya ini.
__ADS_1
.....
🌻🌻🌻🌻