
"Lho, pada mau kemana udah rapih?" Tanya Melisa saat melihat putra dan menantu nya terlihat rapih.
"Ini mau beli bathrobe, Mi. Sekalian Ayu mau es krim katanya." Jawab Naren, membuat Melisa menganggukan kepala nya.
"Mami nitip beli minyak goreng ya, kebetulan sisa sedikit."
"Oke, ada yang lain lagi, Mi? Nanti sekalian ke supermarket deh." Jawab Narendra.
"Hmmm, buah-buahan aja deh."
"Yaudah, kalo gitu kita pergi dulu ya." Pamit Narendra dan langsung di angguki oleh Melisa.
"Hati-hati di jalan nya, jangan terlalu larut pulang nya."
"Siap, Mi." Jawab Naren, dia pun menggandeng tangan Ayunda ke mobil. Kedua nya pun masuk dan Naren melajukan kendaraan nya dengan kecepatan rata-rata.
"Anak-anak mau kemana itu, Mi?" Tanya Arvin saat melihat kedua pasangan pengantin itu pergi dari rumah.
"Mau beli bathrobe katanya, sekalian Ayu mau makan es krim."
"Ohh, Mami nitip buah gak? Melon Papi di kulkas habis."
"Nitip kok, tapi Mami lupa nyuruh Naren beli melon. Nanti Mami telepon aja Naren nya." Ucap Melisa sambil meletakan sepiring kue kering dan secangkir teh hangat di atas meja.
Sedangkan di mobil, hanya ada keheningan. Baik Ayunda maupun Naren, tidak ada yang bicara. Kedua nya kompak terdiam.
"Yang, kok diem aja. Kenapa?" Tanya Naren, akhirnya dia mengeluarkan suara nya juga. Jujur saja dia paling tidak suka dengan keheningan seperti ini, karena menurut nya itu akan membuat suasana terasa canggung.
"Gapapa kok, Mas."
"Kamu keringetan, kamu sakit?"
"Enggak kok, aku baik-baik saja." Jawab Ayunda, dia menahan rasa mual di perut nya. Seperti nya dia akan mabuk perjalanan, apalagi dengan aroma pengharum mobil yang membuat Ayunda semakin mual saja.
"Nanti, bisa gak ganti pengharum mobil nya?"
"Bisa, tapi yang ini memang nya kenapa, sayang?" Tanya Narendra. Pasalnya, dia baru saja mengganti pengharum mobil itu kemarin.
"Bau nya bikin aku mual, Mas."
"Ohh, kamu mabuk?"
__ADS_1
"Seperti nya begitu, kepala aku pusing. Makan yang pedes, enak kali ya?"
"Mau makan apa, sayang? Bakso?" Tawar Naren sambil menoleh sekilas ke arah dimana sang istri duduk.
"Boleh, tapi kita kan baru saja makan." Jawab Ayunda sambil terkekeh.
"Nanti saja, setelah kita berkeliling mencari barang-barang, sayang. Pasti akan membuat kita lapar, jadi kita akan mampir makan bakso nanti. Sekarang kita jajan es krim saja dulu ya?"
"Iya, Mas. Tapi bisakah ini di buang saja, aku mual." Ucap Ayunda sambil menunjuk pengharum mobil yang menggantung di dekat spion. Naren menarik nya, lalu membuang nya keluar jendela.
"Sudah, sayang."
"Terimakasih, Mas."
"Sama-sama, sayang. Ini oleskan minyak kayu putih, biar gak terlalu pusing." Ucap Naren sambil memberikan botol minyak kayu putih pada istrinya. Ayunda pun menghirup aroma menenangkan dari kayu putih itu, seketika rasa mual dan pusing di kepala nya hilang seketika.
Setelah hampir satu jam berkendara, akhirnya kedua nya sampai di sebuah mall besar yang di lengkapi dengan supermarket dalam satu area, jadi tidak perlu berkendara jauh lagi.
"Mari, sayang." Ucap Naren sambil mengulurkan tangan nya ke arah sang istri, dengan senang hati Ayunda menerima uluran tangan sang suami dan kedua nya pun berjalan sambil berpegangan tangan mesra.
"Mas, apa tempat ini selalu ramai seperti ini?" Tanya Ayunda, aneh saja. Terakhir kali saat Naren mengajak nya ke tempat ini, selalu saja ramai pengunjung. Bahkan sampai berdesak-desakan.
