Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 151 - Hukuman dari Melisa


__ADS_3

"Mas, hari ini mau jalan-jalan dong. Sekalian kita kan mau periksa ke rumah sakit." Ucap Ayunda, kedua nya masih rebahan di atas ranjang setelah mengulang permainan panas mereka pagi hari ini. Entah kenapa, sejak mengetahui dirinya tangan mengandung, Ayunda malah suka meminta untuk bermain, bahkan dia sering meminta duluan sekarang. 


Narendra sih tidak masalah, dia suka-suka saja toh dia memang doyan untuk bermain dengan sang istri. Bagi Naren, bermain dengan istrinya adalah suatu keharusan. Dia merasa ada yang kurang kalau semisal dia tidak bermain dengan istrinya itu. Tubuh nya juga merasa lemas kalau tidak melakukan hal itu sekali saja, aneh bukan? Dia terlampau doyan sampai seperti ini. 


"Boleh, sayang. Mau kemana?"


"Ke Disneyland." Jawab Ayunda sambil tersenyum. 


"Ngapain?" Tanya Narendra. Pasalnya, jarak dari rumah ke Disney cukup jauh dan memakan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai ke tempat itu. 


"Mau aja lihat istana ala princess gitu, Mas."


"Jauh, yang. Mas takut kamu mabuk lagi, nanti kamu sakit. Sekarang kan badan kamu lagi rentan banget, soalnya lagi hamil muda plus sering morning sickness parah." Ucap Narendra. 


"Tapi Mas.."


"Yaudah iya iya, kamu minum vitamin aja dulu. Kita undur aja periksa nya ya, kita ke tempat yang kamu mau aja dulu."


"Kok gitu?" Tanya Ayunda.


"Ke Disneyland itu jauh, sayang. Kalo ke rumah sakit dulu, nanti ngantri dulu kan. Bisa-bisa sampai kesana tuh malem, terus kamu mau ngapain disana kalo udah malem hmm?" 


"Yaudah, aku ngikutin kamu aja deh. Dari pada kamu nya marah mah, mendingan aku nurut aja." Ucap Ayunda pasrah. 


"Nah, gitu dong. Baru nama nya istri Mas." Ucap Narendra sambil mengusap puncak rambut Ayunda dengan gemas. Dia mengecup kening istrinya dengan mesra, lalu kembali memeluk tubuh polos istrinya yang hanya terbalut selimut tebal itu. 


"Kamu wangi banget deh, yang." Ucap Narendra sambil menghirup dalam-dalam aroma manis yang menguar lembut dari tubuh sang istri. Itu membuat nya candu, dia selalu tergoda untuk membuat tanda di leher sang istri setelah mencium aroma sang istri. 


Terbukti, saat ini dia sudah menyesap kembali leher sang istri yang sudah di penuhi tanda merah keunguan yang dia buat tadi saat bermain, namun kini dia kembali tergoda untuk kembali membuat tanda itu di leher istrinya. 


"Mas, udah ihh. Kamu tuh ya, suka banget deh bikin tanda merah. Aku susah nutupin nya tau!" Kesal Ayunda. Tanda yang kemarin dan kemarin malam, lalu permainan yang baru saja berakhir itu bekas nya belum hilang, kini Narendra tertarik untuk membuat tanda itu lagi. Setiap melakukan hal itu, pasti Naren melengkapi nya dengan memberikan tanda kemerahan di leher sang istri. 


"Hehe, habisnya aroma kamu manis banget deh."


"Manis apa nya? Aku bukan gula, Mas!"


"Manis nya kamu tuh ngalahin gula tau gak." Ucap Narendra dengan senyuman genit nya.


"Bilangin aja mesuum!"


"Aku mesuum gini cuma sama kamu, lagian kamu bakalan ngamuk kalau tahu aku mesuum sama yang lain. Iya kan?"


"Ya iya sih, tapi kan tetap aja jangan keseringan mesuum nya. Setiap hari mesuum aja, gak bosen apa, Mas?"


"Mas gak bakalan pernah ada bosen nya kalau mesuumin kamu, yang. Soalnya kamu terlalu menarik, apalagi badan kamu bikin aku candu. Pengen nya main aja terus, tapi kata Mami jangan terlalu sering main nya karena kamu lagi hamil sekarang." Ucap Narendra panjang lebar, membuat Ayunda memutar mata nya dengan kesal. Bisa-bisa nya suami nya ini bicara seperti ini, tapi dia nya yang mancing-mancing terus. 


