Cinta Mita

Cinta Mita
Resign


__ADS_3

Rama


Surat permohonan resign yang sudah diajukan dua minggu lalu sudah disetujui oleh HRD sehingga hari ini menjadi hari terakhirnya berada di kantor tersebut. Karena ia memiliki posisi cukup penting sehingga waktu penyetujuan resign nya lumayan memakan waktu.


Kantor yang empat tahun terakhir ini menjadi tempatnya bekerja, mencari pengalaman, bertemu dengan orang baru, bahkan bertemu dengan teman lamanya saat SMP dulu yaitu Andri. Mungkin ia akan merindukan suasana disini.


''Main sama dedek gemes ketularan jadi mahasiswa juga lu Dut.''


''Stop ngomong gitu. Ini gua resign salah satunya karena lu juga pertimbangannya.''


''Sorry.'' Andri cengengesan


''Tapi serius, dia tuh muka-muka nya mirip lu Dut. Emang itu anak aura nya mantep bener. Wajar sih lu terkapar-kapar gitu.'' lanjutnya meyakinkan.


''Anjay terkapar. Ayan kali gua.''


Ia tergelak mendengar perumpamaan dari Andri sambil menirukan orang yang kejang-kejang.


''Jatuh cinta bikin lu ga jelas.''


''Sama lah kaya lu.''


Ia membereskan meja kerja nya yang beberapa jam lagi akan ia tinggalkan, lalu membereskan beberapa barang pribadinya ke dalam kardus.


''Gimana ceritanya lu bisa kenal itu anak?''


''Itu anak, itu anak. Lu manggil orang ngga ada enak-enaknya.'' ia protes dengan sebutan yang ia anggap kurang sopan untuk Mita.


''Yailah, lu kaya duit basah trus di setrika!''


Andri pun duduk di kursi tepat dihadapannya.


''Kenapa emang duit basah di setrika? Nggak ada kerjaan.''


''Kaku anjay!'' jawab Andri ngegas.


''Kirain kanebo kering doang yang kaku. Duit juga bisa?'' Ia pura-pura menyerngitkan dahi.


''Dih, tambah-tambah ngga jelas ini anak. Temenan sama gua bertahun-tahun, ketularan nggak jelas nya baru sekarang pas falling in love. Kemana aja lu? Setelah ketularan nggak jelas aya gua trus lu mau resign? Rasanya kaya ditinggal pas sayang-sayangnya. ''


Mau tak mau ia pun menceritakan awal pertemuan dengan Mita saat di rumah nya beberapa waktu lalu. Andri pun terkejut.


''Sinting berani banget lu, naksir anak asuh nyokap lu. Nyokap lu udah tau?''


Ia pun menggeleng.


''Kalau tau bisa murka nyokap lu Dut.''


''Mimpi apa tuh emaknya Mita, lu bisa jatuh cinta ke anaknya.''


''Maksud lu?'' suaranya meninggi

__ADS_1


''Sorry nggak ada maksud apa-apa.'' Andri mengangkat kedua tangannya ke depan dada, salah ucap jadi merasa tidak enak.


''Makanya mulut tuh pakein filter.''


''Oke ntar gua ke matrial. Saran gua nih Dut...''


''Gua ngga butuh saran lu.'' dengan santai ia mengangkat kardus yang sudah terisi penuh barang pribadinya meninggalkan Andri yang seperti kambing conge.


''Kamprettttt.''


Keluar dari ruangnya, ia pun berdiri di hadapan rekan-rekan karyawan lainnya masih masih berkutat dengan pekerjaan masing-masing.


''Guys, pulang kantor gua traktir di okuzono. Dateng ya semuanya.''


''Wih mantep nih, bos yang hajat mah ngga kaleng-kaleng.''


Beberapa suara terdengar senang akan di traktir di japanese dining restaurant hits tersebut.


Cuaca siang ini cukup panas, membuatnya buru-buru masuk mobil lalu menyalakan AC. Dengam gesit ia pun mengemudikan mobilnya ke arah Palmerah. Masih jam 11.40 pikirnya, ia bisa pulang dulu ke rumah. Sebelum nanti sore bertemu teman-teman kantornya mungkin untuk yang terakhir kali.


