Cinta Mita

Cinta Mita
Malabar 10


__ADS_3

Sehabis sarapan bubur di tukang bubur tidak jauh dari kosannya, ia me-review ulang materi yang dibahas dosen nya di kelas Rabu kemarin. Biasanya ia akan mempelajari materi sebelum dan sesudah dibahas. Ia akan menulis ulang apa saja yang sudah ia mengerti dan mempelajari kembali yang belum ia tulis. Cara ini ia gunakan sejak SMA, cukup efektif baginya dalam memahami materi-materi pelajaran.


Saat ia akan mengambil buku untuk materi siang ini, terdengar ketukan pintu dari luar.


"Mit lagi ngapain?" Suara Citra teman kos nya dari jurusan Agribisnis.


Ia bangkit dan membuka pintu, ternyata bukan hanya Citra di sana. Ada Rani, Vira dan Wanda sesepuh kosan.


"Ya ampun pagi-pagi kedatangan nyonyah besar." ia membuka pintu kamarnya lebar, yang ia maksud Nyonya besar adalah Wanda.


"Ini orang, se-kosan lagi pada heboh dia nya anteng di kamar. Nggak ngecek HP Non?" Wanda yang cerewet langsung masuk kamar tanpa permisi. Bagos.


Non? ia teringat Rama pernah memanggil nya dengan "Non" yang berarti Nona.


"Malah bengong." Citra menyenggol tangannya.


"Eh iya HP aku dimana ya, aku lupa naro fokus belajar. Ran, misscall dong." ia meminta ponsel Rani teman sebelah kamarnya.


Rani mengeluarkan ponsel nya lalu memberikan ponselnya kepada Mita. Ponselnya ternyata tertutup sprei di samping kasur.


Ia cek ponselnya, ada pesan dari Bapak dan Ibu yang menanyakan kapan pulang karena sudah lebih dari sebulan ia belum pulang. Irma yang menanyakan tugas kemarin siang, dan terakhir grup chat "Malabar 10" yang tidak lain adalah grup kosannya, Jl. Malabar no.10.


"Ih Kak Laras post foto aku di gazebo kemarin ya, parah paparazzi. Rame banget ini, ngomongin aku."


*Grup chat Malabar 10*


Laras : "Hot news (menyisipkan foto nya dengan Adit yang sedang tertawa)"


Rani : "Ya Allah pacar aku sama siapa itu 😱"


Wanda : "Laki gue nakal 😭😭"


Laras : "Tatapannya bikin pengen nangis 😭"

__ADS_1


Firda : "Poteque hati eneng"


Rani : "Sabar ini ujian 🙏"


Laras : #HariPatahHatiSekosan


Dan masih panjang lagi isi chat grup tersebut.


"Tidak seperti yang kalian pikirkan saudara-saudara." ia tersenyum merasa konyol sekali, se-kosan heboh karena kedekatan nya dengan sang pemilik kosan.


"Terus apa? Teman Tapi Mau gitu?" Citra menyela.


"Menang banyak, Rama dapet Adit dapet." Vira yang sejak tadi diam ikut berkomentar.


"Kemarin siang kata Mang Jaka ada cowok ribut di depan sama Adit, si Rama ya?" Citra penasaran siapa yang berani cari ribut dengan Adit di wilayah kekuasaannya.


Mang Jaka adalah tukang gorengan langganan mereka yang mangkal di depan kosan.


"Cowok nya yang suka nganterin kamu katanya Neng." Citra berasal dari Bandung, ia dan Mita saling memanggil nya dengan sebutan Eneng.


"Bukan gitu, tadi Rama maksa ketemu. Aku nggak mau, jadinya diusir sama Mas Adit. Ribut-ribut sebentar nggak lama."


"Lu putus sama Rama?"


Akhirnya ia menjelaskan hubungan antara ia dan Rama. Selain teman-teman di kampusnya kemarin siang, sekarang Vira, Citra, Rani dan Wanda tau kisahnya dengan Rama. Mita bukan tipe orang yang suka cerita tentang urusan pribadinya.


"Keluarganya bukan keluarga sembarangan dong kalau gitu. Beruntung banget Mit." Wanda berkomentar.


"Ribet, aku lebih suka sama cowok biasa aja." ia mencoba melupakan Rama, menghapus kenyataan bahwa ia pun menyukai Rama.


Mereka pun ngobrol ngalor-ngidul. Topik Adit masih menjadi bahasan utama.


"Apa nggak apa-apa kita ngomongin orang gini? Kosan dia sendiri lagi." Mita yang sejak tadi hanya menyimak akhirnya angkat bicara. Khawatir kalau yang dibicarakan mendengar.

__ADS_1


"Kita ngomongin nya bukan yang jelek-jelek juga. Selow."


"Mit, liat IG deh. kamu pasti belum cek instagram dari kemarin." Vira yang sejak tadi main HP tiba-tiba mencolek tangannya.


"Kenapa emang? Aku jarang liat instagram."


"Adit nge tag kamu itu di story nya."


Ia pun melihat story yang Vira maksud. Ternyata boomerang yang Adit bilang kemarin. Terpampang ia yang sedang tersenyum dan tangannya membantuk huruf "V".


"Kalau dia suka sama kamu gimana?"


Tak lama datang seorang laki-laki berperawakan tinggi berkulit putih bersih.


"Lagi pada ngapain?" benar dugaannya, Adit datang disaat mereka sedang membicarakan.


Adit yang sebelumnya hanya menyapa sekedarnya, kini benar-benar seperti mencoba berbaur dengan penghuni kosan.


"Ngobrol doang Mas. Mas nggak kuliah?" Vira yang asik berselancar di dunia maya semangat begitu melihat Adit.


"Ini mau berangkat. Ada rame-rame disini jadinya mampir bentar."


"Kita rame nya nyantai Mas. Nggak kaya kemarin ada yang rame di depan kosan." Wanda yang memang frontal mengejek secara halus.


"Oh kalau itu beda. Sebagai kakak kosan yang baik, harus melindungi adik kos dong." Adit terkekeh tidak menduga candaan yang keluar dari mulut Wanda.


"Saya duluan ya. Nanti malem mau barbeque-an nggak? Kalau mau nanti saya mampir ke supermarket beli bahan-bahannya."


"Mau lah, rejeki nggak boleh ditolak."


"Oke, nanti malem ya."


Adit pun pergi meninggalkan mereka berempat.

__ADS_1


"Seniat itu deketin kamu." Rani menggoda.


Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk segera berangkat kuliah.


__ADS_2