
Rama menarik kursi di dekat Sena dan Yoga. Pak Zainal, Pak Romi dan Om Tomi sedang asik ngobrol di meja sebelah. Sementara Bu Lia dan Bu Rini sama asiknya ngobrol sambil tertawa.
Rama mengambil piring lalu mencoba satu per satu semua makanan yang tersaji di meja.
"Kakak laper?"
Sena heran melihat Rama makan sebanyak itu, tidak seperti biasanya.
"Banget. Sekalian nyobain semua makanan biar tau mana yang enak, mau mesen lagi buat Mita di kamar. Aku cuma mau Mita makan makanan yang enak jadi biar aku yang nyobain."
"Penganten baru so sweet banget. Jadi envy." Sena menggoda. (envy : iri)
"Anak kecil jangan halu, kuliah yang bener."
"Teteh juga masih kuliah."
Rama tidak merespon ucapannya, ia teringat dengan Adit.
"Adit di Jepang kuliah atau kerja?"
"Dua-dua nya."
Rama mengangguk.
"So cool." (keren)
"Kenalin Bu, pacar barunya Adit."
Rama menyikut tangan Sena sambil melirik ke arah Bu Rini.
"Pacar Adit?"
Bu Rini langsung teringat Adit mantan pacar Mita. Begitupun dengan Yoga, Pak Zainal dan Om Tomi.
"Ya Allah gossip aja Kakak. Ngga bohong, temanan doang."
"Adit temennya Mita?"
Bu Rini perlu penegasan. Sena pacaran dengan mantan pacar anaknya? Sesempit itu Indonesia?
Rama mengangguk.
"Tapi aku belum pacaran sama dia."
"Belum, berarti ngarep."
Sena mendelik ke arah Rama.
"Ish resek."
Kejahilan Rama semakin menjadi, belum puas menggoda Sena.
"Sena lagi PDKT sama anaknya om Bamwir Pah. Nanti Papa besanan sama Bambang Wiraguna."
"Bambang Wiraguna? Kayak nama politisi kita."
Om Tomi yqng seorang guru tentu melek politik, dan up to date mengenai pemerintahan. Ia seperti tau nama yang tadi LP Rama sebutkan.
Rama tersenyum.
"Iya bener Om, ayahnya Adit kan politisi itu."
"Adit yang kemarin-kemarin suka nganter Mita pulang? mantannya Mita itu anaknya Bambang Wiraguna."
Rama menyesal sudah membahas Adit, yang awalnya ingin menggoda Sena malah dikaitkan dengan istrinya.
"Iya Om, namanya mas Adit kan Aditya Wiraguna."
Sena memperjelas.
"Aku ke kamar lagi ya Mah, kasian Mita ditinggal sendiri."
Rama ingin menyudahi pembicaraan tentang Adit.
"Aku ikut dong ke kamar Kakak, bosen di Mama."
"Ngga boleh, pamali ke kamar pengantin."
__ADS_1
"Medit." (medit : pelit)
Rama tidak menghiraukan Sena. Ia memanggil karyawan restoran hotel lalu menunjuk semua makanan yang menurutnya enak.
"Ini ayam hainan kan? Kalau ini apa?"
Rama menunjuk ayam berbumbu yang dikukus dan disajikan dengan kondimen jahe yang telah dihancurkan, kecap dan minyak cabai. Lalu menunjuk makanan yang bentukannya kecil-kecil dilapisi tepung.
"Ini kepiting soka lada garam Pak."
Rama mengangguk sambil mengisyaratkan jari nya menjadi angka 1.
Rama juga menunjuk sup kepiting, udang goreng gandum, bihun goreng, dan wonton. Pak Romi sengaja memilih restoran Chinese food sebagai makan malam.
"Kakak ngga salah makan berdua mesennya sebanyak itu?"
Rama tersenyum.
"Mamayu meureun?" (mamayu : ***** makan setelah sakit, meureun : kali, kayaknya)
"Nah Ibu bener. Rama lagi pengen makan banyak."
Rama senang karena mertuanya ada di pihak nya.
"Siapa yang sakit?" Pak Romi yang sedang makan kwetiaw menghentikan makannya.
"Mamayu nya karena baru pulang dari Amerika Pah. Sekarang kan ada istri, tenaganya harus double."
"Kamu masuk ya sekolah?"
Rama berbicara kepada Yoga, adik iparnya yang sejak tadi lebih banyak diam.
"Iya sekarang masih izin Bang."
Yoga yang sedikit pemalu terlihat kaku.
"Masih lemes ngga? Mau ke dokter?"
"Ngga sih Bang, udah lumayan."
"Bulan besok udah libur semester kan? Nanti liburan disini dijemput sama Pak Karman. Abang mau beli mobil, kalau ngajak teteh atau Sena mah ngga nyambung."
"Boleh kan Bu?"
Yoga meminta izin kepada Bu Rini.
"Boleh sama Abang mah tenang aja."
"Yoga nanya Ibu nya, bukan nanya kamu."
Pak Romi juga ikut menyimak begitu mendengar kata mobil.
"Coba aja tanya Ibu, boleh kan Bu?"
Bu Rini dan Pak Zainal tertawa melihat menantunya yang ternyata bisa membaur dengan baik.
Rama kembali ke kamar setelah ngobrol lumayan lama sambil menunggu pesanannya untuk istri tercinta.
