Cinta Mita

Cinta Mita
Barbeque party


__ADS_3

Adit


Acara bakar-bakaran belum dimulai, tapi ia sudah merasa kurang nyaman karena banyaknya perempuan di sekeliling nya yang lebih banyak ngobrol dan rumpi dibanding bekerjanya. Hanya Mita dan Vira yang terlihat menyiapkan bahan-bahan. Karena memang tidak banyak juga yang harus disiapkan. Xixixi


Maksud hati hanya mendekati Mita, namun effort yang harus ia lakukan lumayan juga. Demi mengurangi perasaan tidak nyaman, ia pun mengajak temannya yang rumahnya di Citayam. (effort : usaha)


"Lu ke kosan gua dong, ntar malam party sama cewek."


Ia mencari alasan agar Raffi mau datang ke kosannya.


"Gua demen nih party gini. Tapi sejak kapan otak lu jadi begini?" Party yang ia maksud adalah barbeque party dengan penghuni kosan yang notabene adalah perempuan. Xixixi


"Sejak temenan sama lu. Jangan kemaleman jam 7 udah sampe sini."


"Party mah makin malem makin asik."


Adit terkikik. Raffi pasti mengira ia mengajak party di club. Dikelilingi perempuan saja dia merasa tidak nyaman, bagaimana bisa dia ke club yang notabene betebaran perempuan berpakaian seksi. Ruangan ber-AC pun pasti terasa gerah. Ia menghindari hal-hal seperti itu.


Namun anehnya ia bisa nyaman jika berdua saja dengan Mita. Ia sendiri heran bisa se-professional itu kemarin mengeluarkan rayuan kepada Mita. Ia sampai geleng-geleng kepala senyum-senyum sendiri setelah menyadari apa saja yang sudah ia katakan kepada gadis itu.


Saat ia sedang dibantu Mita bersiap menyalakan arang karena mereka menggunakan metode barbeque zaman batu, Raffi datang ke kosannya dengan sangat rapi, siap untuk party.


"Rapi amat lu Piii." Adit tertawa terbahak-bahak. Niat iseng nya dianggap serius oleh Raffi.


Raffi yang kala itu memakai outfit hypebeast lengkap dengan topi merk ternama merasa tidak enak feeling. (Hypebeast : gaya anak muda kekinian dengan fashion brended)


"Lu masih pake kaos oblong? Lu party rapihan kek dikit." Raffi memandanginya dari atas sampai bawah, belum sadar keadaan sebenarnya.


Namun begitu ia mengajaknya ke gazebo belakang, tempat diadakan barbeque party Raffi mulai sadar. Dilihatnya beef slice, sosis, hingga berbagai macam olahan seafood sudah tersedia di meja portable dekat gazebo.


"Gua dikadalin astagfirullahal 'adzim." Raffi setengah berteriak.


Ia terlihat kesal karena seperti salah kostum.


"Gaya lu istigfar segala. Lu harusnya istigfar sebelum berangkat kesini tadi, niat lu udah ngga bener. Nih kipasin areng, kita party sosis bakar. Gua mau bumbuin daging.''


Adit memberikan kipas bambu kepada Raffi yang ia pegang sejak tadi. Lalu mengambil beef slice dan bumbu marinasi.

__ADS_1


"Anjim emang lu kebangetan, gua udah rapi begini disuruh ngipasin sosis bakar."


"Yang pasti gua ngga bohong, salah sendiri ngga nanya spesifik. Lu terlalu semangat." ia tertawa geli.


Mata para perempuan tertuju kepada kedatangan Raffi. Ia pun mengenalkan Raffi pada penghuni kosan satu per satu. Kaum wanita nampaknya belum paham dengan apa yang terjadi.


"Kita kedatangan tamu spesial dari Citayem. Mau ikut barbeque party malam ini. Ini namanya Raffi ngga pake Ahmad, biasa dipanggil Apii."


Ia memeperkenalkan Raffi dengan menepuk-nepuk punggung pria tersebut.


"Rapi banget." salah seorang adik kosannya bertanya, ia hanya jawab dengan tawa ejekan.


Semua mata tertuju pada penampilan hypebeast Raffi.