Sesampainya di rumah ternyata mobil Mama sudah terparkir di garasi.


''Udah pulang Pak?''


Ada Pak Karman yang sedang duduk-duduk si selasar rumah.


''Iya den, Ibu kurang enak badan katanya.''


Ia pun pamit ke dalam. Ruang keluarga terlihat sepi. Sejak Sena berangkat ke Bandung, rumah menjadi lebih sepi.


''Ma, udah pulang?''


Tak ada jawaban, mungkin sedang tidur. Ia pun pergi ke dapur hendak minum, tak ingin menggangu istirahatnya.


''Bi, Mama kurang sehat? Tadi pagi kayak biasa aja.''


''Iya den, perutnya mules katanya. Tapi tadi sudah dibuatkan air jahe hangat.''


''Semoga nanti baikan.'' Ia pun mengangguk.


Ia pun langsung membuka tudung saji. Sudah tersedia ayam goreng, sayur asem, bakwan jagung lengkap dengan sambal terasi juga lalapnya. Sunda banget. Aroma sedap langsung membangkitkan rasa laparnya.


''Makan siang yang sesungguhnya.''


Bergegas Diambil piring, sendok, dan mangkuk kecil untuk tempat sayur asem. Lebih enak di uyup kalau kata orang sunda mah. Makanan di piringnya belum habis, Mama datang membawa gelas kosong.


''Sudah pulang Kak?''


''Udah beres, barang-barang aku di kantor nggak banyak. Makan bareng Ma, belum makan kan? aku ambilin.'' Mama mengangguk.


Ia mengambil piring, mangkok, dan sendok di tempat yang sama dengan yang dia ambil barusan untuknya.

__ADS_1


Mama menarik kursi makan tepat di sampingnya.


''Gimana kuliah?''


''Beres, tinggal nunggu pengumuman penerimaan 2 bulan lagi. Untung ada tahap 2, tahap 1 udah beres Mei kemarin.''


''Dimana dapetnya?''


Mama terlihat antusias.


''IPB Ma.''


''Ke Bogor dong kamu? Tambah sepi dong rumah. PP aja ya?''


Mama terlihat tidak rela ditinggal olehnya.


''IPB ada beberapa program. Aku kan ambil sekolah bisnisnya, nah itu ada yang pagi, sore, ada yang di Jakarta juga. Jadi Senin-Jumat aku ngampus di Jakarta, Sabtu ke Bogor.''


Bersih sudah piringnya. Tinggal bersisa sedikit isian sayur asam di mangkok kecilnya. Digigitinya buah melinjo, yang sebelumnya kulitnya sudah ia makan.


''Keren dong.''


''Kalau lulus, mulai kuliah bulan depan. Doain ya.''


''Pasti dong.''


Ibu dan anak itu tersenyuk bersama.


''Tadi katanya Mama ngga enak perut. Udah baikan? Mau ke dokter nggak?


''Udah mendingan nih, minum jampe-jampe nya Imas.'' Rama tertawa.


''Masuk angin itu Ma, pulang malem terus. Nanti aku nikah pensiun aja Ma, main sama cucu. Nyari apa sih rajin amat.''


''Emang kapan mau nikah? Udah ada calonnya?''


Mata Mama nenyelidik


''Bawa dong kesini.'' lanjut Mama menodong.


''Belum sih.'' Rama terkekeh.


''Pesan Mama satu. Cari yang bibit, bebet, bobotnya baik ya Kak.''


''Hmmmmm'' hanya itu yang bisa ia jawab.


Ia langsung teringat Mita. Apakah Mama bisa menerima Mita?


******


By the way anyway busway, kalau tidak merepotkan aku tunggu komen, like, dan support kalian ya karena aku penulis pemula disini 🌺🌺

__ADS_1


Bisa juga berteman di dunia per-instagram an dengan follow Instagram aku @shintaanadrika dm aku biar aku follow back πŸ€—πŸ€—


Semoga kita bisa berkawan rapat 🌺🌺🌺🌺


__ADS_2