"Udah tahu gitu, kenapa kamu mancing-mancing terus, Mas?" Tanya Ayunda sambil mendelik ke arah suaminya. 


"Hehe, ya lagi-lagi kamu terlalu menggoda." Jawab Narendra seolah tanpa salah dan dosa karena sudah membuat Ayunda kelelahan. 


"Kenapa aku bisa nikah sama pria semesuum kamu sih, Mas?"


"Udah takdir nya, sayang. Kita tidak tahu dengan siapa kita akan berjodoh kan, tapi mau bagaimana pun juga, aku sangat mensyukuri pertemuan tak sengaja kita hari itu. Jujur, Mas bahagia banget setelah menikah sama kamu." Ucap Narendra sambil tersenyum.


"Paling bisa deh bikin aku salting." Ayunda menepuk-nepuk dada bidang sang suami dengan manja, wajah nya juga terlihat memerah karena ucapan sang suami yang cukup membuat nya salah tingkah. Dia gemas ketika suami nya berkata manis seperti ini, namun tetap saja dia kesal karena suami nya ini selalu saja mencari kesempatan di apapun situasi nya. 

__ADS_1


"Hehehe, kan ini nih yang bikin kamu melting. Kalau udah melting gini, sabi kali kalau kamu ngasih Mas jatah sekali lagi, yang." Ucap Narendra sambil menggerak-gerakkan alis nya naik turun.


"Mas.." Rengek Ayunda yang membuat Narendra tertawa. Dia merasa lucu saja ketika melihat ekspresi sang istri ketika dia jahili seperti ini. 


"Iya, bercanda kok. Jangan marah kamu nya." Ucap Narendra sambil mencubit gemas kedua pipi Ayunda yang sedikit tirus sekarang, kenapa? Mungkin karena morning sickness yang di alami oleh sang istri membuat badan nya kurus. 


"Udah aahh, aku mau mandi."


"Ngikut.." ucap Narendra sambil beranjak dari tidur nya, Ayunda ingin menolak tapi ketika melihat wajah sang suami yang memelas, akhirnya mau tak mau Ayunda pun membiarkan saja sang suami ikut mandi bersama nya. 


Kedua nya pun mandi bersama dan sudah di pastikan, Ayunda berhasil terkena jebakan oleh suami mesuum nya itu. Tidak mungkin kalau Naren mengajak mandi bersama tanpa alasan, tentu nya dia memiliki maksud terselubung dengan kedok mandi bersama. Akhirnya, Narendra pun mendapatkan jackpot kembali di kamar mandi. 


Setelah satu jam berada di kamar mandi, Ayunda dan Narendra keluar dengan wajah masam. Mungkin, Ayunda yang terlihat masam lebih tepatnya. Berbeda dengan Narendra yang terlihat berbinar cerah setelah menerkam sang istri di kamar mandi. Ayunda tidak bisa kabur, karena pintu nya sudah di kunci oleh Narendra dan tenaga nya gak bisa melawan tenaga sang suami yang kuat. Omong-omong, Narendra memang menyukai olahraga. 


Dia sering kali berolahraga untuk melatih otot-otot nya yang kadang terasa sedikit kaku karena jarang berolahraga, dia pun berolahraga. Pantas saja otot nya semakin besar, jadi menahan Ayunda yang ingin kabur pun tak bisa berkutik. Dengan mudah, dia bisa memeluk Ayunda dan melakukan apa yang dia inginkan. Agak sedikit di paksakan, tapi ya tak masalah karena pada akhirnya pun dia menikmati nya juga. 


"Udah dong, wajah nya jangan masam dong."


"Gak masam gimana? Punya suami mesuum amat deh, tau istrinya lagi hamil terus aja di tusuk." Jawab Ayunda sambil mengambil pakaian nya dari lemari. Wanita itu pun memakai pakaian nya dengan cepat. 


"Lho, mau kemana?" Tanya Narendra sambil menahan tangan sang istri yang bersiap keluar dari ruang ganti. 


"Keluar, males deket-deketan sama laki mesuum!" Jawab Ayunda, lalu pergi keluar ruang ganti dengan membawa ke kesalan yang membuat Narendra segera berpakaian dan langsung menyusul sang istri keluar kamar. 


