
Sarapan pagi ini hawa ketegangan masih terasa. Ia yang sudah tidak bekerja, mau tidak mau sarapan bersama Papa dan Mama nya.
''Pagi Kak.''
Sapaan dan tatapan pagi dari Mama yang sebenarnya biasa saja, pagi ini terasa mengintimidasi, ia menjadi paranoid.
Juga sama dengan Pak Romi yang tentu saja tidak menoleh barang sedikitpun.
Begitupun dengan nasi goreng kampung buatan Bi Imas hari ini terasa hambar, tak selera sekali rasanya hari ini. Mungkin karena sedang merasa berada di situasi sulit.
Semesta bekerjasama memojokannya.
''Ada yang mau kamu jelasin?''
Pak Romi tiba-tiba memecah kesunyian.
Menunggu Rama berbicara.
Bu Lia pun juga menanti.
''Oke aku nggak mau menutup-nutupi.'' di ambil nya nafas panjang untuk menambah amunisi keberanian menghadapi Papanya pagi ini.
''Aku suka sama Mita. Apa itu sebuah masalah untuk Mama dan Papa?''
Bukannya jawaban yang ia dapatkan tapi malah sebuah pertanyaan ''Orangtua nya kerja apa?''
Ternyata Papa lebih tertarik membahas keluarga Mita. Ia tidak menyangka.
''Apa bagi Papa, orangtua nya lebih penting daripada Mita itu sendiri?'' Rama menghentikan makannya.
Rama yang tidak pernah membantah, kali ini jiwa berontaknya ingin sekali rasanya ia tunjukan.
''Penting. Seperti orangtua lain yang juga akan bertanya pekerjaan orangtua seseorang yang dekat dengan anaknya.''
__ADS_1
Berbeda dengan Rama, Pak Romi tetap tak menatap bahkan menoleh sedikitpun membuat ia merasa diintimidasi. Namun pembawaannya yang tenang semakin membuat Rama ingin dilihat.
''Dia cuma anak dari seorang Bapak yang biasa aja, bukan seperti Papa yang luar biasa buat aku. Tapi bapak ini dengan segala keterbatasannya mencoba memberikan yang terbaik untuk anaknya dan dijaga baik-baik sampai menjadi dia yang aku sukai karena berkepribadian sekarang ini.''
Usaha nya berhasil, Pak Romi menoleh ke arah Rama.
''Sudah sejauh apa? Papa tau kamu sudah dewasa tapi dia seumuran adik kamu, baru lulus SMA.''
Kali ini Pak Romi menghentikan makannya.
''Sudah kuliah Pah...'' Rama yang sadar sudah terlalu lantang nenjawab, mencoba mengendurkan urat di keningnya.
''Kuliah yang katanya dibiayai Mama kamu? Harusnya kita semua sadar.''
Tatapan Pak Romi Kali ini tidak lepas dari Rama.
Bagai mendengar petir di siang bolong, akhirnya kata-kata yang tak ingin ia dengar terucap dari mulut Papa nya.
But Lia yang sejak tadi Hanya menyimak akhirnya angkat bicara.
Ia sangat berharap Mama nya bisa memihak padanya.
''Maaf Pah, Mah, kalau memang keberatan membiayai kuliah Mita, Rama bersedia mengambil alih.''
''Rama, bukan soal itu. Mama juga berpikir kalau kamu sama Mita jangan dulu berhubungan. Mita biar kuliah dulu, masih panjang perjalanannya."
"Anak Mama ini hebat, gentle sekali."
Pujian itu terdengar seperti ejekan untukku saat ini. Sarkas.
"Papa berangkat Mah, ada pertemuan dengan direksi rumah sakit pagi ini.''
Pak Romi pergi begitu saja, meninggalkan sarapannya yang belum selesai.
__ADS_1
Sudah ia duga akan sulit menaklukan Papa nya.
******
Bu Lia
''Mama mau ketemu Mita hari Minggu besok boleh?'' ia berusaha hati-hati saat menyangkut Mita, Rama terlihat sensitif jika membicarakan soal gadis itu.
''Apa perlu? Aku sama Mita nggak yang gimana-gimana cuma temenan biasa, Mita nya juga ngga mau sama aku.'' terlihat gurat kesedihan di sorot mata anak laki-laki semata wayangnya ini.
''Kenapa nggak mau?'' Bukankah biasanya perempuan-perempuan itu yang mendekati Rama duluan?
''Katanya dia harus sadar diri, dia siapa aku siapa.''
Ia tercekat.
"Tanpa Papa minta, Mita sudah terlebih dahulu sadar Mah..."
Semakin tercekat.
Rama mempercepat makannya, setelah itu ia pamit untuk ke kamar.
Rama dan Sena adalah dua anak yang sebisa mungkin ia penuhi segala kebutuhannya. Meskipun Rama lebih mandiri dibanding Sena, tapi seumur hidupnya ia jarang menerima penolakan. Terutama penolakan ayahhya terhadap perempuan pilihan hatinya.
Ia seperti dilema, bingung harus bagaimana.
*******
Haloo cinta-cinta kuu, semoga kita semua selalu sehatt ya.
Kasian babang Rama ππ
By the way anyway busway, kalau tidak merepotkan aku tunggu komen, like, dan support kalian ya karena aku penulis pemula disini πΊπΊ
__ADS_1
Bisa juga berteman di dunia per-instagram an dengan follow Instagram aku @shintaanadrika dm aku biar aku follow back π€π€
Semoga kita bisa berkawan rapat πΊπΊπΊπΊ