Cinta Mita

Cinta Mita
Motor Baru (2)


__ADS_3

"Pa, di rumah ngga?"


Rama keluar dealer untuk menghirup udara segar. Menjernihkan pikiran karena ternyata pengeluarannya bulan ini melebihi dari budget yang ia siapkan. Terlebih ia baru saja membeli rumah baru untuk Mita. Kini ia pun harus menyiapkan dana untuk membeli furniture rumah yang ternyata membutuhkan uang tidak sedikit. Dan lagi, pabrik dalam proses perluasan dan membangun gedung baru.


Setelah bicara dengan Sena di telepon tadi, Rama baru menyadari bahwa ia belum banyak membalas kebaikan kedua orangtuanya. Meskipun kedua orangtua nya serba berkecukupan, tapi mendapatkan sesuatu dari anak tentu hal yang membahagiakan.


"Papa masih di Rumah Sakit."


"Dokter teladan, ini weekend, Papa."


"Cuma nengok pasien Papa sebentar."


Selalu saja ada alasan untuk mendedikasikan hidup lebih untuk pasien.


"Jangan kelamaan, Mama kasian di rumah."


"Beres. Urusan sama Kang Panji udah selesai? Kamu malu-maluin aja. Papa mau nelepon jadi sungkan. Dia itu sangat bersih."


Selepas Direktur kampus Mita video call dengan Pak Romi tempo hari, Rama belum sempat menelepon Ayahnya kembali.


"Udah beres waktu itu, ngga usah dibahas lagi, Rama juga malu. Rama lagi beli motor buat Papa, dipake lho nanti."


"Motor apa?"


"Motor gede kaya punya Adit. Kata Sena Papa pengen motor, ini udah Rama beliin. Besok di antar ke rumah, tapi BPKB nya nyusul."


"Kaya punya Adit mah mahal kan itu."


"Masih ngga sebanding dengan yang udah Papa kasih buat Rama. Banyak banget jasa Papa di hidup Rama."


Pak Romi merasakan matanya memanas meresapi setiap kata yang Rama ucapkan. Anak laki-lakinya yang sebentar lagi menjadi Ayah.


"Sudah tugas Papa. Nanti kamu juga mau jadi Papa, bakal ngerasain rasanya ngegedein anak. Kamu akan melakukan hal yang sama dengan yang Papa lakukan."

__ADS_1


"Iya, Rama masih ngga nyangka bakal secepat ini."


Rama pun tak mampu menahan perasaan sedih sekaligus bahagia. Moment di waktu dan tempat yang kurang tepat.


"Makasih banyak motornya, Ram. Pulang dong, makan di rumah. Udah lama kamu ngga pulang."


"Besok siang atau sore Rama ke rumah, Selasa Mita berangkat ke Jepang."


"Kamu ngga ikut?"


"Rama ngga bisa, Pah. Banyak pekerjaan yang harus Rama handle."


Rama ingin proses pembangun berjalan lancar dan cepat selesai agar nilai investasi pabrik meningkat. Karena di depan nanti, Rama sudah membayangkan anggaran rumah tangganya bertambah. Ia harus bekerja lebih giat.


"Kamu pastikan aja Sena sudah nyiapin semuanya atau belum. Syarat perjalanan Mita sudah aman?"


"Aman, Pah."


"Yasudah besok Papa tunggu di rumah. Makasih ya motornya."


"Kamu niat beliin Papa aja udah seneng."


"Tapi jadinya Rama yang ngalah ngga jadi beli motor karena Sena bilang Papa juga pengen motor. Nah kalau niat doang kan udah nih, motornya simpen di apartemen aja berarti ya?"


Rama ingin menggoda laki-laki berusia hampir kepala enam tersebut.


"Ngga bisa lah, niat itu harus ditunaikan. Simpen disini motornya. Kalau kamu mau pinjem bolehlah sekali-sekali. Tapi jangan lama-lama."


Kalimat penuh penekanan terakhir Pak Romi membuat Rama tertawa.


"Siap siap."


Setelah selesai, Rama, Mita, Yoga dan Bu Rini melanjutkan perjalanan hari ini ke mall untuk berbelanja.

__ADS_1


Raut bahagia terpancar dari wajah Yoga yang hari itu senang karena mendapatkan mobil dan motor sekaligus. Luar biasa. Hal yang ia impikan menjadi nyata dalam waktu yang terlalu cepat.


"Bang, berarti mobilnya nanti boleh Yoga bawa?"


"Kalau mobil kamu ya boleh. Kalau mobil Abang ya jangan."


Rama ikut tersenyum melihat raut wajah adik iparnya.


"Mobil yang dari Abang tadi pagi."


"Boleh kalai udah punya SIM A. Kursus dulu, lancarin, baru bikin SIM A. SIM buat motor kamu udah punya kan?"


Yoga tersenyum malu menggelengkan kepalanya.


"Belum."


"Lho gimana Yang, beli motor tapi belum punya SIM?"


Rama mengalihkan pandangan dari ponsel menjadi menatap Mita.


"Ya kan, makanya aku ngga beliin motor kemarin karena belum punya SIM."


Mita bersemangat menimpali ucapan Rama.


"Senin bikin dulu, Ga. SIM udah ada, baru boleh bawa motor. Sementara diantar Tarjo atau Yanto dulu kalau mau ke kampus."


"Iya, Bang."


****


Halooo udah lama ngga menyapa teman-teman semua.


Udah pada ngga sabar nunggu Sena ke Jepang yaa 😂😂

__ADS_1


Jangan bosen ya baca "Cinta Mita"


Salam penuh cinta juga dari Rama, Mita, Sena dan Adit 💋


__ADS_2