Cinta Mita

Cinta Mita
Prolog


__ADS_3

''Bu, tugas Ibu dan Bapak sudah selesai menyekolahkan Mita sampai SMA. Mita pengen kuliah, tapi Ibu Bapak ngga perlu memikirkan biaya kuliah Mita. Biar Mita yang cari sendiri.'' Ucap Mita kepada ibunya tatkala meminta izin untuk kuliah.


Ibu terlihat menyeka air yang terjatuh ke pipi nya mendengar anak gadisnya mengatakan itu. Mungkin keluarganya bukan keluarga yang miskin, tapi untuk kuliah rasanya terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi adiknya akan masuk SMK.


Dia lah Mita, seorang anak yang sadar dengan kemampuan orangtua nya namun dia mempunyai semangat dan kedewasaan yang tidak banyak dimiliki anak seusia nya. Mungkin Mita salah satu contoh anak yang terdewasakan oleh keadaan. Ibarat panci presto, semakin tinggi tekanannya semakin cepat matangnya. Salah satu potret anak negeri yang pintar namun memiliki keterbatasan finansial untuk mewujudkan cita-citanya.


''Biarlah aku mandi keringat hari ini untuk masa depanku, daripada aku harus mandi airmata di kemudian hari.'' Tekadnya bulat.

__ADS_1


Dia sadar, jalan yang dia ambil tak akan mudah tapi dia yakin bahwa dia mampu mewujudkan keinginannya. Dia teringat perkataan teman SMA nya yaitu Guntur yang pernah berkata ''Aku salut sama kamu, sadar ataupun nggak apapun keinginan kamu, kamu pasti bisa mewujudkannya Mit. Awal masuk SMA dulu, kamu pernah bilang mau masuk SMA ini karena disini perempuan bisa jadi ketua OSIS. Sekarang liat, kamu terpilih jadi ketua OSIS Mit'' Mita tersenyum mengingatnya, itu salah satu motivasi nya untuk terus berusaha mewujudkan keinginannya. ''Thanks Guntur, ucapanmu jadi doa dan penyemangat untukku.'' ucapnya dalam hati.


Sejak kelas sebelas, Mita sering keluar masuk ruang BK. Bukan karena tersangkut masalah, tapi karena konsultasi dengan guru BK mencari info beasiswa untuk kuliah. Hingga akhirnya dia mendapatkan beasiswa kuliah dari negara bahkan dia mendapatkan orangtua asuh yang akan membiayai uang kuliah yang tidak di cover oleh negara. Sehingga dia bisa kuliah dengan tenang. Mulai dari uang masuk kuliah, SPP semesteran, buku, fieldtrip hingga biaya sewa kosan dan biaya bulanan dia tidak perlu memikirkannya lagi. Dia sangat bersyukur akhirnya bisa kuliah.


Namun siapa sangka, saat dia fokus kuliah di sisi lain ada hati yang jatuh padanya. Pemilik hati itu adalah Rama, seorang konsultan keuangan muda anak dari orangtua angkat Mita yang seorang dosen dan dokter spesialis jantung. Jika bagi sebagian orang lain melihat berseminya sakura di Jepang adalah suatu keindahan, bagi Rama berada di dekat Mita sudah menjadi keindahan yang membahagiakan untuknya.


''Siapalah aku jika harus disandingkan denganmu Ram.'' Mita yang tidak pernah pesimis dengan keadaan, dengan Rama dia merasa kecil, kecil yang sangat kecil. Bahkan terlalu kecil untuk terlihat. Dengan kenyataan ini, akankah kisah cintaku dengan Rama akan bahagia?

__ADS_1


*****


By the way anyway busway, kalau tidak merepotkan aku tunggu komen, like, dan support kalian ya karena aku penulis pemula disini 🌺🌺


Bisa juga berteman di dunia per-instagram an dengan follow Instagram aku @shintaandrika dm aku biar aku follow back πŸ€—πŸ€—


Semoga kita bisa berkawan rapat 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2