Di ruang tamu, Ayunda sedang bersama Melisa. Wanita paruh baya itu terlihat heran melihat menantu nya yang terlihat bad mood, dia cemberut dan diam saja sedari tadi. Jelas saja itu membuat dirinya heran, karena tak biasa nya Ayunda menjadi pendiam seperti ini. 


"Sayang, kamu kenapa? Bumil jangan bad mood gitu dong." Ucap Melisa sambil mengusap kepala sang menantu dengan hangat dan lembut.


"Ayu kesel sama Mas Naren, Mami.."


"Masa Ayu di jebak sih, Mi. Kan jadinya kesel." 


"Di jebak apa nya, sayang?" Tanya Melisa lagi sambil mengernyitkan kening nya keheranan dengan perkataan menantu nya ini. Di jebak seperti apa memang nya?


"Ayu kan mau mandi, eehh Mas Naren mau ngikut kan. Tadinya Ayu gak bakalan ngizinin, karena udah berasa gak enak aja. Tapi pas liat wajah nya, Ayu gak tega Mami. Jadi Ayu izinin, tapi di kamar mandi Ayu malah di tusuk." Jawab Ayunda yang membuat Melisa tersedak ludah nya sendiri. 


Menantu nya ini terlalu polos, tapi dulu juga dirinya sama seperti Ayunda. Dia percaya-percaya saja saat suami nya mengajak dirinya mandi bareng. Dia mengatakan kalau hanya akan mandi saja, dengan polos nya Melisa juga percaya dan akhirnya berakhir dengan desaahan erotis di dalam kamar mandi. Narendra dan Arvino memang sama-sama tipe pria yang pintar memanfaatkan keadaan, ya sama lah karena mereka anak dan ayah kan? Pasti akan ada persamaan meskipun sedikit. 


"Beneran?"


"Iya, Mami. Padahal tadi malem, terus tadi pagi Ayu udah kasih dia jatah. Tapi masih aja pengen nambah, Ayu kan capek jadinya kesel." Jawab Ayunda sambil mengerucutkan bibir nya. Melisa paham benar akan kekesalan menantu nya, sesama wanita dia juga pernah merasakan hal yang sama seperti Ayunda. Dulu, saat lagi hangat-hangat nya. Tapi sekarang, Arvin sudah tua jadinya hanya bisa bermain di atas ranjang saja. 


"Kamu kesel, sayang?"


"Kesel banget, Mami.." Jawab Ayunda sambil menatap wajah mami Mertua nya.


"Jadi, bumil mau apa? Makan? Mami masakin deh apapun buat kamu." Ucap Melisa, ini adalah usaha nya untuk membujuk bumil satu ini agar berhenti merajuk. Lagian, putra nya itu ada-ada saja. Sudah tau istrinya sedang hamil, terus saja meminta jatah nya. Menyebalkan, tapi rasanya Ayunda akan merasa bersalah karena telah berbohong kalau dia juga ikut merasakan kenikmatan dari permainan suaminya itu, meskipun akhirnya dia mengeluh sakit pinggang dan kaki nya pegal karena berdiri lama di kamar mandi.


"Hot pot kayaknya enak deh, Mami."


"Kebetulan bahan-bahan nya ada di kulkas, Mami bikinin ya. Tapi jangan terlalu pedas, oke?"


"Oke, Mami. Makasih.." 


"Sama-sama, sayang. Pake sayur ya? Biar sehat kamu sama adek bayi nya."

__ADS_1


"Iya, Mami." Jawab Ayunda sambil tersenyum manis. Dia pun mengekor di belakang sang mami untuk melihat sekalian membantu memasak. Tak enak rasanya jika dia membiarkan mami mertua nya memaksakan makanan untuk nya sendirian. Meskipun seringkali, Melisa menolak saat Ayunda mengatakan kalau dia akan membantu nya. Padahal, kalau hanya memasak saja, takkan membuat nya kelelahan kan?


"Sayang.." Panggil Narendra, dia pun datang ke dapur dengan kening mengernyit. Dia menyangka istrinya ada disana, tapi ternyata tidak ada.


"Lho, Ayunda gak disini?"


"Enggak tuh, kenapa? Dari tadi pagi kan belum keluar, di kamar sama kamu."


"Tadi setelah mandi, dia keluar kamar."


"Tumben, biasa nya gak keluar kalo gak sama kamu." Jawab Melisa sambil fokus membuat kuah untuk hot pot nya. Dia memasukan berbagai macam bahan, agar makanan nya beragam dan tidak membuat bosan, karena dia tahu mood ibu hamil seperti Ayunda itu mudah merasa bosan.


