
Kabar bahwa Mita adalah calon istri bos besar cepat menyebar ke seluruh penjuru pabrik. Bahkan kabar tersebut sampai juga ke RPH dan peternakan padahal letaknya terpisah dari bangunan utama.
"Bos mau sebar undangan?" Gurauan operator kandang bertanya kepada Sesar. Namun Sesar tidak mau mengatakan apapun terkait tuan muda nya itu.
Mbak Isma, senior Mita di QC line bakso pun shock. Tidak menyangka bahwa anak magang yang tidak terlalu banyak bicara ternyata calon istri dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
"Mit, kamu bener calon istri nya bos? Orang kantor rame."
Selama ini Rama dikenal sebagai sosok bos yang sempurna. Muda, tampan, beraura positif, pintar, sukses dan kaya raya. Siapa yang tidak suka? Sehingga kehadiran Rama di pabrik sangat dinanti oleh karyawan terutama karyawan perempuan. Mendengar bahwa the perfect boss sudah memiliki calon istri jelas membuat kaum hawa single penasaran, seperti apa sosok perempuan yang beruntung itu?
"Ngga usah manggil bos mbak kalau sama aku. Biasa aja, aku manggilnya Abang."
"Abang tuh ya buat kamu, buat kita mah kan ya tetep bos." Mita tersenyum. Mbak Isma adalah lulusan dari teknologi pangan Universitas Brawijaya Malang, saat ini berstatus sebagai staff QC (quality control) di perusahaan Rama.
Dari cerita Mbak Isma, selama tiga tahun Mbak Isma bekerja terhitung baru dua kali ia melihat langsung bos besarnya itu. Sementara dua tahun terakhir Rama berada di Amerika. Artinya Rama ke pabrik setahun hanya dua kali, bos yang luar biasa batin Mita sinis.
Sebelum ada Fery, pabrik dimonitori penuh oleh Sesar. Sesar memegang tiga unit sekaligus yaitu pabrik FF, RPH dan peternakan ayam. Sedangkan Fima memegang kendali resto. Sehingga Rama jarang sekali datang ke pabrik. Terlebih Sesar yang anak dari pembantunya masih tinggal di rumahnya, jadi bisa menanyakan perusahaan di rumah, saat malam hari.
"Hawa nya si bos kalau masuk line produksi itu aura nya luar biasa. Pakai baju produksi dan safety helmet itu keren banget. Di belakangnya SPV ngawal, ngejelasin macem-macem." Mbak Isma antusias membahas Rama.
"Aku pernah liat Pak Rama di kantor atas (ruangan staff dan supervisor) pas ngga pake baju produksi, waduh itu lebih parah gantengnya. Mau pingsan aku tuh." Kali ini Tya, tim QC lain berpendapat.
"Kamu beruntung bisa dapet yang model Pak Rama." Lanjut Tya yang kemungkinan seumuran dengan Adit. Bagaimana kabar Adit sekarang? Tiba-tiba Mita teringat sang mantan yang baik hati, panggilannya untuk Adit. Tidak berlebihan bukan? Adit memang baik. Batinnya mencelos jika ingat Adit, semoga Adit segera menemukan seseorang yang membuatnya bahagia.
"Lha dia juga cantik." Mbak Isma memuji Mita, ia tersipu.
"Kamu udah tunangan?"
"Tunangan itu tukar cincin bukan? Aku ngga tukar cincin, tapi keluarganya nyebutnya lamaran. Mama nya yang pakein cincin, karena Abang masih di Amerika. Waktu acara lamaran dia liat virtual aja dari skype."
"Kenapa ngga nunggu dia pulang aja lamarannya jadi sekalian tukar cincin?"
Hal yang menjadi pertanyaan banyak orang, termasuk teman-teman kuliah dan kosannya kala itu.
"Katanya Abang..." Mita sedikit ragu untuk mengatakan, karena takut disangka GR.
"Buat ngiket aku. Jadi aku udah ngga bisa ke siapa-siapa lagi, karena sudah menerima lamarannya Abang."
"Dia segitu takutnya kamu diambil orang. Jadi kamu tinggal nunggu Pak Rama pulang langsung nikah?"
"Insya allah. Doanya aja Mbak, semoga jodoh."
