Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 38 - Mau Mencoba nya Dalam Keadaan Sadar?


__ADS_3

"Ya, dulu Papi membuat sebuah kesalahan."


"Kesalahan seperti apa? Kalau kakek masih mengingat nya sampai sekarang, itu artinya kesalahan itu benar-benar fatal kan?" Tanya Narendra lagi, Arvin menganggukan kepala nya pelan.


"Kamu tahu, Papi merebut Mami dari pria lain dulu."


"H-ahh? Tunggu-tunggu, ini terdengar tidak masuk akal, Pi." Ucap Narendra, dia benar-benar terkejut saat mendengar ucapan sang Papi. Dia malah terlihat tidak percaya dengan apa yang dia dengar. 


"Tapi itu kenyataan nya, Boy. Kami membangun hubungan di belakang seorang pria yang saat itu masih berstatus suami dari Mami mu."


"Astaga, Papi. Ini benar-benar mengejutkan untuk ku. Apa Papi mengarang semua ini?" Tanya Narendra, dia masih belum percaya dengan yang dia dengar. 


"Tidak, Papi bukan seorang pengarang. Ini benar-benar terjadi di masa lalu." 


"Ini sangat mengejutkan.." Lirih Narendra sambil memijit pangkal alis nya dengan perlahan, mendengar hal ini membuat kepala nya terasa pusing. 


"Papi menikahi Mami mu saat dia sedang mengandung mu 4 bulan, Boy."


"What? Sejauh itu, Pi?" Tanya Naren lagi. Arvin menganggukan kepala nya, Naren bersandar di sofa. Rasanya ini benar-benar membuat tubuh nya lemas, kok bisa Papi nya yang selama ini menjadi panutan nya melakukan kesalahan sebesar ini?


"Iya, tapi Papi punya alasan yang kuat kenapa Papi bisa nekat melakukan nya."


"Apapun alasan nya, bukankah penghianatan itu tidak pernah bisa di benarkan, Pi? Itu yang Papi selalu ajarkan pada ku."


"Ya benar, karena Papi tidak ingin kamu menjadi seperti Papi." Jawab Arvin, dia pun menjelaskan semua nya dari awal pertemuan nya dengan Melisa, lalu perlakuan suami Melisa yang benar-benar kejam dan tidak manusiawi, lalu mereka menjalin hubungan dan akhirnya mereka menikah dan hubungan itu bertahan hingga saat ini. 


"Maaf karena kamu harus mengetahui hal ini sekarang, Boy. Tapi lagi-lagi, Papi punya alasan kenapa tidak menceritakan hal ini sedari awal." Jelas Arvin.


"Jadi Mami menikah karena perjodohan lalu.."


"Ya, seperti yang Papi jelaskan pada mu, Boy. Itu semua real, tidak ada settingan apapun." Jelas Arvin lagi. Akhirnya, Naren pun paham setelan mendengar penjelasan Papi nya. Kalau begini, ya dia juga tidak bisa menyalahkan sang papi sepenuh nya. 


"Kok belum ke kamar?" Tanya Melisa. 


"Eehh, iya belum, Mi."

__ADS_1


"Sana susulin istri mu, ini malam pertama kalian kan?" Ucap Melisa sambil tersenyum kecil.


"Iya, Mi."


"Bikinin kami cucu yang lucu ya, Boy." Goda Melisa membuat Naren terkekeh.


"Siap laksanakan, Mi." Jawab Naren, dia pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar nya dengan meniti satu persatu anak tangga secara perlahan.


"Papi.."


"Tidak apa-apa, dia berhak tahu masa lalu kita, Mi. Papi yakin kalau Naren sudah dewasa untuk bisa menilai dan menyikapi hal ini." Jelas Arvin, Melisa menganggukan kepala nya. Dia juga harus bisa mempercayai kalau putra nya itu akan bersikap sebijak mungkin.


Di kamar, Ayunda sedang menunggu dengan harap-harap cemas. Dengan pakaian tipis yang menerawang, dia berjalan mondar mandir kesana kemari seperti setrikaan. 


"Duh, ini kok aku deg-degan gini ya? Terus Naren kenapa gak ke kamar juga, apa dia tidur di kamar lain ya?" Gumam Ayunda sambil menggigiti kuku nya. 


Krieett..


