Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 160 - Ngidam Lagi


__ADS_3

Hari ini, Ayunda dan Narendra pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya. Pasangan suami istri itu nampak sangat antusias, mereka tidak sabar untuk bertemu dengan buah hati mereka. Kedua nya sama-sama menantikan kehadiran sang buah hati di antara mereka. 


Naren mengemudikan kendaraan nya dengan kecepatan rata-rata, wanita itu juga duduk manis di samping sang suami sambil melihat pemandangan pagi hari yang nampak sangat sejuk, namun namanya di kota, mau pagi, siang atau pun malam, selalu saja ramai. 


"Mas, jajan dulu. Laper deh.."


"Laper? Tapi kan kamu baru aja makan sama ayam goreng di rumah, sayang." Jawab Narendra. Belum ada satu jam dari Ayunda sarapan dan sekarang dia sudah mengeluh lapar dan ingin jajan. 


"Mana aku tahu, tanyain aja perut aku kenapa dia lapar terus." Jawab Ayunda dengan nada kesalnya. 


"Yaudah, mau nya jajan apa, sayang?" Tanya Narendra lagi. 


"Apa aja deh, pengen yang manis-manis."


"Gimana kalau kue cubit." Usul Narendra. Tapi sepertinya dia salah menyarankan, di pagi hari seperti ini tukang kue cubit nya juga belum berjualan. Repot nanti kalau semisal Ayunda mengiyakan tapi ternyata tukang kue cubit nya tutup. 

__ADS_1


"Nggak deh, pengen yang lain."


"Yaudah, kamu lihat-lihat aja. Kalau ada yang kamu pengen, bilang sama Mas. Oke?"


"Oke, Mas." Jawab Ayunda sambil tersenyum antusias. Hingga beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Narendra melewati sebuah toko donat. Toko nya nampak sangat ramai, ada banyak orang yang mengantri termasuk ojek online yang mengantri untuk membelikan makanan pelanggan mereka. 


Tiba-tiba saja, Ayunda ingin makan donat. Padahal biasanya dia tidak terlalu suka dengan donat, dia lebih suka cookies atau kue kering lainnya. Tapi sekarang, dia ingin makan donat. Membayangkan nya saja membuat air liur nya banjir.


"Mas, mau donat disana." Ucap Ayunda sambil menunjuk toko donat itu. 


"Gapapa kok, Mas." Jawab Ayunda lagi. 


"Kamu tunggu di mobil aja ya? Mas yang ngantri. Oke?"


"Gak mau, Ayu mau ikut biar bisa milih sendiri." Jawab Ayunda, membuat Narendra menghela nafas nya dengan berat. Namanya juga bumil, keinginan nya pasti agak aneh-aneh. Tapi masih mending ngidam pengen makan donat dari pada ngidam yang lain. 

__ADS_1


"Yaudah iya.." Jawab Naren dengan pasrah, dia pun menepikan kendaraan nya di pinggir jalan, lalu keduanya pun keluar dari dalam mobil. Narendra langsung menggenggam tangan Ayunda dengan erat, keduanya berjalan dengan perlahan karena usia kandungan Ayunda yang sudah menginjak usia ke enam bulan pun membuatnya agak kesulitan berjalan. 


Terlebih, kehamilan Ayunda terlihat sedikit kurang wajar. Bagaimana bisa hamil enam bulan tapi perut Ayunda sudah sangat buncit seperti orang hamil sembilan bulan? Itulah yang membuat keduanya yakin untuk memeriksakan kehamilan mereka ke dokter kandungan secara langsung. Karena selama ini, Narendra dan Ayunda selalu menunda untuk pemeriksaan dan hanya memanggil dokter itu ke rumah. 


Tentu nya, pemeriksaan di rumah dan di rumah sakit jauh berbeda. Jika di rumah hanya melakukan pemeriksaan sederhana dengan menggunakan alat seadanya. Berbeda jika di rumah sakit, semua nya serba ada. Maka dari itu, dokter menyarankan agar Ayunda di periksa ke rumah sakit agar kelihatan apakah ini kehamilan wajar atau tidak. 


Kedua nya masuk ke toko donat itu dan Ayunda langsung memilih selusin donat berbagai macam rasa, wanita hamil itu tampak sangat antusias. Setelah beberapa menit, akhirnya mereka mendapatkan donat nya. Pasangan itu pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit. 


Ayunda memakan donat nya dengan lahap, sesekali dia menyuapi sang suami yang sedang fokus mengemudi. Dia sangat bahagia karena selama hamil, Ayunda tidak mengalami perubahan dalam selera makan. Dia selalu makan dengan lahap dan banyak, namun saat usia kehamilan nya belum empat bulan, dia terus saja mengalami morning sickness yang membuat Naren khawatir akan kondisi kesehatan sang istri.


Tapi untung nya, Ayunda mengalami gejala morning sickness yang masih berada di tahap wajar. Jadi Narendra bisa sedikit tenang, meskipun begitu dia tetap saja menjaga istrinya secara protektif. Kalau tidak, dia bisa saja kehilangan buah hati nya untuk yang kedua kalinya dan Narendra tidak ingin hal itu terjadi.


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2