Sejak Rama kuliah di Amerika, ilmu yang didapat di kampus perlahan ia implemetasikan kepada anak buahnya. Secara terjadwal Rama melakukan private video call langsung kepada per orangan karyawan untuk memberi pengarahan, dan meeting zoom jika mengarahkan langsung beberapa orang atau divisi. Dan hasilnya sudah terlihat satu tahun belakangan dari penjualan semakin meningkat. Hingga akhirnya Rama mengajak Fery dan beberapa rekannya bergabung di perusahaan nya.
Fery yang awalnya hanya membantu Fima mengontrol jaringan resto, pada prakteknya ia ikut terjun juga di pabrik FF. Hal tersebut membuat Fery sempat mengeluh karena job desc nya lebih banyak dari Fima.
"Ram, gua kok jadi ikut ngurusin pabrik juga. Kebanyakan kerjaan gua kalau begini. Fima enak cuma resto doang."
Selalu Fima yang menjadi perbandingan, dua orang yang tidak pernah akur, heran ! Rama kesal.
"Dia kasian kalau terlalu banyak, suaminya nanti ngamuk kalau kerjaannya kebanyakan. Kalau laki nya nyuruh resign gua juga yang repot. Udah gini aja."
Meski Rama tidak mengenal Abimanyu secara pribadi, tapi Rama mencoba objektif. Karena ia pun sudah ingin menikah, dan tentunya tidak ingin jika Mita terlalu sibuk bekerja.
__ADS_1
Akhirnya setelah nego, Rama menaikan gaji Fery hampir 50%. Namun sebanding dengan kenaikan profit yang perusahaan dapatkan. Hingga is berpikir untuk meng-hire beberapa staff lagi sekembalinya Rama ke Indonesia. (hire : rekrut)
Sudah dua bulan ini Mita magang, ia sudah bertemu dengan empat orang anak magang lainnya. Ternyata satu orang diantaranya adalah mahasiswi dari kampus yang sama dengannya, hanya berbeda jurusan. Dan tiga orang lainnya adalah mahasiswa politeknik negeri dari Malang, adik tingkat salah satu supervisor.
Beberapa kali Mita masuk ke ruangan staff untuk meminta absensi, disana ia bertemu beberapa staff kantor.
"Pantes kamu beda sama anak magang yang lain. Bawa mobil sendiri pakai supir pribadi. Calonnya Pak Rama ternyata." tadinya beberapa karyawan kantor perempuan sempat sinis kepada Mita karena melihat ia datang ke pabrik dengan supir mungkin terkesan sombong. Ditambah mobil yang digunakan adalah mobil mahal, bukan mobil sejuta umat yang banyak terparkir di parkiran milik beberapa staff. Tapi kini semuanya ramah, tapi terkadang ia merasa ada pandangan-pandangan yang begitu dalam memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Namun tidak Mita pedulikan.
"Bang, aku diem nya di ruangan belakang ya gabung sama anak magang? Mereka seru, aku jadi ada temen satu frekuwensi."
Suatu siang saat ia istirahat di ruangan Rama. Nyaman namun rasanya sepi, ia merasa tidak enak jika mengajak teman sesama mahasiswa masuk ke ruangan Rama.
"Udah bagus di ruangan aku. Orang tuh pengen diem di ruangan aku. Even SPV, mereka ngga ada yang berani diem di ruangan aku." (even : meski)
"Tapi aku jadi keliatan sok, diem di ruangan Abang."
"Kamu harus inget, mereka ngeliat kita karena kita ada di atas mereka. Bukan sombong, tapi nyatanya begitu. Kita lebih seneng ngeliat ke atas kan daripada ke bawah? Jadi yaudah biarin aja, udah hukum alam nya begitu. Sebenarnya mereka komentarin kita itu ngga akan ngaruh sama hidup mereka, begitu juga dengan komentar mereka ngga akan ngaruh apa-apa sama hidup kita. Iya ngga?"
Rama memberi penekanan.
"Iya Abang sayang..."
"Gitu dong Mita sayang... Tapi jujur, aku penasaran kenapa kamu mau diem di ruangan aku? Padahal aku suruh kamu di ruangan Fery aja kamu ngga mau? Aku tadinya berpikir disana ada hujan petir atau keajaiban dunia. Tapi kayaknya ada sesuatu yang terjadi yang aku ngga tahu kan?"
Seketika Mita gugup, harus jawab apa? batin nya meringis.