Pintu kamar terbuka, menampilkan wajah Darren yang terlihat terkejut dengan kedua mata yang membulat. Begitu juga dengan Ayunda, dia terkejut karena Naren masuk ke kamar secara tiba-tiba. Aneh bukan? Sedari tadi dia menunggu suami nya masuk ke kamar, tapi setelah pria itu datang, dia malah mematung saking terkejut nya. 


"A-aku.."


"Ingin menggoda ku, Baby?"


"Ti-tidak kok.."


"Lalu? Kenapa memakai pakaian setipis ini sekarang? Bahkan saking tipis nya, dalamaan mu sampai terlihat, sayang." Ucap Naren, mata nya tak lepas dari tubuh Ayunda sedikit pun. Dia fokus menatap kecantikan dan kemolekan tubuh istri nya yang sangat indah, sungguh ini benar-benar pemandangan yang sangat indah. 


"Di suruh siapa pakai baju begituan?" 


"H-ahh? Enggak kok, tadi aku nemu pakaian ini di lemari." Jawab Ayunda, membuat Naren terkekeh. 


"Jangan bohong, sayang."


"Iya iya, ini pakaian dari Mami." Jawab Ayunda. 

__ADS_1


"Sudah aku duga, ini pasti perbuatan Mami." Gumam Naren. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan sang mami, karena dia berpikir kalau ini adalah malam pertama mereka, jadi setidaknya harus ada sesuatu yang menantang.


"Apa kamu berpikir apa akibat nya karena memakai pakaian seperti ini di depan ku, sayang?" Tanya Naren. Ayunda menundukkan kepala nya sambil memilin ujung lingerie yang dia kenakan. 


"Aku tahu.."


"Jadi, kamu ingin kita melakukan nya malam ini?" 


"Kenapa tidak? Kita berdua sudah menikah bukan? Jadi, aku rasa tidak ada salah nya kalau kita melakukan itu kan?" Tanya Ayunda, wajah nya memerah seperti kepiting rebus, menggemaskan sekali bagi Naren. Dia pun mengangkat dagu Ayunda, membuat kedua mata bulat perempuan itu menatap ke arah nya. 


"Wajah mu memerah, apa kamu malu?"


"Se-dikit." Jawab Ayunda terbata. 


"Tidak perlu malu, karena aku sudah melihat semua nya, bahkan pernah merasakan nya." 


"Tapi waktu itu kan, kita sama-sama tidak sadar." Jelas Ayunda, membuat Naren terkekeh. Benar juga, hari itu dia hanya mengikuti naluri kelelakian nya yang meminta di tuntaskan. Tanpa mempedulikan seperti apa reaksi gadis itu saat bangun dalam keadaan yang cukup memperihatinkan, bahkan kehormatan nya sudah hilang karena dia merenggut nya secara paksa. Itu semua gara-gara pengaruh obat sialan itu dan jebakan yang membuat dirinya tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri. 


"Iya, kamu benar. Jadi kamu mau mencoba nya disaat kita sama-sama sadar, sayang?"


"Baiklah, mari kita lakukan." Jawab Ayunda. Naren tersenyum, dia memeluk Ayunda dan menyusupkan salah satu tangan nya ke belakang tengkuk Ayunda dan menarik nya, dia mencium bibir sang istri dengan lembut. Ayunda juga menerima nya dengan kedua mata yang terpejam, Naren mengambil kedua tangan Ayunda dan melingkarkan tangan istrinya ke leher nya. 


Naren mendorong sedikit tubuh istri nya hingga tubuh Ayunda oleng dan terjatuh di atas ranjang dengan Narendra yang berada di atas tubuh Ayunda tanpa melepaskan ciuman mereka. 


Pria itu membuka pakaian tipis sang istri beserta dalamaan nya juga, hingga tubuh sang istri polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh nya. Naren beranjak dari tubuh Ayunda, dia juga melucuti pakaian nya dengan cepat, hingga kedua nya sama-sama polos sekarang. 


Wajah Ayunda merona saat melihat sebuah benda yang berdiri tegak di bawah sana, ukuran nya luar biasa besar nya seperti terong ungu. Tiba-tiba saja, Ayunda berpikir apakah benda itu bisa masuk ke dalam inti tubuh nya? Dia merasa ragu apakah itu akan bisa masuk ke dalam miliknya?


"Sayang.."


"Iya, kenapa?" Tanya Naren, dia sedang asik bermain dengan gumpalan lemak yang ada di dada Ayunda dengaj menyedot-nyedoot puncak kecoklatan nya seperti bayi yang sedang menyusu. 


"Apa benda itu akan bisa masuk ke dalam milik ku?"


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2