Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 39 - Kegiatan Kesukaan Naren


__ADS_3

"Apa benda itu bisa masuk ke dalam milik ku?" Tanya Ayunda, membuat Naren tersenyum.


"Tentu saja, saat itu dia juga masuk ke dalam sana, sayang. Lalu kenapa kamu seolah meragukan nya?" Balik tanya Naren sambil mengusap wajah cantik Ayunda, dia juga merapikan anak rambut istri nya ke belakang telinga. 


Naren menatap Ayunda dengan intens, membuat wajah perempuan itu merona karena malu di tatap seperti itu oleh seorang pria yang saat ini berstatus sebagai suami nya. 


"Tidak apa-apa, kok. Aku juga tidak meragukan nya, hanya bertanya saja karena ukuran nya terlalu besar." Ucap Ayunda lirih. Naren tersenyum, dia pun kembali menggesek-gesek kepala ular cobra nya di pintu masuk milik sang istri, lalu menekan nya secara perlahan. 


Ayunda memejamkan mata nya, dia meremaas seprei dengan sekuat tenaga. Tapi, Naren mengambil kedua tangan istrinya dan meletakan nya di pundak. 


"Kamu boleh gigit atau cakar aku, jika kamu kesakitan."


"Heem.." Jawab Ayunda, Naren kembali melancarkan aksi nya. Dia mendorong senjata nya secara perlahan hingga akhirnya ular cobra milik Naren sepenuh nya masuk ke dalam sarang milik Ayunda. 


"Aaahhh.." Ayunda memekik tertahan saat merasakan inti nya terasa begitu penuh sesak. Tapi waktu itu, dia tidak merasakan apapun kecuali rasa sakit saat senjata itu merangsek masuk ke dalam miliknya. 


"Sakit?"


"Tidak, hanya sedikit ngilu saja." Jawab Ayunda lirih. Naren menunduk lalu mencium bibir sang istri dengan mesra, Ayunda juga menerima nya bahkan membalas ciuman suami nya tak kalah seperti apa yang di lakukan oleh pria itu. Setiap lumaatan yang di lakukan Naren, Ayunda juga membalas nya. Tangan pria itu juga tidak tinggal diam saja, dia meraba-raba buah ranum kesukaan nya. 


Buah kenyal yang terasa sangat pas di genggaman nya, sangat memuaskan bagi Naren. Dia menyukai buah kenyal milik istri nya yang besar, padat dan belum pernah di jamah orang lain pastinya. Dia adalah orang pertama yang menyentuh tubuh Ayunda. 


Pria itu bergerak maju mundur dengan teratur, tapi setelah beberapa menit gerakan Naren berubah menghentak dengan kuat hingga membuat Ayunda meringis. 


"Kenapa, sayang? Aku terlalu dalam menghentak nya?" Tanya Narendra, dia memang sudah sangat bernafssu, tapi faktor kenyamanan sang istri juga harus di perhitungkan. 


"Tidak kok, lanjutkan saja." Jawab Ayunda. Dia pun diam saja menerima hentakan kuat yang di lakukan suami nya, sesekali dia mendesaah keenakan saat Naren mempercepat gerakan nya. 


Hampir satu jam kemudian, Naren akhirnya mendapatkan pelepasan nya, dia mengerang nikmat dengan kepala terdongak ke atas dan kedua mata terpejam rapat. 


"Aaarghhh.." 


Setelah dia melepaskan semua kecebong nya di rahim Ayunda, pria itu ambruk menimpa tubuh polos Ayunda yang juga tengah menetralkan nafas nya. Dia juga mendapatkan klimaaks nya, bersamaan dengan Naren yang menyemburkan lahar nya. 


"Berat, Mas. Kamu bisa turun?" Tanya Ayunda, Naren pun melepaskan penyatuan nya lalu berguling ke samping sang istri. Dia menarik tubuh Ayunda dan memeluk nya, tak lupa juga dia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos. 


"Bagaimana, sayang?"


"Apa nya?"


"Rasa nya, apa nikmat atau tidak?"


"Hmmm, kalau boleh jujur ternyata rasa nya sangat nikmat, hehe." Jawab Ayunda, wajah nya langsung memerah dan dia mendusel di dada bidang Naren. 


"Hahaha, kamu kalau malu kenapa gemesin banget sih? Wajah nya merah bikin nafssu."

__ADS_1


"Isshhh, kamu kenapa mesuum sekali sih?" Tanya Ayunda sambil menggeplak manja dada bidang sang suami. Bukan nya marah atau meringis kesakitan, tapi pria itu malah tertawa. 


"Aku mesuum sama istri aku sendiri ini, memang nya kenapa? Toh gak masalah kan? Yang jadi masalah itu, kalau aku mesuum nya sama istri orang, atau sama wanita lain gitu." Jawab Naren membuat Ayunda mencebikan bibir nya. 


"Di larang mencebik seperti itu sama suami." Ucap Naren sambil mencubit gemas bibir Ayunda.


"Sakit.." Rengek Ayunda dengan manja, membuat Naren terkekeh pelan lalu mengecup bibir sang istri sekilas. 


"Maaf ya, habis nya kamu kok gemesin. Pengen aku gigit deh pipi nya, boleh?"


"Gak mau isshh.." 


"Baiklah, sayang. Aku tidak akan melakukan nya." 


"Mas, kok dia bangun lagi sih.." Lirih Ayunda, dia merasakan kalau ular cobra milik suami nya kembali menegang di bawah sana. 


"Dia masih pengen, sayang. Bolehkah?"


"Lagi?" Tanya Ayunda, padahal mereka baru saja selesai bermain satu ronde dengan durasi hampir satu jam. 


