Cinta Mita

Cinta Mita
Berlibur


__ADS_3

Ada yang kangen sama Rama?


Rama nya lagi kangen sama Mita 😭



******


Merindukan seseorang yang tidak dapat kita jangkau ternyata berat. Menunggu pujaan hati datang yang kurang dari sebulan lagi masih juga terasa lama bagi Rama.


Resepsi pernikahan Fima minggu kemarin sepertinya tidak berjalan seperti yang Rama harapkan. Karena tepat di malam harinya, nomor telepon Rama di block oleh Mita. Kesalahan apa yang sudah Rama lakukan? Apakah karangan bunga itu yang membuat Mita marah besar? Entahlah, otaknya sudah terlalu lelah memikirkan perusahaan dan kuliah yang ia harap bisa segera selesai agar bisa segera pulang ke tanah air.


Hari ini Rama putuskan memenuhi undangan Rudy, senior di kantor saat ia bekerja sebagai konsultan yang sudah beberapa kali mengajak makan malam di rumahnya namun selalu ia tolak secara halus. Bukan karena tidak mau, tugas dan pekerjaannya begitu menguras energi dan pikirannya. Bahkan tak jarang Rama melupakan makan. Hingga akhirnya kehadiran Michelle sedikit memperbaiki pola makannya.


Michelle, teman sekelasnya seringkali datang ke apartement sekedar membawa makanan atau ikut mengerjakan tugas. Walau terkadang perhatian yang ia rasakan berlebihan.


"Bang, road trip yuk." (Road trip : liburan dengan menggunakan kendaraan pribadi).


Di tengah santap malam buatan Rebecca, istri Rudy. Aneka olahan seafood yang kebanyakan berasal dari perairan Puget Sound ia nikmati sebagai menu nya malam ini. Makan malam nya kali ini bener-bener pesta seafood.


"Wah asik nih. Ayo, kapan?"


Tiga minggu ke depan sudah masuk libur musim dingin yang bertepatan dengan suasana perayaan natal. Setelah berkutat dengan padatnya jadwal kuliah dan ujian akhirnya ia memikirkan untuk self reward dengan mengisi libur dengan mengitari negara bagian Washington.


"Besok free ngga?"


"Free buat Rama mah. Such an honor to accompany you on vacation." (menjadi kehormatan menemani kamu liburan)


Rudy menangkupkan tangannya di dada sebagai tanda kehormatan.


"Babe, time to vacation. " lanjut Rudy mengedipkan mata ke arah Becca. (Sayang, waktunya liburan)


Rebecca, istri Rudy merupakan warga asli Amerika sehingga tahu betul seluk beluk negaranya. Mengajak Rebecca akan mempermudah bukan?


"Nggak tertarik sama warga lokal sini?"


Rudy memancing Rama dengan pertanyaan yang menjurus ke arah perempuan.


"Beda selera kita Bang." ia terkekeh, teringat Mita.


"Udah ada yang nunggu di Indo?"


Rudy tengah asik dengan kerang fresh yang ia seruput.


"Dua minggu lagi dia kesini sama nyokap."


"Wisss diam-diam ternyata. Siapa perempuan yang beruntung itu?"


Hahahaha Rama tertawa sumbang.


"Sayangnya masih pacar orang."


"Wait, lemme digest what you mean." (tunggu, biarkan aku mencerna maksud kamu).


Rudy makan sambil menyerngitkan dahi, mencerna yang Rama katakan.


"Oh shitt, You love someone who already have a boyfriend?'' (kamu menyukai seseorang yang sudah punya pacar?)

__ADS_1


Rama hanya menjawab dengan tawa. What should I answer? pikiranya.


''Islam bukannya ngga masalah ya kalau kita nge gas pacar orang? Baru pacaran kan? Selama belum tunangan atau lamaran mah gas aja iya ngga?"


"Gua suka nih yang begini. Jadi ngga masalah kan Bang?"


"Gas aja gas."


Mereka tertawa bersama, menertawai cinta yang datang tak tau waktu dan tempat. Tapi kan Rama yang lebih dahulu hadir bukan?


Seusai makan malam, Rama dan Rudy berbincang mengenai banyak hal. Iklim dunia kerja di Amerika yang berbeda dengan Indonesia, kegiatan Rama di Indonesia dan hal receh lainnya yang biasa menjadi obrolan laki-laki.


Oh shitt! Berhari-hari Rama tak membuka Instagram membuat ia banyak tertinggal berita. Mita dan Adit sedang berlibur di Bali bersama keluarga Adit.


Pemandangan yang tak ingin ia lihat kini ada di depan matanya. Meskipun hanya lewat ponsel, hawa panas di dada nya tetap terasa melihat foto Mita dan Adit.



Ke Bali bareng? Fuc*ing shitt!