"Abang lama banget."
"Ngobrol dulu, ngga enak kalau langsung pergi."
Rama mengecup bibir istrinya.
Rasanya ia ingin memperpanjang izin magang Mita yang besok seharusnya sudah masuk kembali ke pabrik, karena karyawan di pabrik tidak ada yang tau pernikahan nya dengan Mita. Acaranya hari ini tertutup khusus keluarga dan beberapa orang kepercayaan saja.
"Sayang, besok aku gimana masuk pabrik jalanku masih sakit gini?"
Selesai makan Mita merasa kekenyangan karena dipaksa Rama makan banyak hingga tidak enak perut untuk duduk. Akhirnya Mita tiduran di sofa kamar beralasan paha Rama.
"Izin lagi, aku juga masih pengen sama kamu. Orang baru nikah itu honeymoon bukan kerja atau magang. Kamu tau ngga bulan madu? Gini nih pacaran halal diem di kamar berdua."
Rama mencium Mita penuh gai rah sambil meraba bagian tubuh istrinya yang lain. Jiwa muda nya begitu menggebu ingin disalurkan.
"Bali yuk?"
Rama tiba-tiba ingin ke Bali, pikirnya voucher menginap di Bandung dari Sena bisa ia gunakan lain waktu.
__ADS_1
"Ngga etis dong, temenku masih magang aku liburan."
"Ya ngga usah kamu post di sosial media. Private honeymoon ya?"
Mita tetap menggeleng.
"No, uang Abang pasti habis banyak. Emang uang Abang masih ada habis beli mas kawin segitu mahalnya?"
"Beli 100kg emas juga uang aku masih sisa. Mau emas 100kg?"
Spontan Mita menghitung harga emas 100kg.
What? Rama ngga salah ngomong?
"Buat apa emas 100kg?"
"Ya makanya, tinggal nikmatin hidup. Aku ngga punya ambisi untuk jadi orang terkaya se Indonesia. Yang penting hidup kita, keluarga besar kita, dan keluarga kecil kita nanti cukup juga aku mah udah alhamdulillah. Bisa ngegaji karyawan, Fery Sesar bisa makan, udah cukup. Kalau bisnis aku makin gede itu murni karena bantuan Allah yang bikin orderan ngga putus-putus."
Mita terdiam mendengar Rama yang sedang berbicara sambil memainkan ponsel. Terdengar sederhana tapi sangat dalam. Untuk kesekian kali nya Mita jatuh cinta kepada Rama.
"Gimana? Mau ke Bali? Absen bisa diurus sama Fery. Kamu perlu data apa? Kerjain disini juga bisa. Jangan dulu masuk."
Tangan Rama kini sudah merayap kemana-mana, tidak bisa dikondisikan. Melihat Mita dengan rambut basah menggunakan pakaian tidur yang sedikit transparan pilihan Sena membuat naluri laki-laki nya muncul kembali.
"Tangannya Yang... aku geli."
"Bulan depan kamu wisuda kan? US trip aja ya sekalian." lanjut Mita teringat dengan rencana Rama yang akan kembali ke Amerika bulan Desember nanti.
"US lagi aja ? Ngga Europe?"
"Ngga usah, sayang uang untuk tiket pesawat. Honeymoon nya sekalian aja di Amerika. Ke Eropa nanti lagi kalau aku udah lulus."
Rama tersenyum mengangguk. Kini gerakan Rama semakin brutal. Bukan hanya tangan, kini wajah Rama sudah menelusup ke dalam baju Mita nguyel-nguyel area pribadi bagian depan istrinya.
Rama suka aroma tubuh Mita.
"Yang pilihan baju ini siapa?"
Mita membeli banyak baju rumah saat belanja seserahan dengan Bu Lia kemarin.
"Pilihan Sena. Sena tuh sengaja banget milihin yang transparan gini."
Mita melapisi tubuhnya dengan selimut karena malu.
Rama tersenyum. Rama hafal betul selera Sena, elegan.
"Nanti aku marahin Sena pilihin kamu baju kaya gini."
"Terlalu seksi ya? Abang ngga suka ya?"
"Ini kurang seksi, masih terlalu sopan kalau dipake depan suami. Aku mau nya yang model jaring-jaring gitu kamu tau ngga?"
"Abang tau dari mana model jaring-jaring? Abang suka liat foto-foto cewek seksi ya. Ih Abang ngaku."
Mita memukul Rama dengan bantal tiada henti karena kesal. Sedangkan Rama tertawa karena keceplosan.
"Itu Fery suka ngajak nonton gituan pas kuliah."
"Ihh Abaaanggg."
"Liat doang, aku ngga naf su kalau bukan kamu yang pake."
Rama kini berbalik menyerang Mita.
"Ke mall yuk, beli yang jaring-jaring. Apa yang model wonder woman gitu kan ada tuh."
"Abaaanggg."
Kini Rama berbalik menyerang Mita, has rat nya sudah di ubun-ubun membayangkan Mita cosplay dengan pakaian tidur yang aneh.
"Nambah ya."
*****
Suami mana suami 🤣🤣
Jadi pengen di uwel-uwel juga kan jadinya 😂😂
__ADS_1
Langsung cuss ke "Madu Suamiku" yaaa. Jangan lupa kliki love nya untuk memfavoritkan.
Absen yuk, Komen, like dan vote ❤️❤️