"Iya, lagi. Aku suka jepitan lubang mu, ketat sekali." Jawab Narendra. 


"Mas, jangan membuat aku malu dong."


Perempuan itu pun hanya bisa pasrah saja saat suami nya kembali menghajar nya untuk yang kedua kali nya, tapi dia juga menikmati nya. Sensasi nya benar-benar membuat dia seakan lupa diri, melakukan nya dalam keadaan sadar ternyata tidak terlalu buruk juga. 


Bahkan lebih menyenangkan, karena Narendra melakukan nya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tidak seperti hari itu, mungkin karena pengaruh obat perangsaang, membuat Naren melakukan nya dengan kasar dan brutal. 


Malam itu, kedua nya menghabiskan malam dengan bercintaa, saling berbagi kehangatan. Hingga Ayunda baru bisa tidur, tepat tengah malam. Naren tersenyum melihat wajah teduh sang istri yang sedang tertidur lelap. Wajah nya terlihat sangat kelelahan, dia terkekeh pelan. 


"Aku pasti membuat mu sangat kelelahan kan? Maaf, tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Tubuh mu terlalu candu untuk ku." Gumam Naren, dia membelai wajah cantik istri nya, lalu mengecup kening nya sekilas. Dia pun memeluk sang istri dan menyelimuti nya hingga ke pundak, dia pun ikut tidur menyusul sang istri ke alam mimpi.


Keesokan pagi nya, Ayunda terbangun lebih dulu. Dia langsung beranjak dari tidur nya, sepelan mungkin dia melepaskan tautan tangan kekar Naren di pinggang nya, agar pria itu tidak terbangun.


Berhasil, jadi Ayunda pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Ayunda memejamkan mata nya, dia sedang berendam di dalam bath up berisi air hangat. Dia menikmati sensasi nya, semalaman dia di hajar oleh Naren yang mana membuat tubuh nya sangat kelelahan dan berendam air hangat pagi-pagi sangat membantu meredakan pegal-pegal yang dia rasakan.


"Nyaman sekali berendam nya ya? Sampai ketiduran." Celetuk seseorang yang membuat Ayunda membuka kedua mata nya, dia melihat Naren ada disana dengan hanya menggunakan boxer ketat yang membalut senjata milik nya. 


"Kok bangun, Mas?"


"Hmm, kamu gak ada di pelukan Mas." Jawab Naren, dia duduk di pinggiran bath up sambil memainkan busa sabun. 


"Gerah soalnya, lengket juga bikin gak nyaman. Maaf ya, kalau aku ganggu Mas tidur."


"Tidak, sayang. Kamu tidak mengganggu sama sekali." Jawab Narendra. Dia pun mengusap pelan rambut Ayunda. 

__ADS_1


"Mau mandi?"


"Aku ingin mandi bersama mu, disini." Jawab Naren sambil tersenyum kecil. Tapi, senyuman kecil itu terlihat mencurigakan bagi Ayunda, itu terlihat seperti senyuman.. mesuum?


"Kenapa menatap ku seperti itu, sayang?"


"Mas mau modus kan? Bilang nya mandi bareng, padahal.."


"Padahal apa, hmm?" Tanya Naren sambil mengusap-usapkan busa sabun ke wajah Ayunda. 


"Mau mesuum kan?"


"Hahaha, pikiran kamu ini terlalu kotor, sayang.." Ucap Naren sambil menyentil kening Ayunda dengan gemas. 


"Tapi kan, Mas emang mesuum."


"Mesuum itu normal bagi pasangan suami istri seperti kita, sayang. Apalagi kita kan masih dalam masa-masa pengantin baru." Jelas Naren. 


"Tapi, tadi malam kan udah dua ronde." 


"Gapapa dong, satu ronde di pagi hari terdengar cukup menyenangkan." Jawab Narendra, tanpa basa basi lagi dia membuka boxer miliknya dan masuk ke dalam bath up, membuat air nya meluber keluar karena ulah Naren.


"Aawwhhss, Mas. Pelan-pelan.." Ucap Ayunda, Naren terkekeh. Dia pun menarik sang istri ke dalam pelukan nya.


"Kamu yang di atas ya, pasti enak sekali." 


"Aku gak bisa, Mas."


"Iya, anggap saja kamu sedang belajar memanjakan suami mu, sayang. Ayo." 


"Tapi.. hmmphhh.." Belum juga selesai Ayunda bicara, Naren sudah terlebih dulu melumaat bibir Ayunda, hingga dia tak bisa bicara karena bibir nya di bungkam oleh ciuman Naren yang manis itu. 


"Angkat pantaat nya, sayang." Ucap Naren, Ayunda menurut dan mengangkat sedikit pantaat nya, Naren memposisikan ular nya agar bisa masuk ke dalam sarang nya. 


"Sshhhh.." Ayunda mendesis saat dengan perlahan senjata milik sang suami memasuki milik nya. 


"Uhh, ternyata di dalam air milik mu jadi berkali lipat lebih sempit, sayang. Aku menyukai nya, aku suka sensasi nya." Ucap Naren, saat ular cobra nya tenggelam di dalam inti sang istri.


"Tapi masuk nya dalam sekali, sampai ngilu. Apa sampai rahim ya?"


"Hmm, tentu saja. Ular milik ku kan panjang dan besar, sayang. Bisa buat kamu mendesaah semalaman." Goda Naren membuat wajah Ayunda memerah karena malu. Dia pun memilih menyembunyikan wajah nya di pelukan Naren, dengan kedua tangan yang melingkar erat di leher kokoh sang suami.


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2