
Pagi hatinya, Narendra terbangun lebih dulu. Pria itu pun tersenyum tatkala melihat wajah cantik sang istri yang terlihat sangat tenang saat tertidur. Wajah wanita itu terlihat sangat kelelahan, mungkin karena efek sudah di hajar oleh Narendra tadi malam.
"Enghh, Mas.." Ayunda melenguuh pelan, lalu tersenyum ketika melihat wajah tampan sang suami yang terlihat sangat tampan pagi ini.
"Udah bangun ya?"
"Hmm, kenapa Mas kok gak bangunin aku?" Tanya Ayunda dengan suara serak khas bangun tidur nya.
"Ngapain? Kenapa memang nya, sampai Mas harus bangunin kamu hmm?"
"Enggak sih, tapi ya kan biasa nya.."
"Kamu capek kan habis bekerja keras semalam?" Tanya Narendra sambil tersenyum manis. Dia menahan kepala nya dengan sebelah tangan nya, dia tersenyum sambil mengusap-usap wajah cantik sang istri dengan lembut.
"Iya sih, badan aku sakit-sakit semua gara-gara kamu nih, main nya brutal banget." Celetuk Ayunda sambil merengut. Wanita itu terlihat kesal, namun malah membuat Narendra terkekeh karena gemas melihat wajah Ayunda yang terlihat kentara ke kesalan nya.
"Maklum aja, yang. Kan Mas habis puasa lama." Jawab Narendra sambil tersenyum manis. Dia memang seringkali kehilangan kendali saat bermain dengan sang istri. Dulu, saat wanita itu tengah hamil juga dia sering bermain dengan sedikit kasar seperti ini. Jadi, seringkali membuat Ayunda kesakitan setiap kali sesudah nya bermain. Tapi, Narendra selalu menjadi suami yang siaga menjadi suami dan calon ayah yang baik dulu. Tapi, sekarang dia merasa sedikit bebas kalau bermain. Meskipun begitu, Ayunda tetap komplain karena Narendra terlalu kasar jika bermain.
"Aku tahu, tapi tetep aja aku sakit. Kamu juga harus hati-hati main nya, ini aku kan masih agak ngilu habis di operasi."
"Maafin Mas ya, sumpah Mas gak sengaja."
"Iya, gapapa kok." Jawab Ayunda sambil tersenyum.
"Masih belum mau bangun, yang?" Tanya Narendra lagi. Ayunda menggelengkan kepala nya, badan nya masih terasa pegal-pegal sekarang ini. Jadinya, dia ingin bermalas-malasan terlebih dulu di ranjang. Pagi ini juga di sambut dengan hujan deras yang sangat mendukung bagi Ayunda untuk meluruskan niat wanita itu untuk bermalas-malasan sejenak.
"Iya, mas. Mau rebahan aja dulu, badan aku masih sakit." Jawab Ayunda.
"Hmm, yaudah. Mas temenin aja deh, kebetulan hari ini Mas juga libur." Putus Narendra. Dia pun kembali menarik selimut nya dan menyelimuti tubuh polos nya. Dia memang bangun lebih dulu, namun bukan nya langsung mandi, dia malah asik melihat wajah cantik sang istri yang tertidur nyenyak.
Sejak menikah dengan Ayunda, Narendra memiliki kebiasaan baru. Yakni menatap wajah cantik sang istri yang terlihat tenang ketika tertidur, wajah nya teduh membuat Narendra merasa nyaman jika dia berada di dekat istrinya. Ayunda memang sosok wanita yang sempurna bagi Narendra. Selain kecantikan nya, dia juga memiliki kepribadian yang berbeda dengan wanita-wanita kebanyakan di jaman sekarang.
Ayunda adalah wanita spesial, dia benar-benar berbeda dengan wanita lain nya dalam hal apapun. Hal itu, membuat Narendra merasa sangat bersyukur karena memiliki Ayunda di samping nya. Sejak awal, pilihan nya untuk menikahi Ayunda memang tidak salah. Selain karena rasa tanggung jawab nya, dia senang ketika melihat respon kedua orang tua nya.
Mereka langsung memberikan restu mereka pada Ayunda, padahal baru di pertemuan pertama. Berbeda lagi jika Trisa yang menemui mereka, respon nya lain. Bahkan secara terang-terangan, mereka menghindari pertemuan dengan Trisa dulu. Tapi lagi-lagi, saat Narendra membawa Ayunda ke rumah, mereka terlihat ramah dan bersikap baik pada Ayunda.
