Cinta Mita

Cinta Mita
Lamaran


__ADS_3

Sepulangnya dari Amerika, Adit masih tinggal di Malabar 10. Karena buku referensi, catatan revisi yang berantakan dan beberapa produk endorse masih di sana. Dalam pikirannya terlalu repot jika harus pindah saat revisi tinggal Bab akhir.


Beberapa kali Adit bertemu Mita, atau sekedar berpapasan jalan di kosan. Beberapa kali juga Mita hanya menunduk saat melewatinya, tanpa tersenyum.


Tak bisakah kamu berikan sedikit senyuman padaku sekali saja?


Atau aku yang memang tak pantas untuk sekedar kau lihat.


Lalu mengapa kau mengambil hatiku tanpa permisi?


Isi story Instagram nya yang berisi kegalauan hatinya saat itu.


Setiap kali Adit post story, selalu ada saja followers nya yang membalas. Kadang membalas untuk menyemangati atau membalas dengan hal absurd.


Tapi rasanya ada satu nama yang ia kenal, DM dari @shena_fia02.


"Semangka ! Semangat Kakak 🥺🥺"


Adit membuka akun tersebut namun ternyata akun profile nya di pagar. Demi menuntaskan rasa ingin tahunya akhirnya Adit mem-follow akun tersebut, hanya butuh lima menit untuk di setujui oleh pemilik akun.


"Kamu kok tau IG aku?"


"Siapa yang gatau IG selebgram hits?"


Selebgram hits? Adit tersanjung. Adit melihat feed dari instagram Sena, namun tak ia lihat kejanggalan. Tidak ada foto laki-laki atau komentar yang mengarah bahwa Sena memiliki pacar. Atau mungkin backstreet nya se-rapi itu?


Sebenarnya perasaan Adit pada Sena masih biasa saja, namun karena respon Rama yang begitu menggebu menjodohkan ia dan Sena mau tak mau Adit jadi malu sendiri.


Travelling kemarin memang menyisakan banyak kenangan. Meskipun sepulang nya dari Amerika hubunganya dan Mita harus selesai namun semuanya berakhir dengan baik walau tetap saja menyisakan luka. Tapi perkenalan nya dengan Sena cukup menyenangkan, tidak pernah berekspektasi bahwa Sena anak yang asik diajak berteman.


"Next time kalau kamu free kita travelling bareng."


"Mau banget. Cuma aku tuh ngga boleh kemana-mana tanpa keluarga atau supir."


"Kamu ngga pernah kemana-mana sendiri atau sama temen doang?"


"Literally belum pernah. Maksudnya kalaupun main sana teman harus diantar supir atau sama Kakak."


"Nanti aku temenin, mau travelling kemana sih? Double date boleh dong."


Rama yang ternyata menguping pembicaraan mereka ketika menunggu waktu boarding.


"Double date? emangnya aku dating sama Mas Adit? Nggak lah."


"Berarti kamu ngga suka sama Adit? Ganteng loh dia."


Adit tersipu mendengar pujian dari Rama. Ternyata Rama memang orang yang fair dan blak-blakan, to the point apakah itu namanya.

__ADS_1


"Bukan gitu, tapi kan emang ngga dating sama Mas Adit."


"Berarti suka?" lanjut Rama lagi.


Adit tersenyum salah tingkah.


"Mama, Kakak Ma ganggu aja."


Revisi skripsinya kini sudah menyentuh babak akhir, beberapa teman-temannya sudah wisuda duluan. Selesai yudisium Adit berencana ngebolang sendiri lagi.


Akhirnya Adit memilih liburan tipis-tipis ke Bandung sendiri, ia yang sedang di rumah orangtua pamit.


''Mau kemana lagi?


Begitu Adit nampak menggendong tas ransel nya biasa dipakai untuk membawa baju.


''Ke Bandung Mbak, sumpek."


"Ngapain? Sama siapa?"


''Sendiri, jalan2 aja."


''Ikut dong mumpung weekend.''


''Hadeuhhh aku pengen sendiri Mbak."


Apakah jadi adik selalu dirusuhi Kakak? Adit kesal.


"Yowis cepet siap-siap, kalau kesorean keburu macet.''


Adit menunggu sambil scrolling DM Instagram miliknya. Membaca DM dari followers nya adalah hal yang biasa ia lakukan saat gabut.


Seorang perempuan membalas insta story nya saat mempromosikan sepatu salah satu online shop.


"Bismillah yang pake sepatunya calon imam."


"Mas berangkat jam berapa? Udah ditanyain Mama 😌"


Dan balasan senada lainnya. Ada juga yang menanyakan Mita dan siap menggantikan. Adit tersenyum, tingkah netizen selalu out of the box pikirnya.


Adit berhenti di nama Sena, apa ia kontak Sena untuk meet up? ia tersenyum salah tingkah. Gara-gara Rama ia agak sedikit baper, tapi masih jauh kalau dikatakan suka. Entahlah.


*****


Sena


Sena yang sedang menikmati malam minggu sendiri di Ciwalk tiba-tiba ada notifikasi dari Instagram miliknya.

__ADS_1


"Lagi dimana? Aku lagi di Bandung."


Akhirnya ia pun memberi tahu posisi nya terkini.


"Kamu emang suka ke tempat yang fancy gini ya?" (fancy : mahal/mewah)


Begitu ia masuk ke restoran tempat Sena chill out.


"Hah, ngga kok. Kalau lagi pengen sendiri aja aku ke tempat kaya gini karena lebih private. Cuma kebetulan Mas Adit kesini nya pas aku lagi di sini. Tapi kalau sama temen suka juga kaya ke kafe-kafe biasa yang merakyat gitu juga suka, kalau disini ada Warung Telaga cuma tadi rame banget. Gimana kondisi hati aja sih. Eh tapi nanti aku aja yang bayar karena aku yang nentuin tempatnya tadi."


''Oh ngga, bukan gitu."


Kampret batinnya, yang niatnya cari obrolan malah jadi salah ngangkat topik.


''Ke Bandung sendiri? dalam rangka apa?"


''Sama Mbak, cuma tadi dia turun duluan di rumah mode. Nanti aku jemput kalau udah beres."


''Oh, PP atau gimana?"


"Ngga, nginep di Aston depan.''


''Kalau ada Kakak, nginep di rumah Enin aja kalau kesini."


''Boleh semoga nanti waktunya pas. Rama kapan pulang?"


"Kayaknya lima sampai enam bulan lagi.''


''Masih sama Mita?"


...Ternyata bagian terberat dari perjalanan ini bukanlah saat benar-benar kehilanganmu, tapi saat aku tidak tau kabar tentangmu....


"Hmmmm masih... Mama udah nyari WO dan test food beberapa catering sih untuk acara Kakak. So sorry, tapi kayaknya Mas Adit harus tau. Jangan stuck di masa lalu Mas, wasting time. Mereka udah kemana, Mas masih disini."


Adit merasa tersindir, ucapan Sena barusan benar-benar menyadarkannya. Mereka sudah mau menikah, tapi dia masih memikirkan Mita?


*****


Mita


"Hari Minggu Mama Papa mau ke Cianjur."


Mita yang sedang mengetik email di laptop untuk surat lamaran magang menghentikan aktifitas nya.


"Ngapain?"


Feeling nya tidak enak.

__ADS_1


"Lamar kamu secara resmi."


"Hah??"


__ADS_2