Cinta Mita

Cinta Mita
Mojang Bandung


__ADS_3

Damar


Tak lama pesanan mereka pun datang.


Sengaja ia memilih duduk menghadap Sena agar bisa terus saling melihat. Meskipun terhalang Reno.


''Ren, lu duduk samping gua dah. Lu ngalangin pemandangan.''


''Lagian hidup lu ribet banget Mar. Kita jauh-jauh kesini dan lu cuma liat-liatan.''


Reno memegang keningnya.


''Ya gimana, gua juga nggak pengen gini. Gua cuma harus sabar doang sampe lulus kuliah.''


''Heh kupret, kita masuk kuliah aja belom.''


''Tragis kan.'' ia tertawa kencang


''Lagian gua LDR, ngga ngaruh banget juga. Nikmatin aja lah gua ngga punya pilihan lain.'' sambungan nya.


Ia makan sambil tetap memandangi Sena makan dari meja yang berbeda.


''Keren. Gua sih nggak segini nya ke cewek. Beruntung lo Sen, Damar secinta itu sama lo.''


Reno mengeraskan suaranya agar terdengar Sena.


Sena memandangnya sambil menyunggingkan senyumannya. Ini es teh manis jadi nggak berasa manisnya. Kelupaan pake gula apa senyuman Sena yang terlalu manis sih? Jadi nge-fly. Ma buk cinta.


''Abis ini kemana lagi kita?'' Reno memudarkan konsentrasinya yang tengah memandangi Sena.


''Pulang lah ngapain lagi, Sena juga langsung ke rumah Nenek nya.''


''Wah gila, jauh-jauh ke Bandung cuma makan batagor doang. Tau gitu gua ke Mang Japri aja tadi.''


Sena tak kuat menahan tawa. Lalu melap mulutnya dengan tisu karena selesai makan


Mang Japri adalah tukang batagor langganan mereka yang mangkal di taman kota.


''Terus lu mau kemana?''


Jawab Damar santai sambil tetap memandangi Sena yang telah berdiri ke arah karyawan kedai batagor tersebut.


''Teh, bungkus 10 batagor 10 tahu ya. Bikin 2 besek.''


''Masing-masing 10 batagor 10 tahu ya Neng?''

__ADS_1


''Iya betul.''


Terdengar Sena yang sedang memesan batagor tambahan untuk neneknya mungkin.


''Jadi total berapa? Sama yang meja depan saya tadi yang cowok berdua sama 1 porsi tadi yang dianter ke mobil.''


Kayaknya Sena mau bayar batagor. Tunggu dulu .


''Pake ini aja Teh bayarnya.''


Damar cepat-cepat bangkit dari duduk lalu memberikan kartu ATM berlogo visa kepada pegawai kedai tersebut sebelum Sena memberikan uang.


''Eh nggak usah, aku aja yang bayar.''


Akhirnya mereka berdua berebut saling ingin membayar.


''Drama pasangan baru.'' ceplos Reno melihat kegelian pasangan baru tersebut.


Akhirnya Damar yang tetap membayar.


''Kemarin kamu bayarin aku bubur, sekarang aku. Kapan lagi aku bayarin, bentar lagi berangkat.''


''Nggak sebanding lah bubur sama ini. Aku mesen juga buat dibawa pulang.''


''Nggak apa-apa. Nanti aku jampe-jampe dulu, biar direstuin jadi nggak rugi.'' ia pun tak tahan untuk tidak menggoda Sena.


Pak Karman tiba-tiba datang. Sena terlihat kaget.


''Eh iya Pak, nggak sengaja ketemu disini. Temen sekolah.''


Damar berusaha terlihat santai.


''Oh begitu. Neng Sena sudah selesai? Enin sudah nelpon.''


''Bentar Pak, lagi nunggu batagor buat Enin. Bapak tunggu di mobil, sebentar lagi saya nyusul.''


Pak Karman pun pergi.


Batagor pun datang 2 kantong kresek.


''Ini titip buat Bunda, salamin ya.''


Sena terlihat malu-malu memberikan 1 kantong batagor tersebut.


''Wow menantu idaman. Aku nggak salah milih menantu buat Bunda.'' ia senang bukan main Sena perhatian dengan Bunda nya.

__ADS_1


''Kamu sih bayarin segala. Jadinya dari kamu bukan dari aku.''


Ia pun tertawa mendengar omelan Sena.


''Tapi kan tetap kamu yang beliin, aku suka lupa hal-hal kaya gini. Makasih ya.''


Berat untuk berpisah dengan Sena. Begitupun Sena yang terlihat enggan dalam langkah.


''Aku duluan ya, kamu hati-hati di jalan.''


Ia melepas pandangan dari Sena setelah mobil yang dikendarai Sena menjauh, mengecil dan hilang dari pandangan.


Ia pun kembali ke arah meja dimana Reno berada.


''Jadi lu mau kemana bro? Gua berbaik hati nih.''


''Hunting foto yuk. Sengaja gua bawa kamera. Ngga ikhlas lah gua kalau langsung pulang. ''


Seketika ia ingat belum menelpon Bunda.


''Yaudah ayo, gua telepon nyokap dulu.''


Ia pun mengeluarkan ponsel dari saku celana jeans pendek yang ia kenakan. Di cari nya kontak Bunda, tak lama ia pun terhubung.


''Bun, aku udah di Bandung. Reno ngajak hunting.....''


''Ahhh lama, sini gua yang ngomong.''


Reno pun merebut ponselnya kemudian di load speaker.


''Bun, masa aku udah nyetir lebih dari 150km cuma makan batagor doang kesini. Damar enak-enak chatting sama Sena aku nyetir, terus harus pulang balik lagi nyetir 150km lagi? Yang bener aja, nggak ada kerjaan amat. Kamera aku nggak bakal ikhlas kalau nggak disentuh.''


Bunda terdengar tertawa di sebrang sana. Mereka memang sudah sedekat itu.


''Bunda sih boleh aja. Cuma tadi kata Damar sebelum berangkat dia yang males kalau nggak sama Sena.''


''Alah bucin kebangetan. Kita pulang sore ya Bun. Aku mau hunting mojang Bandung menantu buat Mama. Bunda sih enak udah punya calon menantu.''


Reno santai saja bicara begitu.


''Kamu tuh, awas jangan nakal jangan macam-macam.'' Bunda memperingatkan.


''Siap Bun.''


*****

__ADS_1


By the way anyway busway, kalau tidak merepotkan aku tunggu komen, like, dan support kalian ya karena aku penulis pemula disini 🌺🌺


__ADS_2