"Kamu gugup, aku tau ada yang belum kamu ceritakan ke aku. Fery juga ngga bilang, kalian sekongkol di belakang aku. Waktu itu ada yang bilang ke aku, kalau sebelum nikah itu harus saling percaya, jujur, terus apa lagi aku lupa. Kamu mungkin masih inget?"
Telak, Mita sudah tidak bisa mengelak.
Wajah Rama mengeras.
"Siapa namanya? Rizal lagi?"
"Bukan. Tapi setelah aku pikir ada benarnya juga. Dia nya juga udah minta maaf jadi aku anggap clear."
"Siapa namanya?"
Kini Rama tidak menatapnya lagi, seolah menyembunyikan wajahnya yang marah.
"Tapi Abang janji ngga ngapa-ngapain orang itu. Aku ngga mau dibilang tukang ngadu."
"Bukan kamu yang ngadu, aku yang nanya. Yaudah ngga apa-apa kalau kamu ngga mau bilang, nanti aku sendiri yang tanya ke Fery. Dia juga udah ngancem kamu untuk ngga ngelapor ke aku kan? Hukumannya jadi double."
Rama hanya menggertak. Meski tidak suka Mita diperlakukan begitu, tapi Rama bukan tipe bos yang suka semena-mena.
"Tapi menurut aku tindakan dia bener. Coba kalau ada mata-mata yang mau curi data perusahaan, pura-pura jadi anak magang. Dan aku anak magang harusnya memang sosialisasi sesama anak magang. Iya kan Bang?"
Rama diam, tampak berpikir. Ada benarnya yang diucapkan Mita.
"Kamu curang."
"Enak aja, aku curang apa?" Mita tidak terima.
__ADS_1
"Cara berpikir kamu, selalu bikin aku jatuh cinta berkali-kali. Bahkan kamu ngga pernah marah sama orang yang udah jahat sama kamu. Padahal orang itu udah ngusir kamu secara tidak langsung."
"Aku juga kesel waktu itu, makanya aku jadi diam di ruangan kamu. Abang tau ngga aku bilang apa ke dia?"
Rama tersenyum senang melihat Mita yang antusias bercerita.
"Aku baru mau tanya. Kamu jawab apa?"
"Aku bilang, saya Paramitha calon istrinya pemilik perusahaan ini. Aku juga bilang aku ngga mau diruangan SPV, aku maunya di ruangan Abang."
Rama tertawa renyah. Tawa yang beberapa hari ini tidak ia lihat karena kesibukan Rama yang semakin padat, sehingga ia dan Rama jarang komunikasi. Hanya sesekali melalui pesan singkat, untuk sekedar menanyakan kabar.
"Kamu bisa bilang gitu? Gemes banget calon istri Abang."
"Tapi abis itu aku nyesel, semua orang jadi kaya takut-takut sama aku padahal aku biasa aja. Takut aku laporin kayaknya."
"Ngga usah diambil pusing. Desember berapa bulan lagi sih Mit? Perasaan lama banget."
Rama mengalihkan pembicaraan. Perasaan rindu nya kini semakin menggebu, sudah sembilan bulan Rama tidak bertemu pujaan hati nya.
"Dua bulan lagi Abang sayang."
"Ya Allah lamanya dua bulan lagi... Aku bisa mati karena kekurangan nutrisi cinta."
"Ih lebay, emang thesis kamu udah beres?"
"Dikit lagi, tinggal bab akhir. Kamu kesini dong..."
"Pengen aja apa pengen banget?"
Mita menggoda Rama.
"Pengen bangeettttt." Rama menjawab tanpa ragu.
"Aku pesenin tiket ya? Urus visa sama Tarjo."
"Aku juga kangen Bang..."
"Yaudah urus visa besok, ngga usah masuk pabrik. Nanti Fery yang isi absen. 10 hari cukup kali ya visa keluar? Kemarin berapa hari keluar visa?"
Mita diam.
"Aku kesana sendiri? Aku tunggu Abang pulang aja."
"Kenapa sih Mit, kita udah lamaran ini. Kamu ngga ngertiin aku banget."
"Bukan ngga ngerti, emang Abang mau apa kalau aku kesana?"
"Pengen liat kamu, pengen meluk kamu, pengen..."
"Pengen apa lagi?"
"Pengen semuanyaaaaaaa."
__ADS_1
Rama gila karena rindu. Ada yang sama? 🤣🤣
Maaf kemarin ngga up, upah nya hari ini update lebih banyak dari biasanya. Absen yukk di komen, like, dan sawerannya 🤗🤗