Artinya, mereka melihat ada sesuatu yang membuat kedua nya berbeda. Jelas, Ayunda gadis desa yang polos dan baik hati. Berbeda jauh dengan Trisa yang bekerja sebagai model majalah dewasa yang kerap kali memamerkan tubuh nya di depan banyak orang. Dari sana saja, sudah terlihat jelas kualitas nya. Wanita baik-baik dan wanita yang menuruti obsesi juga uang.
"Dingin ya, Mas?"
"Bilang aja mau di peluk, iya kan?" Tanya Narendra sambil tersenyum menggoda. Ayunda cengengesan, lalu menganggukan kepala nya mengiyakan. Nyata nya, dia memang suka saat Narendra memeluk nya. Wajar-wajar saja kan, karena mereka suami istri. Beda lagi cerita nya kalau nyaman berada di dalam pelukan suami orang, wkwk.
"Yaudah, sini."
"Peluk.."
__ADS_1
"Iya, ini di peluk." Jawab Narendra. Dia menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan, wanita itu langsung mendusel manja di pelukan hangat suami nya. Sungguh, pelukan ini terasa sangat hangat dan nyaman, membuat Ayunda takkan pernah bosan untuk terus bermanja-manja di dekapan sang suami.
"Pelukan kamu bikin nyaman, bikin aku ngantuk lagi, Mas."
"Yaudah, bobok lagi aja."
"Tapi aku gak enak kalau bangun siang, nanti apa kata Mami sama Papi. Aku gak mau di cap sebagai menantu pemalas yang selalu bangun siang, Mas." Celoteh Ayunda yang membuat Narendra terkekeh.
"Kebiasaan, pikiran kamu ini suka kemana-mana deh. Mana ada Mami sama Papi kepikiran kesana hmm? Mereka sayang sama kamu, selama kamu menikah sama Mas setahun ini, apa pernah Mami marahin kamu?" Tanya Narendra. Ayunda menggelengkan kepala nya, Mami mertua nya belum pernah marah kepada nya. Jangankan marah, yang ada Melisa terlihat sangat menjaga menantu nya.
"Nah kan, terbukti mereka sayang banget sama kamu. Apalagi sekarang keadaan kamu baru keluar dari rumah sakit kan? Di tambah lagi semalam kita main berapa jam kan? Gapapa dong kalau bangun siang sekali-kali." Jelas Narendra sambil mengusap puncak kepala sang istri dengan gemas.
Pria itu mengecup kening sang istri dengan mesra. Dia heran kenapa sang istri bisa berpikiran jauh kemana-mana, kebiasaan memang. Ayunda selalu banyak berpikiran hal-hal yang tidak perlu, bahkan terkesan selalu merasa rendah di depan Narendra dan keluarga nya. Padahal, kenyataan nya semua orang yang ada di mansion ini sangat menyayangi Ayunda karena kebaikan nya.
"Sayang.."
"Iya, Mas. Kenapa?" Tanya Ayunda. Dia menikmati usapan tangan besar sang suami di kepala nya, terasa sangat nyaman.
"Kalau semisal kita di kasih rezeki cepet, reaksi kamu gimana?"
"Apa Mas gak salah nanyain ini sama aku? Jelas gapapa dong, harusnya kan juga bersyukur." Jawab Ayunda yang membuat Narendra tersenyum semringah. Pria itu merasa bahagia karena jawaban istrinya. Hatinya terasa sangat tenang sekarang.
Awalnya, Narendra merasa sedikit khawatir kalau semisal Ayunda belum mau mengandung kembali dalam waktu dekat karena trauma, tapi ternyata tidak sama sekali. Dia menjawab dengan yakin kalau dia tidak masalah jika mengandung dalam waktu dekat. Dia siap dan akan mensyukuri nya.
"Tapi, kalau kita di kasih nya agak lama, gimana?"
"Sedikasih nya aja ya, Mas. Tapi kita juga harus mengusahakan nya, iya kan?"
"Tentu saja, sayang. Mas akan bekerja keras untuk itu."
"Dih, pikiran kamu tuh pasti kesana terus. Iya kan?"
"Hehe, nama nya juga cowok, Bby." Jawab Naren sambil cengengesan, sedangkan Ayunda sudah mendelik ke arah sang suami. Namun, Narendra tidak merasa terganggu sama sekali dengan tatapan sang istri yang sudah terlihat kesal. Dia memang suka menggoda istrinya.
"Mesuum!"
"Ya gapapa mesuum, kan sama istri sendiri. Kamu bakalan ngamuk-ngamuk nanti kalau aku mesuum sama cewek lain, sayang."
"Gak salah sih, tapi salah."
"Jadi, salah apa bener?" Tanya Narendra.
"Yaudah deh, bener."