"Ayu nya ngambek, Mami."


"Kenapa lagi? Kamu bikin kesel menantu mami ya?"


"Hehe, Naren terlalu doyan." Jawab Naren sambil cengengesan, dia juga menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sama sekali.


"Astaga, Mami kan udah bilang kamu jangan terlalu sering melakukan itu sama istri kamu. Inget, dia lagi hamil muda sekarang. Kamu ini pantesan aja istri mu kesel, dia lemes habis morning sickness malah di tambahin layanin kamu yang kayak maniak!" Kesal Melisa membuat Naren tersenyum kecil.


Malah senyam-senyum ya kamu, nakal." Ucap Melisa sambil menjewer telinga Narendra dengan gemas. 


"Aaawwhhss, Mami sakit.."


"Rasain, siapa suruh bikin menantu mami kesel?"


"Tapi kan yang anak mami disini tuh Naren, Mi." Jawab Narendra membuat Melisa semakin gemas.


"Ayunda juga anak mami."


"Iya iya, maafin Naren dong, Mami. Sakit banget aaaaa.." Narendra meringis kesakitan karena Melisa menjewer telinga nya. Hingga akhirnya, Ayunda tak tega melihat suami nya kesakitan pun keluar dari persembunyian nya.


"Udah, Mi.." Ucap Ayunda sambil tersenyum melihat wajah Narendra yang memerah karena Melisa menjewer telinga putra nya sendiri dengan gemas hanya karena membela nya. Terbukti, Melisa tidak pilih kasih, kalau salah ya tetap salah tidak peduli itu putra nya atau Ayunda. Kalau salah ya tetap salah, Melisa takkan pandang bulu. 


Jika salah ya tetap mendapatkan hukuman meskipun Melisa belum pernah terlihat menghukum Ayunda sama sekali, entah mungkin cara menghukum nya yang berbeda, tidak ada yang tahu tentang hal ini kecuali Ayunda dan Melisa nya. 


"Sayang, tolongin. Telinga aku sakit banget, rasanya kayak mau copot."


"Rasain aja sih, aku gak bisa larang mami buat hukum anak nya sendiri." Jawab Ayunda sambil pergi untuk mengaduk kuah yang di buat oleh Melisa untuk hot pot itu. Ayunda mencoba nya dan tersenyum karena seperti biasa, masakan mami mertua nya selalu enak. Pokoknya, masakan Melisa memang juara. Apapun yang dia masak, selalu enak apapun itu. 


"Gimana, udah kerasa bumbu nya belum?"


"Udah, Mami. Enak banget, gak sabar deh pengen makan sekarang juga."


"Yaudah, masukin sayur sama seafood nya sekarang. Terus daging nya terakhir aja, sayang."


"Oke, Mami." Jawab Ayunda. Dia pun memasukan aneka seafood seperti udang dan gurita, juga cumi-cumi. Lalu di susul oleh olahan seafood seperti dumpling dan juga ekado, lalu merebus nya hingga matang lalu masukan sayuran yang ada, bisa berupa pakcoy, sawi hijau atau tauge. Ketiga nya ada di rumah, jadi Ayunda menggunakan ketiga nya saja. Kata Melisa, dia harus memperbanyak makan sayuran kan? Agar dia sehat dan bayi nya sehat.


Tapi bukan hanya sayuran saja, di imbangi dengan daging, ikan, susu dan juga vitamin yang rutin di minum oleh Ayunda setiap hari atas rujukan dokter. Ayunda memang selalu meminum vitamin itu, meskipun dia sedang tidak hamil. Karena vitamin itu membuat imun tubuh nya terjaga setiap saat. 


"Yee, mateng.." ucap Ayunda dengan antusias, lalu ketiga nya pun makan meskipun tanpa ada adegan kemesraan yang biasa nya di suguhkan oleh pasutri itu, mereka berdua kompak diam-diaman.


Narendra sering kali tertangkap sedang curi-curi pandang pada Ayunda, tapi tidak di hiraukan oleh wanita itu sama sekali karena dia masih kesal setengah mati pada suami nya itu. Melisa juga tidak bisa meminta apapun pada Ayunda, karena ini kehidupan mereka berdua. Melisa juga paham kenapa Ayunda bisa kesal pada Narendra, dia juga sama-sama wanita dan dulu pernah ada di posisi Ayunda. 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2