"Tentu, karena disini semua ada, sayang. Mari, kita cari bathrobe dulu untuk mu." Ajak Naren. Pria itu pun menarik tangan sang istri ke sebuah toko yang menyediakan bathrobe.
"Hmm, kami memerlukan bathrobe."
"Maaf, apa kalian pasangan pengantin baru?" Tanya staff itu, Naren dan Ayunda mengangguk bersamaan.
"Iya.." Jawab Naren singkat.
"Baiklah, bagaimana kalau bathrobe couple?" Tanya staff itu sambil menunjukkan beberapa model bathrobe pasangan.
"Bagus ya, kamu suka yang mana? Tidak, pilihan nya hanya hitam atau putih, itu saja." Jawab Naren, dia khawatir kalau istri nya akan memilih bathrobe berwarna merah muda. Meskipun barang itu akan di pakai sebagai handuk sehabis mandi, tapi tetap saja. Pria gagah seperti nya, ya kali memakai barang berwarna merah muda.
"Yang putih saja, Mas."
"Oke, aku ambil yang ini saja."
"Baik, Tuan. Silahkan selesaikan pembayaran nya di kasir." Jawab staff itu, Naren pun kembali menggenggam tangan Ayunda ke arah kasir untuk membayar bathrobe couple yang dia pilih.
"Sudah, lanjut kemana?" Tanya Naren lagi.
__ADS_1
"Beli es krim, boleh?"
"Boleh, sayang. Tentu saja, kita kesana ya? Es krim nya enak-enak disana." Tunjuk Narendra. Ayunda mengangguk dengan antusias, dia memang sangat menyukai makanan dingin yang terbuat dari susu itu.
Kedua nya berjalan dengan tangan yang saling bertaut mesra, sesekali Ayunda terlihat tertawa karena candaan yang di lontarkan oleh sang suami. Dunia yang selama ini Ayunda nilai kejam, sekarang semua nya berubah. Sejak kehadiran Narendra di hidup nya.
'Apa bolehkah aku besar kepala kalau menganggap suamiku sendiri mencintai ku? Bahkan aku saja ragu, apa dia memang mencintai ku? Perlakuan nya selama ini memang sangat baik, tapi apakah itu memang cinta atau dia hanya kasihan padaku dan memperlakukan mu dengan baik untuk bertanggung jawab saja?' Batin Ayunda sambil melihat ke arah wajah sang suami.
'Aku nyaman dengan Naren, aku rasa aku memang sudah jatuh hati pada nya. Apa perasaan ku ini salah? Tapi, mencintai suami sendiri tidak bisa di salahkan bukan?'
"Kenapa menatap ku seperti itu, sayang?" Tanya Naren. Dia sudah menyadari kalau sedari tadi, Ayunda selalu menatap nya. Apakah yada yang salah dengan nya? Hingga membuat Ayunda hanya terfokus pada wajah nya saja.
"Ti-tidak kok.." Jawab Ayunda sambil memalingkan wajah nya ke arah lain, jujur saja dia malu karena ketahuan memperhatikan wajah tampan suami nya sendiri.
"Kamu gak bisa bohong sama aku lho, yang. Aku udah mergokin kamu langsung, jadi kenapa?"
"K-kamu tampan, itu saja." Jawab Ayunda lirih, sambil menunduk untuk menyembunyikan wajah nya yang merona.
"Kamu baru menyadari kalau suami mu ini sangat tampan, sayang?"
"Hehe, maaf. Tapi aku baru sadar." Jawab Ayunda membuat Naren mencebikan bibir nya.
"Astaga, kamu ini. Punya suami ganteng, tajir lagi, malah baru sadar. Ada-ada saja kelakuan istri ku ini." Ucap Naren sambil mengunyel-unyel pipi tembem Ayunda.
"Aduh, sakit.."
"Maaf, habis nya kamu gemesin sih."
"Jadi gak nih beli es krim nya?"
"Jadi, sayang ku." Jawab Narendra. Dia pun menarik tangan istri nya ke toko yang menjual berbagai macam rasa es krim.
"Kamu mau rasa apa, sayang?"
"Coklat, stroberi sama vanilla, Mas."
"Di gabung gitu jadi satu cup?" Tanya pria itu lagi. Ayunda menganggukan kepala nya, Naren pun tersenyum lalu mengacak pelan puncak rambut istrinya lalu pergi mengantri bersama pembeli lain nya.
"Ayu.."
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