Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 83 - Kejutan yang Mengharukan


__ADS_3

Sore hari nya, Ayunda dan Naren pun meminta Melisa dan Arvin untuk berkumpul di ruang tengah. Kedua nya pun terheran-heran di buat nya, mereka benar-benar bingung. Kira-kira, apa yang ingin putra dan menantu nya bicarakan, karena di lihat dari ekspresi dan cara mereka meminta untuk berkumpul di ruang tamu itu terlihat cukup serius.


"Jadi, ada apa?" Tanya Arvin. 


"Iya, ada apa? Apa ada masalah? Kalian bertengkar atau semacam nya? Di lihat dari wajah Naren, terlihat sangat serius." Ucap Melisa membuat kedua nya saling menatap lalu tertawa begitu mendengar ucapan sang Mami.


"Enggak kok, Mi. Mana ada kita bertengkar, gak ada tuh. Kami baik-baik saja, bahkan sangat baik." Jawab Narendra sambil tersenyum kecil.


"Jadi, kenapa kamu meminta kami berkumpul disini kalau kalian tidak ada masalah?" Tanya Arvin serius. Narendra tersenyum kecil, Papi nya selalu saja bertindak terburu-buru seperti ini.


"Sabar dulu dong, Pi."


"Kebiasaan ya kamu, suka bertele-tele. Cepat, jangan bikin kami berdua berpikiran yang tidak-tidak tentang kalian berdua!" Tegas Arvin. Narendra mengeluarkan sebuah kotak dengan hiasan pita yang di ikat dengan rapih dan cantik. Kedua nya kompak saling melempar tatapan lalu kembali menatap ke arah pasangan yang sama-sama menyunggingkan senyuman manis mereka. 


"Ini kejutan buat Mami sama Papi, di terima ya. Naren jamin, kalian pasti bakalan terkejut." Ucap Narendra, dia meletakan kotak itu di atas meja. Arvin mengambil nya lalu bersiap untuk membuka nya, tapi Melisa lebih dulu merebut kotak nya dan segera membuka nya. 


Di dalam kotak itu, ada sebuah pakaian bayi dengan sebuah testpack dengan dua garis merah yang jelas, lalu sebuah foto kecil hasil USG tadi. Juga sebuah kertas bertuliskan..

__ADS_1


'Hallo Grandma, Grandpa, i'm coming.' 


Melisa menatap Ayunda dengan kedua mata berkaca-kaca, dia dengan jelas tahu apa artinya dari semua ini. Ayunda tengah mengandung saat ini, mengandung cucu keluarga Sanjaya. 


"Kemarilah, sayang.." Ucap Melisa. Ayunda pun dengan cepat mendekat dan wanita paruh baya itu langsung memeluk nya, mendekap nya dengan erat dan mengusap punggung menantu nya dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih banyak, sayang. Mami sangat terkejut sekaligus terharu dengan kejutan yang kamu berikan, kamu berhasil memberikan kejutan yang sangat berharga untuk Mami. Terimakasih, sayang." Ucap Melisa sambil menangis. 


"Mami kok nangis?" Tanya Ayunda, dia melerai pelukan nya dan mengusap air mata yang menganak sungai di mata mami mertua nya dengan menggunakan ibu jari nya.


"Dua bulan, Mi." Jawab Ayunda lirih sambil tersenyum kecil.


"Dua bulan? Tapi kalian menikah belum ada satu bulan.." Ucap Arvin, seperti nya dia lupa kalau sebelum menikah, Narendra sudah melakukan nya terlebih dulu.


"Papi, kan Naren udah.."


"Aahh ya, Papi lupa. Maaf, sayang." Ucap Arvin, Ayunda menganggukan kepala nya. Tidak apa-apa, tidak masalah sama sekali. Kalau mertua nya meragukan dirinya pun rasanya tidak masalah, karena memang mereka belum menikah selama itu, tapi dia sudah hamil delapan minggu alias dua bulan. Tapi, perhitungan usia kehamilan kan selalu berdasarkan kapan menstruasi terakhir. Jadi tidak masalah. 

__ADS_1


Lagipun, Narendra tidak meragukan kehamilan Ayunda karena dia sudah melakukan hal itu duluan sebelum mereka menikah. Bisa di bilang, mereka menikah karena kecelakaan. 


"Sayang, jaga baik-baik kehamilan kamu ya?" Ucap Melisa sambil mengusap perut Ayunda dengan lembut.


"Tentu saja, Mi. Ayu pasti akan menjaga janin ini dengan baik."


"Mami senang sekali mendengar kalau kamu sudah hamil sekarang ini, selamat ya.."


"Terimakasih, Mami. Ayu juga gak nyangka kalau bakalan hamil secepat ini." Ucap Ayunda sambil tersenyum kecil, dia menundukkan kepala nya lalu mengusap perut nya. 


Di perut nya, di dalam sana ada kehidupan lain disana. Ada janin yang bertumbuh kembang disana, Ayunda merasa bahagia karena dia bisa mengandung buah cinta nya bersama sang suami, Narendra. Tidak masalah bagaimana awal mereka bertemu hingga memutuskan untuk menikah, tapi mereka harus berjuang untuk tetap mampu mempertahankan rumah tangga ini jangan sampai ada keretakan nanti nya, apalagi setelah kehadiran wanita dari masa lalu suami nya, Trisa.


'Apapun caranya, aku berjanji untuk tetap mempertahankan suami ku, kecuali dia yang meminta aku untuk pergi.' 


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2