
Setelah selesai dengan acara makan malam bersama, saat ini Ayunda dan anggota keluarga yang lain nya sedang duduk di ruang tamu, berkumpul sambil mengobrol ringan seputar pekerjaan.
Tapi, mereka malah salah fokus saat melihat adegan uwu yang di suguhkan oleh pasangan baru itu, siapa lagi kalau bukan Ayunda dan Naren yang tidak lagi sungkan untuk menunjukkan kemesraan mereka di depan ketiga orang yang ada disini.
Maklum saja, kedua nya baru saja menikah. Jadi, bisa di bilang lagi hangat-hangat nya sebagai pasutri.
"Aku boleh nyobain ini gak, Mas?" Tanya Ayunda saat melihat Narendra sedang memakan salad buah yang tadi di buat oleh Melisa.
"Boleh, sayang. Sini aku suapin." Jawab Naren, Ayunda tersenyum kecil lalu dia menyuapi istri nya dengan salad buah yang sedang dia makan.
"Enak kan?" Tanya Narendra saat melihat Ayunda mengunyah salad buah nya dengan perlahan.
"Iya, ini enak sekali." Ayunda menganggukan kepala nya dengan cepat. Benar, rasa salad buah buatan sang Mami mertua memang sangat enak. Rasanya ingin terus makan lagi dan lagi.
"Kamu suka?"
"Suka sekali."
"Ya sudah, pegang ini dan makan. Tapi sesekali suapi aku ya?" Pinta Narendra sambil mengacak rambut Ayunda dengan gemas. Dia juga mencubit kecil pipi tembem sang istri saking gemas nya.
__ADS_1
"Iya, terimakasih, Mas." Jawab Ayunda. Dia pun memakan salad buah yang harus nya milik Naren itu dengan lahap, sesekali dia juga menyuapi suami nya yang sedang mengobrol serius tentang bisnis.
Ayunda yang sama sekali tidak mengerti tentang dunia bisnis atau apalah itu, hanya diam saja menyimak obrolan itu tanpa berniat untuk menimbrung pembicaraan ketiga pria itu.
"Bagaimana pekerjaan mu di kantor, Ren?" Tanya sang kakek. Narendra menganggukan kepala nya.
"Semua nya lancar, hanya saja aku sedikit kewalahan dengan pekerjaan yang selalu menggunung saja setiap hari nya."
"Lembur aja sih." Celetuk Arvin, dia juga sibuk dengan mangkuk salad buah nya.
"Dih, lembur mah di rumah aja sama istri di kamar." Jawab Narendra sambil terkekeh.
"Hmm, tapi dia nya juga doyan. Jadi gimana?" Tanya Narendra yang membuat wajah Ayunda memerah, seperti kepiting rebus.
"Ohh, begitu ya? Gapapa kalau doyan, berarti cucu buat Mami udah di proses kan?"
"Udah kok, Mi. Tinggal nunggu hasil nya aja, tenang aja Mi." Jawab Naren sambil tertawa seolah tanpa dosa sama sekali padahal dia sudah membuat istri nya merasa malu. Kalau Naren yang memang pada dasar nya, agak sedikit tidak tahu malu itu terlihat acuh saja saat melihat istrinya mendelik ke arah nya.
Menyebalkan bukan? Tapi sayang nya, semenyebalkan apapun seorang Narendra, akan kalah dengan cool vibes dan wajah tampan nya. Padahal kalau di rumah ya dia menjelma menjadi pria pecicilan yang sering kali menguras emosi.
__ADS_1
"A-aku ke kamar duluan." Pamit Ayunda sambil membawa botol susu coklat ke kamar untuk meminum nya, selain karena Mami mertua nya mengatakan kalau Naren suka susu coklat, Ayu juga menyukai susu coklat di banding yang putih.
"Nah tuh, sana susulin udah di kodein." Celetuk Arvin membuat Naren terkekeh lalu beranjak dari duduk nya dan menyusul istri nya ke kamar.
Narendra membuka pintu kamar dengan perlahan, dia melihat Ayunda sedang duduk sambil menikmati secangkir susu coklat.
"Susu coklat? Suka nyusu ternyata, aku kira kamu lebih di susu." Celetuk Narendra membuat Ayunda menoleh dengan delikan sebal nya. Tapi lagi-lagi, Naren terlihat tidak peduli, dia malah tertawa melihat ekspresi sang istri.
"Kata Mami, kamu suka susu coklat ya?" Tanya Ayunda. Narendra mendekat ke arah sang istri, dia mengungkung istri nya yang sedang duduk di atas ranjang dengan kedua tangan besar nya, membuat Ayunda mau tak mau harus mendongak menatap wajah tampan sang suami.
"Yes, itu benar. Tapi sekarang, aku lebih suka susu dari sumber nya langsung."
"Hmm?"
"Aku suka mendaki bukit kembar untuk bisa menyusu."
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1