"Hahaha, kamu keliatan terpaksa gitu jawab bener nya." Narendra tergelak saat mendengar nada suara istrinya yang melemah. Mungkin karena dia merasa sudah kalah oleh kata-kata Narendra, maka dari itu dia memilih mengalah saja. Berdebat dengan Narendra memang takkan pernah ada habisnya, karena Narendra pandai menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh istrinya.
__ADS_1
"Mas.."
"Iya, kenapa istriku?"
"Pengen mie ayam deh, kayaknya enak ya hujan-hujan gini." Celetuk Ayunda yang membuat Narendra segera mengambil ponsel miliknya yang sedari tadi tergeletak begitu saja di atas meja nakas.
"Tuh, udah aku pesenin. Nanti, kalau udah datang aku bawa kesini."
"Mas, tapi kan.."
"Tapi apa, sayang?" Tanya Narendra sambil terus mengusap-usap puncak kepala istrinya. Dia sangat suka mengelus rambut Ayunda karena rambut Ayunda yang sangat lembut dan wangi.
"Aku kan cuma bilang kayaknya enak, bukan berarti.."
"Kamu mau, makanya kamu bilang kayaknya enak. Berarti kamu mau, sayang." Jawab Narendra sambil tersenyum.
"Mas, kok bisa sih kamu peka begini?"
"Soalnya aku suami kamu, sayang. Apapun yang bisa aku lakukan, pasti akan aku lakukan untuk mu. Apapun itu, jadi jangan khawatir."
"Mas.."
"Jangan menatap Mas seperti itu, apapun jika itu membuat kamu bahagia, maka akan Mas lakukan. Asal kamu berjanji tidak melakukan satu hal."
"Apa, Mas?"
"Jangan pernah ninggalin Mas, apapun yang terjadi. Mas mohon tetaplah disini, Mas sangat mencintai kamu. Mas gak bisa bayangin bagaimana kacau nya hidup Mas tanpa kamu, sayang." Ucap Narendra.
Jujur saja, setalah melihat istrinya kesakitan hari itu, sampai pendarahan hebat yang membuat mereka harus merelakan calon buah hati pertama mereka. Narendra semakin merasa takut kalau semisal Ayunda pergi, apalagi Ayunda sempat drop hari itu. Bayangkan saja seperti apa hancur nya Narendra hari itu.
Dia harus menelan pil pahit, di satu sisi dia harus kehilangan calon buah hati nya, yang bahkan belum sempat dia lihat sekalipun, namun disaat yang bersamaan pula istrinya malah di nyatakan kritis. Narendra kacau, dia hancur namun dia merasa punya pegangan hidup karena memiliki kedua orang tua dan juga Mark yang selalu sigap setiap saat mendampingi nya dalam keadaan apapun.
Jika Ayunda? Pada siapa dia akan berkeluh kesah, wanita itu hanya sendirian. Benar-benar sendirian. Sejak dia menikah dengan Narendra, bahkan paman nya pun tidak pernah lagi menanyakan kabar nya. Ayunda sudah benar-benar di lupakan oleh siapapun. Bahkan keluarga terdekat nya. Jadi, jika tanpa ada Melisa, Arvin dan Narendra, dia akan merasa sendirian terus menerus.
Saat itulah, kekuatan itu datang. Narendra merasa memiliki kekuatan dan akhirnya dia bisa menenangkan istrinya dengan sangat baik dan akhirnya saat ini Ayunda sudah bisa berdamai dengan keadaan.
"Aku berjanji, Mas. Aku gak bakalan ninggalin kamu, disaat apapun. Disaat susah maupun duka, jika Mas meminta seperti itu aku akan menuruti nya. Tapi, jika pun semisal Mas sudah tidak menginginkan kehadiran ku lagi, maka aku akan pergi dengan berat hati." Jawab Ayunda sambil tersenyum.
"Aku tidak akan pernah meminta mu pergi dari hidupku, sayang. Aku sangat membutuhkan mu, aku sangat mencintaimu. Aku bisa gila jika sampai hal itu terjadi."
"Aku juga mencintaimu, Mas. Tak peduli khawatir, aku akan selalu berada disini bersama mu."
"Aku akan menagih janji mu nanti, sayang."
"Tagih saja, aku tidak takut." Jawab Ayunda, dia tersenyum sembari menatap wajah tampan suami nya. Begitu juga dengan Narendra yang tersenyum menatap wajah cantik istrinya. Kedua nya meluapkan semua bentuk kasih sayang mereka pagi ini, sungguh ini adalah moment-moment yang membahagiakan dan akan di kenang jika mereka sudah menua nanti.
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻🌻🌻