Cinta Mita

Cinta Mita
Happier


__ADS_3

Sena


Beberapa malam terakhir sejak pulang dari rumah Dinda, tak ada malam yang ia lewatkan tanpa chat, panggilan telepon atau panggilan video dengan Damar.


Seperti malam ini.


''Malam ini malam Minggu kan Sen?''


''Iya. Kenapa?''


''Banyak banget malam minggu yang harus aku lewatin tanpa melihat langsung pacar aku.''


''Yap. ada 208,571 minggu yang harus kita lewatin. Dan mungkin lebih,''


''Wah pinter nya pacar aku. Sampai tahu sespesifik itu. kalau kurang dari itu mungkin nggak?''


''Mungkin juga. Kalau kamu datang ke Bandung, kita bisa ketemuan, atau aku yang ke Singapur. Pastinya ajak temen ya karena aku nggak mungkin berdua sama kamu di ruang publik.''


''Susah banget pacaran sama kamu. Serasa pacaran sama artis. Mau ketemu aja susah banget.''


''Kamu nggak sanggup?''


''Aku sanggup, asal selalu jawab chat atau telepon dari aku. Kalau nggak aku akan datangin kamu, bahkan ke rumah kamu sekalipun.''


''I wish you were here and hug you.''


Damar sangat terlihat begitu menyayanginya. Entah apa yang membuatnya demikian. Seingatnya ia hanya perempuan biasa dan tidak pernah melakukan hal istimewa yang bisa membuat orang terpesona. Tapi tatapan Damar padanya terlalu memuja. Itu yang ia rasakan.

__ADS_1


''Besok aku berangkat Subuh biar nggak macet. Jadi sampai Bandung masih adem, bisa sarapan di Dago. Kamu nggak usah nganter ya?''


''Kamu nggak seneng kalau diantar pacar? malu pacaran sama aku?'' Damar tiba-tiba insecure gini.


''Nggak sayang. One day I want to tell the whole world that you are the best thing I have. Sabar ya.''


''Makasih Sena sayang, I'm melting. Yang barusan itu ucapan terindah yang pernah aku dengar. Jangan ragukan aku, tiga tahun kemarin lebih parah dari ini, empat tahun kedepan kita bisa lewati sama-sama. Tapi.....''


''Tapi apa?'' ia menantikan ucapan Damar selanjutnya.


''Tapi aku tetep antar kamu. Kita bisa jadi 2 orang yang pura-pura nggak kenal. Itu cukup buat aku.''


''Hah? Kamu gila.'' ia terkejut mendengarnya.


''Jangan tolak aku untuk hal ini. Aku akan jaga jarak, aku pengen lihat kamu mumpung aku belum berangkat. Please?'' ia mengiba suaranya nelemah, benar-benar mengiba.


******


Damar


''Jam 05.30 aku tunggu di luar gerbang perumahan kamu sama Reno. Biar aku nggak borring.''


''Oke. See you soon.''


''Soon sayang.''


Sejak malam itu, ia merasa lebih bahagia.

__ADS_1


Tiap malam berbagi cerita, mengungkap rindu dan cinta.


''Ceritanya backstreet ya?'' Bunda datang membawa secangkir teh tawar dan setoples sale pisang kesukaannya.


''Empat tahun mungkin Bun. Lama ya?'' Ia sejujurnya menginginkan hubungan layaknya anak muda lainnya, namun Sena berbeda.


''Menurut Bunda nggak akan selama itu. Soalnya gini, perasaan Bunda kamu belum lama masuk SMA sekarang tahu-tahu udah mau kuliah ninggalin Bunda sama Ayah lagi. Sepertinya nunggu kamu lulus kuliah juga ngga akan lama banget kalau kamu menikmatinya.''


''Mudahnya gini, kamu jangan fokus di Sena. Itu akan bikin kamu merasa empat itu lama banget. Kamu fokus di sekolah kamu, isi hari-hari kamu disana dengan kegiatan positif, but still keep contact. Sena nggak akan kemana-mana. Dia nungguin kamu disini, bawa gelar kamu.''


''Empat tahun lagi saat Sena ngenalin kamu ke orangtua nya, atau saat kamu sudah memiliki pekerjaan yang baik wah damage banget. Ayah bunda bangga, orangtua Sena juga pasti bangga kamu segitu nya berjuang untuk anaknya. Cool man.''


Bunda the best, Bunda memang suporter paling loyal yang ia miliki. Sekaligus penasihat terbaiknya. Oleh karena nya ia tidak pernah menutupi masalah apapun dari Bunda.


Ia menjadi yakin, tidak akan sesulit yang ia bayangkan.


''Makasih Bun.''


''Sure, honey.'' Bunda memeluknya dengan penuh rasa sayang.


*****


By the way anyway busway, kalau tidak merepotkan aku tunggu komen, like, dan support kalian ya karena aku penulis pemula disini 🌺🌺


Bisa juga berteman di dunia per-instagram an dengan follow Instagram aku @shintaanadrika dm aku biar aku follow back πŸ€—πŸ€—


Semoga kita bisa berkawan rapat 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2