"Kenapa Ram?"


Mungkin saja raut wajah nya kini sudah berubah.


"Situasi di Indo bikin gerah. Padahal jauh kesini, tapi hawa nya nyampe kesini heran."


Rama salah tingkah Rudy menyadari perubahan raut wajahnya.


"Mana gua liat yang bikin gerah."


"Wah tau gua ini cowoknya, cowok hits."


"Kalau lu jadi cewek itu, lu milih siapa?"


Rama memperbaiki letak duduknya, ingin mendengarkan pendapat Rudy. Ia tau, Rudy tipe orang yang objective tidak akan berpendapat hanya dari satu sisi.


"Kalau gua jadi ini cewek..." Rudy menunjuk foto Mita di ponselnya


"Sorry to say, gua pilih Rama lah.''


Rama tertawa, awalnya ia panaroid dengan jawaban Rudy.


"Nggak usah pereus, jujur aja."


Rudy memanggil Rebecca yang sedang menonton TV show.


"Biar lebih valid tanya istri gua."


"Babe, as a women you choose Rama or this guy?" (Sayang, sebagai seorang perempuan kamu pilih Rama atau laki-laki ini?)


Rebecca membandingkan dirinya dengan Adit di ponselnya.


"Of course you." (tentu kamu)


Rebecca menunjuk dengan anggukan wajah ke arahnya.


"Why you choose me?" (kenapa kamu pilih aku?)

__ADS_1


"You are a good man, you potential also. You mature than this guy, and handsome." (kamu laki-laki yang baik, kamu juga potensial. Kamu lebih dewasa dibanding laki-laki ini, dan tampan)


Rebecca tertawa saat mengatakan penilaiannya terakhir.


"This guy is the same. He kind, young, handsome, and famous among young people." (laki-laki ini juga sama. Dia baik, muda, tampan dan terkenal di kalangan anak muda)


"Is he richer than you?" (apakah dia lebih kaya dari kamu?)


Pertanyaan yang Rebecca lontarkan berisi sindiran.


"Of course not. I'm the richest man in the world." (Tentu saja tidak. Aku laki-laki paling kaya di dunia).


Mereka tertawa terbahak-bahak menertawakan lelucon yang keluar dari mulut Rama.


"So you don't have to worry. Use your money to get your love." (Jadi kamu jangan khawatir. Pakai uangmu untuk mendapatkan cintamu).


''I like your style." Rama menunjuk Rebecca sambil tersenyum.


"Lucky you to have Rebecca as wife." (kamu beruntung memiliki Rebecca sebagai istri).


Rama, Rudy dan Rebecca menikmati malam hingga pagi. Selama tinggal di Amerika, itu adalah malam pertama bagi mereka bicara banyak hal.


*****


Setelah dipaksa keluarga Adit termasuk Ayah dan Ibunya akhirnya Mita bersedia ikut ke Bali selama 4 hari apalagi gratis, sayang untuk dilewatkan.


Putri, Abi, Fima dan Adit menjemputnya ke Cianjur secara khusus untuk menyakinkan orangtua Mita, bahwa ia dan Adit tidak pergi berdua.


"Ibu mah bukannya apa, jaga anak gadis sekarang mah susah harus betul-betul hati-hati." pesan orangtua Mita saat itu.


Di hadapannya kini ada sepasang penggantin baru yang sedang hot yaitu Abi dan Fima, Putri dan juga Adit.


Adit sejak hari pertama selalu ngedumel karena Abi dan Fima ikut.


Mereka yang saat itu berada di salah satu beach club terkenal di kawasan Seminyak, Adit terus saja ngedumel.


"Mas, ngamar gih sana balik ke villa. Jangan disini mesra-mesraannya. Aku ada Mita ini, mengko tak sosor bahaya."


Adit merasa gerah melihat pasangan suami istri yang mengumbar kemesraaan di depan matanya.


"Mas Adit puasa kita belum nikah. Mas Abi sama Mbak Memes mah udah nikah."


Abi tertawa mendengar Adit disuruh puasa xixixi.


"Makanya itu enakan di kamar udah nikah ini. Ajak Mbak suaminya balik duluan, aku risih liatnya."


Kejahilan Abi bertambah, dengan sengaja ia menghujani Fima dengan ciuman singkat di bibirnya.


"Sayang..." dengan tatapan di lebih-lebihkan memandang Fima.


Adit menatap nya dengan serba salah.


"Astagfirullah. Ah Mbak Put ngajak Mas segala, ngga enaklah ngajak orang honeymoon. Nyamuk lah kita."


Akhirnya Adit bangkit dan berpindah tempat duduk.


Ia, Putri dan pasangan penggantin baru tertawa terbahak-bahak melihat Adit.

__ADS_1


__ADS_2