Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 28 - Memasak Bersama


__ADS_3

"Sayang, kita makan yuk?" Ajak Melisa pada Ayunda.


"Dia pinter masak lho, Ma. Masakan nya enak-enak." Celetuk Narendra sambil tersenyum kecil, membuat Ayunda refleks menggeplak manja lengan pria itu karena malu mendengar pujian pria itu pada nya, apalagi dia mengatakan nya di depan kedua orang tua nya. 


"Benarkah? Wah, ayo bantuin Mami masak kalau begitu. Boleh?"


"Tentu saja, boleh Mi." Jawab Ayunda lirih, dia tersenyum malu-malu pada wanita itu. Melisa pun menarik gadis itu ke dapur. 


Kedua nya memasak bersama, tadi Melisa sudah memasak untuk makan malam, tapi saat putra nya kembali mengatakan kalau Ayunda pandai memasak, dia memilih untuk memasak lagi agar hubungan nya dengan gadis ini tidak terlalu canggung lagi, mengingat ini adalah pertemuan pertama mereka.


"Kamu biasa memasak untuk Naren?"


"Iya, Mi. Soalnya dia minta sarapan, terus di bekelin juga." Jelas Ayunda pelan, dia sedang mencuci sayuran di wastafel dengan air mengalir. 


"Benarkah? Padahal di rumah, Naren paling anti kalau Mami mau ngasih dia bekal." 


"Benarkah, Mi?" Tanya Ayunda, Melisa menganggukan kepala nya lalu tersenyum.


"Iya, Mami serius. Dia yang selalu nolak, katanya dia sudah besar jadi gak usah ngasih bekal." 


"Tapi sama Ayu, dia sendiri yang minta kok, Mi." Ucap Ayunda, membuat Melisa terkekeh.


"Tidak apa-apa, berarti dia memang sangat menyukai masakan kamu. Sekarang kamu tinggal dimana?" Tanya Melisa. 

__ADS_1


"Di apartemen nya Naren, Mi. Awalnya Ayu ngekost sama teman, tapi setelah kejadian itu, Naren maksa Ayu buat tinggal di apartemen dia. Katanya di kost an itu gak aman karena kostan nya campur." 


"Iya, kamu gak bakalan aman kalau tinggal di kost seperti itu." Ucap Melisa, dia setuju dengan apa yang di lakukan oleh putra nya untuk menjaga calon istrinya. Syukurlah kalau Ayunda tinggal di apartemen Naren, setidaknya keamanan dan kenyamanan gadis itu terjamin.


"Mi, ini mau di masak seperti apa?"


"Terserah kamu saja." Jawab Melisa, dia ingin melihat dan juga merasakan sendiri masakan calon menantu nya, apa memang seenak yang di ucapkan oleh putra nya? 


Akhirnya, Ayunda pun memasak capcai seafood saja, dengan udang dan cumi-cumi. Gadis itu memasak dengan terampil, membuat Melisa tersenyum. Benar, seperti yang di katakan oleh putra nya kalau Ayunda memang bisa memasak. 


"Cobain dulu, Mi. Kalau ada yang kurang, kasih tahu sama Ayu." 


Dia pun menyendok kuah capcai itu dan mencoba nya, Ayunda tersenyum kecil. Dia gugup sendiri saat wanita itu mencoba masakan nya. 


"Terimakasih, Mi." 


"Sama-sama, sayang. Kamu panggilin Papi sama Naren dulu, suruh kesini makan ya."


"I-iya, Mi." Jawab Ayunda. Jujur saja dia merasa gugup saat melihat wajah datar Arvin, calon papa mertua nya. Tapi, dia merasa tidak enak jika harus menolak permintaan calon mama mertua nya juga.


"Pi, kata Mami ke ruang makan sekarang. Makan malam sudah siap." 


"Hmm, ya duluan saja." Jawab Arvin, dia masih ingin bicara dengan putra nya.

__ADS_1


"Baik." Ayunda pun kembali pergi ke dapur. Di ruang tamu itu, terjadi perdebatan antara ayah dan anak itu. 


"Jadi, apa rencana mu ke depan nya?" Tanya Arvin sambil menatap tajam putra nya.


"Bukan nya Papi sudah tahu, aku akan menikahi Ayunda." Jawab Naren.


"Setelah kau menikahi nya?"


"Aku akan memperlakukan nya seperti layaknya istri dan suami, itu saja."


"Bagaimana dengan Trisa?" Tanya Arvin membuat Naren membulatkan kedua mata nya.


"Kenapa menanyakan hal tidak penting? Bukan nya Papi tidak suka dengan Trisa?"


"Tentu, Papi sangat tidak menyukai gadis itu, Naren. Tapi, sekarang Papi hanya ingin memastikan sesuatu. Bagaimana jika wanita itu kembali datang padamu, setelah kau menikah dengan Ayunda?" Tanya Arvin dengan serius. 


"Ya biarkan saja, memang nya aku harus apa? Itu tidak penting lagi bagiku." 


"Kau yakin? Tapi aku saja tidak yakin, kau akan tidak peduli kalau wanita itu kembali datang. Kau belum move on dari wanita itu bukan? Bagaimana kalau hati mu malah berpaut lagi pada wanita itu, Naren?" Tanya Arvin.


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2