
Rama
Sepulangnya dari kelas pengembangan bisnis, tubuhnya mendadak tidak enak yang membuat ia akhirnya hanya bisa berbaring di atas kasur hingga pagi ini. Ia hanya bangun saat jam shalat dan untuk hal-hal tertentu. Membeli makan pun belum sempat ia lakukan karena rasanya sangat berat membelah dinginnya kota Seattle sejak Jumat sore kemarin. Meskipun bisa menggunakan UberEATS, namun yang jari nya lakukan hanya melihat instagram, seolah tidak ada waktu untuk membuka aplikasi jasa pesan antar makanan tersebut.
Melihat explore lalu kembali melihat instagram Mita yang berisi foto-foto lamanya. Semoga hari ini mejadi hari keberuntungannya bisa melihat aktivitas terbaru Mita di story nya atau story teman-temannya. Serindu itu ia dengan Mita.
Perbedaan waktu Jakarta yang lebih dulu 14 jam dibanding Seattle, membuat ia pagi ini harus melihat story Vira yang sedang malam mingguan.
Vira berfoto merangkul Mita menghadap kamera sambil tersenyum dengan menuliskan "Ibu owner Malabar 10, congrats semoga langgeng."
Ia pun mengecek semua story penghuni kosan tersebut satu per satu. Tidak terkecuali story sang owner dan ibu owner yang seperti mereka bilang. Hah!
Mita ternyata ikut meluapkan perasaannya di story. Foto piring berisi daging panggang dan kawan-kawannya menghiasi story nya dengan tambahan tulisan "Makasih Mas" lengkap dengan nama laki-laki itu. Breng sek!
Repost dari Adit membuat ia semakin muak tatkala melihat dengan jelas ia membaca "sayangku" lengkap dengan tanda hati. Repost terakhir yang terpampang di story nya adalah ucapan seorang laki-laki yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. "Go public, spread the love"
Ternyata ada dua manusia yang sedang mabuk Asmara. Pertanyaannya hanya satu, sejak kapan?
Pusingnya tambah berkali-kali lipat sekarang. Bahkan sebentar lagi jadwal untuk melakukan video call dengan keluarganya di Jakarta karena malam ini (waktu Jakarta) sedang dalam formasi lengkap.
Perutnya yang belum ia isi sejak kemarin sore hingga pagi ini membuat ia merasakan mual. Terlebih melihat isi story warga Malabar 10.
__ADS_1
"Lu dimana?" ia melakukan panggilan international kepada Fery.
"Gimana ceritanya Mita bisa jadian sama itu bocil?"
"Lu udah tau?" brengsek Fery tau tanpa memberi tahunya
"Mereka kaya pasangan yang paling bahagia sedunia. Dia nganggap gua apa atuh Fer, rutin ngasih PAP kegiatan gua disini selama setahun cuma dibaca tanpa di balas gua tetep sabar. Bang satt ternyata ini alasannya, gua yang be go atau gimana sih. Gua belum makan dari kemarin karena ngga enak badan, baru kerasa mual dari Subuh tadi. Sekarang gua tambah mual, pengen muntah." Ia meluapkan kekesalannya dengan sumpah serapah kepada Fery.
"Makan atuh Ram. Lu jangan nyusahin diri sendiri. Dia bahagia lu menyedihkan gini. Gua bisa bantu apa?"
"Pesenin karangan bunga yang paling gede pakein ucapan Selamat berbahagia dari mantan from America. Gua kirim alamat nya sekarang. Kirim ke gua fotonya kalau udah nyampe." ia tutup panggilan telepon langsung ia buka aplikasi pesan berwarna hijau untuk mengirimkan alamat lengkap kosan Malabar.
Ia juga memesan makanan dengan UberEATS mengikuti saran dari Fery. Mungkin memang harus ada makanan yang masuk, agar rasa mual nya berkurang.
"Kakaak lagi ngapain?" si anak manja heboh bukan main.
"Lagi sarapan, di aku masih pagi."
"Kak sehat kan? Lemes gitu keliatan nya?" Ibu nya memandangnya prihatin
"Baru nemu makanan Ma, kemarin ngga enak badan ngga sempet pesen makanan."
__ADS_1
Haduh, perutnya terasa bergejolak. Datang di waktu yang tidak tepat. Ia tidak ingin keluarganya khawatir.
Rama pun bangun sambil memegang kening bermaksud ke kamar mandi, khawatir memuntahkan isi perutnya di atas kasur.
"Huueekk"
"Kakak kamu muntah?" Terdengar Ibu nya berteriak panik
"Bentar, aku colokin teko listrik bikin air hangat." ia berusaha berbicara sekeras mungkin agar terdengar oleh ibunya.
"Gimana cerita baru makan? Kemarin kemana aja?" keluarganya yang sangat detail akan bertanya se detail-detail nya.
"Perlu ke rumah sakit ngga Ram?" ayahnya yang biasanya hanya menyimak kini ikut bersuara.
"Nanti kalau ngga membaik habis minum air hangat aku ke klinik terdekat."
"Kamu belum mau nikah sekarang? Biar ada yang ngurusin disana. Mengkhawatirkan kamu disana. Cari orang Indonesia yang menetap disana."
"Papa, anak lagi sakit disuruh yang macem-macem."
"Loh bener, itu liat pipi nya tambah tirus. Makan ngga kamu disana?"
__ADS_1
"Makan dong Papa, kalau ngga aku udah mati."
Masih bisa bertanya hal-hal nggak jelas, ia menggerutu.