
Malam hari nya, Narendra sudah bersiap untuk pergi ke acara yang di adakan oleh salah satu rekan bisnis nya, hari ini juga mereka tidak hanya pergi berdua, tapi ada pasangan lain, yakni Maya dan Mark. Mereka juga ikut ke pesta malam ini.
"Sayang, udah selesai?" Tanya Narendra sambil membenarkan letak jas nya yang agak sedikit miring. Sedangkan Ayunda, dia masih berada di dalam ruang ganti.
Sudah hampir setengah jam berlalu, tapi Ayunda tidak kunjung keluar dari ruang ganti, membuat Narendra khawatir. Tanpa pikir panjang, pria tampan itu pun segera membuka pintu ruang ganti dan melihat istrinya masih belum mengenakan gaun yang sudah dia kirimkan tadi malam.
"Lho kenapa belum di pakai gaun nya, sayang?" Tanya Narendra sambil berjalan mendekat ke arah sang istri.
"Aku merasa tidak percaya diri memakai gaun seperti ini, Mas. Kamu tau sendiri kan, aku sedang hamil sekarang. Perut buncit ku tak bisa di sembunyikan lagi, Mas."
"Lalu? Semua orang juga akan tau kalau kamu sedang hamil, sayangku. Memang nya kenapa? Kamu malu? Kenapa harus malu sih? Kamu kan punya suami, sayang. Tidak hamil tanpa suami." Jelas Narendra membuat Ayunda menatap suami nya dengan tatapan nanar. Sungguh, dia merasa tidak percaya diri sekarang ini. Dress yang dia genggam sangat indah, berwarna biru navy dengan di penuhi payetan yang cukup ketat.
Gaun di bawah lutut dengan bagian bawah yang di buat secara khusus oleh Narendra melalui teman nya yang merupakan seorang designer untuk acara ini. Kurang effort apalagi Narendra? Dia sudah menyiapkan gaun ini jauh-jauh hari. Tapi saat hari H, istrinya malah terlihat ragu untuk mengenakan nya. Padahal dengan model seperti ini, perut Ayunda akan terlihat biasa saja karena bagian bawah dress nya itu di buat mengembang seperti ala putri-putri kerajaan.
"Pakai, yuk sebentar lagi Mark jemput lho."
"Tapi Mas.."
"Pakailah, sayang. Mas percaya, gaun itu akan sangat cantik saat kamu memakai nya. Percaya sama Mas ya?"
"Hmmm, baiklah. Keluar dulu sana."
"Tidak deh, Mas disini aja. Mau mastiin kamu pakai dress nya atau enggak." Jawab Narendra sambil tersenyum nakal menatap ke arah dada Ayunda yang terlihat sangat berisi dari balik bathrobe. Ya, saat ini Ayunda masih mengenakan bathrobe.
"Mas.."
"Hahaha, baiklah istriku." Pria itu pun keluar dari ruang ganti. Tapi, baru saja Ayunda membuka simpul bathrobe di bagian depan nya, pria itu menyembulkan kepala nya dari balik pintu. Jelas saja hal itu membuat Ayunda kaget bukan main.
"Astaga, Mas ihhh.."
"Hehe, maaf bikin kaget ya? Mas cuma mau ngingetin, jangan lama ya ganti baju nya. Kamu belum make up."
"Iya-iya, aku bisa make up kilat kok." Jawab Ayunda. Narendra pun benar-benar menutup pintu ruang ganti nya dengan perlahan. Pria itu memilih memainkan ponsel nya sementara menunggu sang istri yang masih mengganti pakaian nya. Mark juga masih berada di perjalanan ke mansion.
Setelah beberapa saat, tak lama kemudian Ayunda keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian yang sudah di berikan oleh sang suami, bahkan di desain sendiri oleh Narendra khusus untuk sang istri. Sudah lama juga Narendra tidak membelikan pakaian ataupun tas untuk sang istri.
Narendra membulatkan mata nya, dia bahkan menganga saking terpana nya melihat penampilan Ayunda yang terlihat sangat cantik dan anggun, padahal wajah nya masih sangat polos. Tapi hal itu sama sekali tidak mengurangi kecantikan sang istri, bagi Narendra penampilan Ayunda saat ini terlihat sangat cantik dan sempurna. Perut buncit nya tertutupi dengan dress itu.
"Cantik sekali.." Puji Narendra. Dia memuja kecantikan sang istri, sungguh demi apapun dia di buat kagum dan jatuh cinta setiap hari nya oleh pesona yang di miliki oleh Ayunda. Padahal, wanita itu selalu berpenampilan sederhana meskipun saat dia sudah berada di atas setelah menikah dengan Narendra.
