
Semangat Senin semuanya 🌺🌺
Mumpung Senin, yang punya stok vote mohon dukungan nya ya ❤️❤️
Hari ini aku update 2 episode 🤗
*****
Selesai Mita memutuskan panggilan dari nya, Rama menghubungi Fery. Lelah Dan kantuk sudah ia rasakan, tapi urusannya bertambah lagi satu. Magang Mita.
Matanya ia paksa buka sebentar untuk mencari nama Fery. Setelah nada sambung terhubung, Rama memejamkan mata kembali.
"Fer..."
Rama bicara sambil terpejam. Rasanya seperti sudah di alam mimpi.
"Lagi ngapain lu? Curiga gua suara lu begini."
Panggilan berubah menjadi video call.
"Lu nelpon gua sambil mimpi."
"Mita mau magang di pabrik jangan di resto. Bagian quality control atau quality assurance, di resto terlalu crowded kasian dia ntar kecapean. Di frozen food kita aja biar masuk sama judul tugas akhir nya."
Rama menjelaskan panjang lebar masih dengan terpejam, membuat Fery merasa iba.
''Disana kan lagi jam tidur. Lu tidur dulu, istirahat, besok lagi nelponnya."
"Email lamarannya udah gua forward ke email kantor tolong cek. Jangan ada yang macem-macem. Minta tolong bantuin Mita ke anak QA atau QC yang cewek, ingetin jangan di samain sama anak magang lain."
''Iya gua paham. Nanti gua baca dulu surat lamarannya, kalau ada yang ngga gua ngerti gua tanya lu dah ya. Apa ada kontak nya Mita di surat lamaran? Magang Mita gua yang urus aja, bos beresin thesis aja jangan pusing-pusing."
"QA atau QC yang cewek Fer."
"Lu ma bok ya? Gua ngomong apa lu jawab apa dari tadi."
__ADS_1
"Mabok cinta bangkee. Gua ngantuk tapi otak gua ngga mau diajak istirahat sia lan."
Rama membuka mata nya.
"Pokoknya lu inget, masukin Mita di tim QC atau QA yang cewek." lanjutnya yang kini sudah bangun.
''Posesif amat boss."
"Lu kaya ngga tau anak pabrik. Operator kita batangan laknat semua, dateng Mita pada kaya cacing kepanasan nanti."
''Ribet lu, kaya cewek PMS."
"Mita yang ribet, dia PMS ngga beres-beres."
"Mau lamaran ribut mulu lu anjir."
''Gua heran, Mita baru mau dilamar doang belum mau dinikahin. Cewek bukannya seneng ya dikasih kepastian? Ini kata dia kecepetan."
Fery tertawa.
''Masih muda dia Ram, masih pengen pacaran dulu."
Fery yang kala itu sedang di kantor tertawa puas.
"Bangkee, bengek gua. Lu udah tanya mau dia apa?"
Rama terdiam. Mau Mita apa?
"Belum."
"Lu egois bangsatt, cuma tau kepengen lu tanpa pengen tau dia mau nya gimana. Tanya dia mau gimana, setelah nikah gimana. Ngurus perusahaan bisa, ngurus cewek lu ngga bisa. Lu tidur dulu sana biar rada bener otak lu."
"Sialan."
*****
__ADS_1
Saat Rama menelpon Fery, di Malabar 10 Mita sedang berdebar ingin menelpon orangtua nya.
"Bu... Bapak lagi ngapain?"
"Ada lagi di sawah."
Ayahnya Mita, Pak Yanto, seorang petani di kampung. Kegiatannya sehari-hari ke sawah dan kebun untuk menanam sayuran.
"Hari Minggu Bu Lia dan keluarganya mau ke rumah Bu..."
"Eleuh lusa atuh Neng. Mau ada Apa?" (euleuhh : ungakapan semacam aduh)
"Mau melamar Neng Bu..."
Bu Rini, ibunya Mita, yang tidak menyangka anaknya menjalin hubungan dengan anak Ibu angkatnya terkejut. Melamar??
"Melamar gimana? Melamar untuk siapa?"
"Rama mau nikahin Mita Bu..."
"Ah kamu mah heureuy, Rama anaknya Bu Lia yang beliin kamu laptop itu mau nikahin kamu? Kamu ngga hamil kan sama dia?" (heureuy : bercanda)
"Astagfirullah Ibu, ngga atuh Bu. Rama nya juga masih di Amerika."
"Iya pas kamu ikut ke Amerika, kamu ngga di apa-apain kan Neng? Kenapa tiba-tiba melamar? Melamar itu sama dengan meminta kamu untuk jadi istri, bukan main-main."
"Sebenarnya ngga tiba-tiba Bu, waktu di Amerika Rama sudah melamar Neng. Langsung ngasih cincin dari Bu Lia. Tapi Neng ngga pernah pakai kalau pulang ke Cianjur, Neng takut bilang ke Ibu sama Bapak."
Baginya pernikahan adalah hal yang sakral, Mita tidak ingin terlalu mengumbar hubunganya bahkan ke orangtuanya karena takut hubunganya seperti Adit dulu, berakhir di tengah jalan. Dan statusnya yang masih kuliah, ia takut mengecewakan orangtuanya yang ingin Mita fokus kuliah.
"Harusnya Neng bilang kalau Rama sudah melamar Neng walaupun baru berdua. Jodoh mah Neng kita ngga tau, di harap-harap ternyata ngga datang-datang, kita belum ingin ternyata datang."
"Jadi gimana Bu?''
''Yasudah mau gimana lagi kalau Rama memang serius sama kamu dan kamu nya mau, Ibu cuma bisa mendoakan. Yaudah atuh Neng, Ibu mau bilang ke Bapak mau siap-siap. Ngadadak kieu atuh ya Allah." (kieu : gini)
__ADS_1
Ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Akhirnya keluarganya tau hubungannya dengan Rama. Mita pun segera menyelesaikan tugas dan laporan-laporan yang harus selesai Senin besok. Agar ia bisa pulang ke Cianjur besok.
Bismillah, semoga semuanya lancar doanya dalam hati.