Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 172 - Terciduk Mark


__ADS_3

"Ayang, bangun.." Narendra mengguncang tubuh istrinya dengan perlahan. Katanya dia akan menemani nya bekerja, tapi sesampainya di ruangan, Ayunda malah tertidur setelah perutnya kenyang memakan cemilan yang di belikan oleh Mark.


Niat hati Naren membelikan banyaknya cemilan itu agar sang istri betah dan tidak rewel saat dia bekerja, tapi di luar dugaan. Dia malah tertidur saking tidak rewelnya, Ayunda memang tidak pernah rewel jika di bawa ke kantor untuk menemani nya bekerja. 


"Enghhh.." Ayunda melenguuh pelan sambil merentangkan tangan nya, tanpa sengaja mengenai wajah tampan Narendra yang berada tepat di depan tubuh sang istri. 


"Aawwhhsss.." Narendra meringis sambil memegangi wajahnya yang terkena tangan mungil nan lentik sang istri. Meskipun kecil mungil seperti tangan gadis, tapi tetap saja rasanya cukup sakit. Bahkan wajah Narendra terasa kebas untuk beberapa saat.


"Maaf, Mas.." Ucap Ayunda dengan panik, dia segera menarik wajah tampan sang suami yang sedikit memerah karena terkena tangan nya itu. 


"Sakit.." Rengek Narendra sambil menampilkan ekspresi memelas agar istri nya iba dan mungkin saja akan menguntungkan dirinya. 


"Ya maaf, kan gak sengaja, Mas."


"Tapi sakit nya beneran, sayang."


"Terus harus di apain, Mas?" Tanya Ayunda akhirnya, membuat Narendra tersenyum dalam hati. 

__ADS_1


"Cium, hehe."


"Dih, modus kamu mah Mas.."


"Ya kan modus sama istri sendiri gapapa harusnya." Jawab Narendra sambil tersenyum, sedangkan Ayunda sudah memutarkan matanya dengan kesal. 


Tapi, pada akhirnya Ayunda pun mengalah. Toh tidak berdosa juga kalau semisal dia mencium suami sendiri kan? Yang ada malah mendapatkan pahala yang besar karena sudah menyenangkan hati suaminya. 


Ayunda pun mengecup pipi sang suami, tapi sepertinya Narendra tak puas jika hanya mendapatkan kecupan di pipi nya. Narendra kembali merengek dan menunjukkan bibirnya agar Ayunda mau mencium bibirnya. 


Wanita itu mengernyitkan keningnya, dia sudah tahu kalau suaminya ini pasti modus. Sakitnya pasti tidak seberapa, tapi suaminya yang pada dasarnya memang mesuum dan tukang modus pasti akan bisa memanfaatkan situasi dengan baik. 


"Enggak dong, ini kan jam makan siang. Semua karyawan pasti lagi makan, jadi gak mungkin kita ciuman, sayang."


"Aduh, Mas ini. Ada-ada aja sih, Mas." Ucap Ayunda sambil menggelengkan kepala nya, tapi pada akhirnya dia menarik kepala Narendra dan mengecup kilas bibir Narendra. Tapi, lagi-lagi Narendra takkan merasa puas hanya dengan kecupan saja. Bukan kecupan yang dia inginkan, tapi sebuah ciuman. 


Dengan cepat tangan besar Narendra menarik tengkuk belakang sang istri dan akhirnya bibir mereka kembali bertautan mesra. Narendra mencium bibir istrinya dengan mesra namun terasa sedikit menuntut, semenjak Ayunda hamil pria itu jarang mendapatkan jatah malam nya lagi sekarang. 

__ADS_1


Dia juga tidak tega meminta jatahnya terlalu sering, apalagi saat melihat perut Ayunda yang buncit. Dia ngilu sendiri saat melihat perut istrinya itu terlihat seperti akan meledak, tapi ya namanya orang hamil juga semuanya akan begini kan? Meskipun ukuran perut Ayunda sangat besar saat ini karena dia tengah hamil kembar. 


Beberapa menit kemudian, disaat suasana semakin memanas. Pintu ruangan itu terbuka secara perlahan, menampilkan wajah Mark yang terkejut setengah mati saat melihat adegan yang membuatnya panas dingin. Mark yang berniat untuk mengantarkan berkas penting untuk Narendra, malah harus menyaksikan adegan yang membuatnya langsung merindukan istrinya, Maya. 


"Ehem.." Mark berdehem saat kehadiran nya tidak di sadari sama sekali, membuat pasangan suami istri bucin tidak tahu tempat itu pun kompak menoleh ke arah asal suara. Mereka berdua membulatkan matanya saat melihat ada Mark yang berdiri di ambang pintu, dia masih memegang handle pintu. 


"Eehemm.." Narendra langsung beranjak dari duduknya, dia langsung merapikan jas yang dia kenakan dengan cara menepuk-nepuk pakaian mahal nya itu. Ayunda juga memalingkan wajah nya ke arah lain saking malu nya dengan kelakuan suaminya itu. Kalau saja dia tidak ngotot untuk meminta ciuman, pasti dia takkan merasa malu seperti ini. 


"Mau apa kau, Mark?"


"Ini ada berkas yang harus anda tanda tangani."


"Simpan saja di mejaku, setelah itu belikan aku makan siang." Ucap Narendra dengan wajah datarnya. Dia ingin melupakan rasa malu nya karena terciduk sedang nyosor sang istri. 


"Baik, Tuan." Jawab Mark. Pria itu pun memilih pergi meninggalkan ruangan setelah meletakkan berkas nya di meja. 


"Ckkk, sialan. Kenapa dia gak ngetuk pintu dulu, kan jadinya gagal nih acara nyosor. Bini gue gak bakalan mau lagi buat cium-cium kayak tadi." Gumam Narendra. Sumpah, dia sangat kesal saat ini karena aksi nya terciduk oleh Mark. 

__ADS_1


........


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2