Namun, satu hal yang paling disukai oleh Narendra maupun Melisa dan juga Arvin adalah, wanita itu tidak lupa daratan. Dia selalu mengingat dari mana dia berasal. Tidak pernah sekali pun Ayunda bersikap semena-mena pada orang lain, bahkan terkesan sangat sopan dan ramah terutama pada orang yang usia nya jauh berada di atas nya. Tidak peduli dia maid di mansion Sanjaya atau bukan, tapi Ayunda tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan level dan derajat nya. Dia memperlakukan semua orang secara rata, itu sikap yang bagus bukan?
"Mas, malah bengong."
"Hehe, habis nya liat kamu cantik banget deh."
"Masa? Gak usah gombal ya kamu."
"Mana ada aku gombal, sayang." Jawab Narendra sambil terkekeh. Ayunda hanya memutar mata nya dengan jengah lalu pergi ke meja rias untuk merias wajah nya, akan sedikit aneh kalau dia pergi ke pesta tanpa mengenakan riasan wajah alias make up. Itu sudah menjadi bagian dari hidup seorang wanita, semua orang wanita pasti selalu mengenakan make up.
"Hmm, aku gendutan sekarang."
__ADS_1
"Gapapa, berarti kamu sama baby kita sehat, sayang."
"Tapi aku gak menarik lagi." Lirih Ayunda sambil menyapukan bedak di wajah nya.
"Kata siapa sih? Kamu cantik begini kok, bikin aku gemes. Kamu makin lama tuh makin gemoy tau."
"Seriusan kamu, Mas? Mata kamu gak bermasalah kan?"
"Astaga, kamu ini insecure begini kenapa sih?" Tanya Narendra membuat Ayunda tersenyum kecil. Entahlah, nama nya juga ibu hamil pasti sering insecure kan? Mungkin karena efek hormon kehamilan yang membuat nya jadi lebih sensitif.
"Gak tau, Mas."
"Gapapa, Mas maklumin soalnya kamu lagi hamil jadi sering ada perubahan hormon kan?"
"Iya, maaf ya Mas? Aku nyebelin gak sih?"
"Mana ada istri gemoy Mas nyebelin? Gak ada, Mas malah makin cinta." Jawab Narendra sambil memeluk Ayunda dari belakang.
"Terimakasih ya, Mas."
"Sama-sama istri cantiku." Jawab Narendra lalu membantu sang istri untuk menata rambut nya.
"Mas kepang aja rambut nya ya?"
"Boleh, Mas. Maaf ya ngerepotin."
"Tidak apa-apa, istriku. Isshh kamu ini, selalu aja gak enakan." Jawab Narendra sambil tersenyum kecil.
"Astaga kamu ini, sayang. Mas tanya, yang bikin kamu hamil tuh siapa sih?"
"Kamu dong, Mas."
"Ya iya, kan gak mungkin kamu bisa hamil sendirian kan?" Tanya Narendra sambil terkekeh.
"Iya sih, Mas."
"Jadi yaudah, kamu gak usah ngerasa kalau kamu ngerepotin aku, toh aku juga yang bikin kamu begini, jadi wajarlah kalau kamu minta bantuan sama suami sendiri." Ucap Narendra sambil mengepang rambut sang istri lalu membuat nya seperti sanggul, cantik sekali. Kenapa Narendra bisa membuat hal semacam ini? Entahlah, mungkin karena feeling nya saja sekarang ini.
"Iya deh, Mas."
"Bagus, yaudah. Udah selesai belum?" Tanya Narendra. Ayunda menganggukan kepala nya mengiyakan. Wanita hamil itu terlihat sangat cantik dengan polesan make up yang terlihat sederhana namun sama sekali tidak mengurangi kadar kecantikan seorang Ayunda. Malah, dengan perut buncit itu membuat aura kecantikan serta kedewasaan wanita itu jauh lebih terpancar.
"Kamu sangat cantik, bahkan bunga itu saja sampai kalah cantik nya sama kamu, sayang." Ucap Narendra. Di kamar ini memang selalu ada bunga segar agar membuat Ayunda lebih nyaman berada di kamar dan bunga itu di ganti setiap harinya, air dan jenis bunga nya juga berganti setiap harinya.
Tapi sering nya bunga mawar, karena Ayunda menyukai bermacam-macam jenis bunga dengan kelopak bunga yang sangat cantik itu. Namun, yang paling di sukai Ayunda adalah bunga mawar biru. Entahlah, kenapa Ayunda sangat menyukai mawar biru. Hanya wanita itu yang mengetahui alasan nya mungkin.
Kedua nya pun berjalan dengan saling bergandengan tangan dengan mesra, pasangan yang sangat serasi. Cantik dan tampan, membuat kedua nya terlihat seperti raja dan ratu apalagi dengan pakaian yang mereka kenakan.
Di bawah, Mark baru saja datang. Tadi dia sudah menghubungi sang kekasih untuk bersiap. Seperti nya, wanita itu sangat terkejut tapi kemudian dia langsung mengiyakan. Perempuan cantik itu pun segera mengenakan pakaian yang sudah di kirimkan oleh Mark.