"Sesuai sama nama gua Rapi, puas lu Dit." wajah kesalnya tak bisa disembunyikan ketika melihat ke arahnya. xixixi


Sepanjang mengipas Raffi terus menggerutu kesal. Ia benar-benar kesal sudah dikerjain Adit malam ini.


"Daripada lu ngomel, mending lu ganti baju pake baju gua. Sayang supreme lu kena asep, berasa smoky nya."


Suasana pun akhirnya mencair. Ia dan Raffi bisa membaur dengan baik. Mereka ngobrol tentang kuliah, teman-teman dan hobi.


Perempuan yang berada di sampingnya tengah menikmati sosis bakar akhirnya bertanya karena penasaran.


''Itu Raffi, aku nyuruh ke sini bilangnya mau ada party. Dia pikir clubbing party sama cewek-cewek. Dia tuh ngga berubah, makanya pakaiannya heboh gitu.'' Mita dan anak-anak lain yang mendengar tertawa terbahak-bahak akhirnya tau penyebab kekesalan Raffi yang sejak tadi mengomel.


Mita yang sedang makan sosis menjadi belepotan saus barbeque di sekitar mulutnya karena tidak bisa mengontrol tawanya.


''Pelan-pelan, kamu makan belepotan gitu.'' ia pun mengambil tisu yang jaraknya cukup jauh.


''Cieee.'' beberapa anak yang melihat langsung ramai menggoda. Wajah polos Mita memerah, ia pun malu menjadi pusat perhatian.


''Lap mulut kamu.'' ia memberikan tisu dengan wajah menunduk, karena sekarang semua mata menatap ia dan Mita.


''Makasih Mas.'' Mita mengambil dengan malu-malu.


Raffi yang baru sadar akhirnya angkat suara

__ADS_1


''Ohhh itu ohhh.''


''Ohhh itu ohhh.'' dengan gaya yang dibuat-buat ia mengulang-ngulang kata ''Ohh'' dengan panjang. Namun tak ia ambil pusing.


Ia begitu menikmati malam ini. Melihat Mita tersenyum dan tertawa membuatnya bahagia. Semua hidangan yang ia beli habis tak bersisa. Bahkan tadi Raffi membeli makanan ringan dan minuman dingin untuk mereka nikmati bersama.


''Mau jadiin agenda bulanan nggak acara kaya gini? Seru juga.'' ia memberi saran.


''Kita patungan aja Mas, kalau Mas Adit terus yang traktir kita ngga enak juga.'' Mita bersuara.


Benar-benar idaman, tidak suka memanfaatkan kebaikan orang lain.


''Boleh, siapa aja yang mau partisipasi silakan.'' Semua yang hadir mengangguk. Obrolan ngalor-ngidul khas anak muda terus berlanjut tak kenal waktu.


''Besok libur kan?'' ia mendekati Mita saat sedang ngobrol dengan Wanda, penghuni kosan yang seumuran dengannya. Mita yang dikuncir kuda terlihat manis menggunakan dress tidur berwarna kuning.


''Besok libur, tapi aku mau pulang ke Cianjur Mas. Udah sebulan aku belum pulang.'' Mita melihat ke arahnya, bola matanya yang bulat sempurna terlihat cantik.


*****


Mita


''Besok pulang naik bus?''


Ia mengguk.


''Naik apalagi?'' jalan kaki kan ngga mungkin.


''Besok aku free sih, kalau mau diantar aku bisa antar.''


Ia berpikir, pulang dengan Adit? Bisa jadi bahan gunjingan warga kampung.


''Nanti heboh warga Gekbrong, Paramitha anak Pak Zainal pulang diantar laki-laki naik mobil sport mewah.'' ia tersenyum membayangkan hal itu jika benar terjadi.


''Di garasi dalem ada motor matic kalau kamu ngga mau naik mobil.'' Adit mencoba meyakinkan.


''Jauh loh Mas Cianjur tuh.'' ia berharap Adit mengurungkan niatnya untuk mengantarnya pulang.

__ADS_1


''Lewat Puncak kan? Aku pengen refreshing sekalian.''


''Boleh ya ...''


__ADS_2