Namun yang menjadi masalah disini adalah, Maya tidak bisa memakai make up. Beruntung saja, dia memiliki teman seperti Amel, dia membantu Maya untuk mempercantik diri. Wanita itu terlihat sangat cantik setelah mengenakan make up, sungguh demi apapun jika perempuan yang tidak pernah memakai make up, namun saat mengenakan sudah terlihat sangat cantik, begitu juga hal nya dengan Maya.
__ADS_1
Bahkan, Amel saja yang mendandani Maya terlihat sangat kagum saat melihat hasil riasan nya. Cantik? Jelas saja, cantik sekali. Maya terlihat sangat manglingi, pangling sekali.
"Cakep banget ini mah, gilaa. Ini hasil make up aku gak sih? Cantik banget gilaa." Ucap Amelsambil tersenyum manis.
"Gilaaa, ini Maya bukan sih? Cantik banget, sumpah kayak beda orang." Puji Siti membuat wajah Maya memerah, sungguh dia malu saat mendengar kedua teman nya itu memuji kecantikan nya.
"Kalau aku jadi laki-laki, ya pasti bakalan jatuh cinta kalau liat wanita secantik ini sih." Ucap Amel.
"Setuju, soalnya Maya keliatan cantik banget." Jawab Siti, dia setuju dengan perkataan teman seprofesi nya itu. Kalau saja mereka jadi laki-laki, sudah pasti akan jatuh cinta pada Maya karena kecantikan yang di miliki oleh Maya.
"Udah udah, aku malu kalian puji begini."
"Hehe, seriusan tapi kamu cantik lho."
"Nama nya juga perempuan ya pasti cantik sih, kalian juga cantik. Gak mungkin kalo ganteng kan? Tapi makasih buat pujian kalian." Jawab Maya sambil menyunggingkan senyuman manis nya.
"Yaudah, sana. Udah jam delapan ini, pasti laki kamu udah nungguin di mansion."
"Duh, dia yang mau nemenin ayang nya ke pesta klien, kok gue yang degdegan ini?" Celetuk Siti membuat kedua teman nya tertawa, ada-ada saja kelakuan teman mereka yang satu ini. Siti memang agak sedikit lebih kocak dari ketiga teman nya yang lain, tapi ya nama nya juga manusia kan ya pasti punya sifat dan sikap masing-masing tergantung situasi, mood dan keadaan.
"Lebay lu, yaudah aku pergi dulu ya. Doain biar gak jantungan." Ucap Ayunda. Kedua teman nya itu pun menganggukan kepala mereka dengan kompak.
"Hati-hati, Maya."
"Oke, makasih. Kalian tidur duluan aja ya kalo aku belum pulang."
"Siap, May." Jawab kedua nya, lagi-lagi dengan kompak. Seperti nya pertemanan mereka sudah sangat terjalin dengan baik hingga menjawab saja bisa kompakan seperti ini.
Maya keluar dari ruangan belakang, gadis cantik itu terlihat sangat gugup. Beberapa kali dia menghela nafas lalu menghembuskan nya dengan perlahan untuk menetralisir rasa gugup nya yang luar biasa. Bagaimana tidak gugup coba? Dia akan pergi ke pesta orang kaya, bersama orang-orang kalangan atas. Gila bukan? Padahal dirinya hanya maid saja, tapi mungkin di pesta itu dia akan datang sebagai kekasih Mark.
"Mas.." Panggil Maya saat melihat Mark tengah duduk di ruang tamu sambil menunggu pasangan romantis itu turun dari kamar nya.
Mark menoleh, dia dibuat menganga saat melihat penampilan dan kecantikan sang kekasih. Dia di buat kagum oleh Maya, sungguh demi apapun. Apa ini benar-benar Maya kekasih nya? Atau orang lain? Karena Maya terlihat seperti menjelma menjadi orang lain.
"Sa-sayang, ini kamu?"
"Iya, ini aku. Kenapa, Mas? Apa aku terlihat aneh atau.."
"Tidak, kamu terlihat sangat cantik. Sungguh demi apapun, kamu sangat cantik, sayang." Jawab Mark sambil beranjak dari duduk nya, dia tidak tahan ingin menyentuh wajah cantik sang kekasih. Namun, suara pasangan bucin itu membuat Mark mengurungkan niat nya.
"Hayo lho, mau ngapain kalian? Jangan mesuum disini, gak baik." Ucap Narendra membuat kedua wajah pasangan baru itu merona karena malu, sungguh demi apapun mereka sangat malu saat ini.
"Enggak kok, siapa juga yang mesuum."
"Ya sudah, ayo berangkat sekarang." Ajak Ayunda sambil mengumbar senyum manis nan cerah nya, berkat ucapan sang suami dia merasa lebih percaya diri sekarang.
"Btw, Maya kamu cantik sekali." Puji Ayunda sambil tersenyum, padahal dia sendiri juga cantik.
"Terimakasih, Nona. Anda juga sangat cantik." Balas Maya. Akhirnya, kedua pasangan itu pun pergi ke pesta dengan pasangan masing-masing.
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