Cinta Mita

Cinta Mita
Destiny


__ADS_3

"Rey !"


Ini kedua kalinya Adit mengetuk pintu apartemen Reychan.


"Gede banget suara lu."


Tiba-tiba Adit menyeruduk masuk ke dalam apartemen Reychan dan menghempaskan diri di atas ranjang dengan kasar.


"Udah belah durennya? Nagih ngga?"


"Diem Rey. Gua ikut tidur dulu 20 menit."


"Lah kenapa ngga tidur di kamar lu aja? Enak ada yang kelonin. Import langsung dari Indonesia."


Tanpa sadar Adit menitikan airmata penyeselan di balik bantal yang ia bawa dari kamarnya. Teringat ucapan Bu Retna untuk selalu menjaga diri.


"Kenapa Men? Berantem?"


Reycham seolah mengerti Adit dan Sena sedang tidak baik-baik saja.


"Dia cewek baik-baik Rey. Omongan lu mancing gua, jadi gua yang ngga enak sekarang."


"Dia nolak?"


"Dia udah ngasih, tapi terpaksa gua tolak. Gua ngga mau dia rusak."


"Lu serius kan sama dia? Yaudah lah sama-sama serius. Laki-laki seusia lu udah wajar untuk having sekss, Men. Asal bukan untuk mempermainkan, namanya bukan ngerusak. Lu udah niat beli kan? Sekss buat kita kebutuhan. Harusnya dia juga ngerti kebutuhan lu sebagai cowoknya. Kalau dia sayang, dia akan nge-treet lu dengan baik."


"Lu sesat anj*ng. Kita saling sayang, tapi tetap harus ngejaga sampai nikah."


Adit melempar Rey dengan bantal yang ia bawa. Hingga Rey bisa melihat jelas mata Adit yang memerah yang sejak tadi ia tutupi.


"Nikah kan ucapan doang, sama aja sih sekarang atau nanti, having sekss juga. Puyeng kepala gua kalau ngga disalurkan."


"Lu di sini gituan sama siapa? Cewek lu bukannya di Paris?"


Adit penasaran dengan banyaknya pengaman di laci meja milik Rey. Dengan pengaman sebanyak itu, tentu berhubungan sekss sudah seperti rutinits.


Rey tersenyum mendengar pertanyaan yang menurutnya polos dari Adit. Ia tidak menyangka, selebgram ibukota sepolos Adit.


"Bahasa lu gituan. Yaa kadang video call, kadang sama temen. Makanya temen cewek gua banyak, pergaulan gua luas. Lu ngerti FWB ngga? Jangan-jangan ngga paham lagi. Payah."


"Pernah denger, tapi lu jelasin apaan FWB?"


"Friend with benefit." (teman dengan manfaat)


"Something about sekss? Gila lu Rey !"


"Exactly."


"Kok bisa? Lu temenan sama cewek terus having sekss ? Sekss nya not only kiss pasti kan?"

__ADS_1


"Ah lu mah norak. Having sekss nya makingg love, Men."


"Gila, parah. Temen lu juga mau aja?"


"Mau lah. Lu meragukan kemampuan gua di ranjang? Wah, I do everything on my bed. You know I mean?"


"Ngga ngerti. Gua ngga ngerti jalan berpikir lu. Sinting!"


"Simbiosis mutualisme lah, Men. Daripada Gua beli tiket seminggu sekali ke Paris, mendingan Gua ajak makan atau bayarin cewek-cewek belanja."


"Mendingan lu ke Paris lah. Ketauan cewek lu. Gimana sih ! Terus ngapain lu pacaran kalau sekss nya sama cewek lain?"


"Gua masih pengen nyobain, ngerasaim berbagai macam cewek."


"Awas lu HIV. Jajan aja lu."


"Itu guna nya pengaman. Kalau sama cewek gua, ngga perlu pengaman. Tapi selain dia, gua harus main aman."


"****** gua kesini pengen tidur biar otak gua ke setelan normal. Ini makin melenceng isi kepala gua."


"Biar lu tau, dunia itu ngga seputih dunia lu. Mau nyobain? Kalau cewek lu ngga bisa ngasih, temen gua banyak yang butuh kasih sayang. Apalagi sama modelan lu gini, sukarela gua yakin."


"Ngga, makasih."


Adit mengirimkan pesan kepada Sena, agar ketika ia masuk Sena sudah siap kembali ke hotel. Tanpa perlu berlama-lama lagi di kamarnya.


"Udah? Balik sekarang? Takut Teteh nyariin."


"Mau naik taksi atau digendong?"


"Taksi aja."


"Di gendong juga ngga apa-apa."


"Mas... Maaf ya yang tadi."


Rey memperhatikan Adit yang tengah fokus pada ponsel. Yakin bahwa Adit sedang chat kekasihnya.


"Perjaka sama perawan, sebelahan kamar juga masih pake text. Ngomong aja langsung sih sono balik ke kamar."


"Walaupun di sini juga ada setan, berdua sama dia di kamar lebih gua takutin setannya."


"Gua maksud lu setannya? Si anjir."


"Dah ah, Gua nganter Sena dulu."


Sebelum pergi Adit memukul keras kepala Reychan dengan bantalnya.


"Sakit woy."


"Biar otak lu rada bener."

__ADS_1


*****


Jalan cerita kehidupan seringkali di luar nalar. Tuhan seperti sengaja menyiram luka yang masih basah degan cairan cuka. Terlihat hanya cairan putih bisa, namun rasanya perih bukan main ketika disiramkan ke atas luka yang masih basah.


"Dari milyaran penduduk bumi, kenapa harus dia lagi yang Tuhan pertemukan dengan gua di sini?"


Reno masih menjadi satu-satunya orang tempat Damar bercerita. Jika saat masih bersama Sena dulu, ia bisa bercerita kepada Bunda, kini ia tak bisa lagi melakukan hal tersebut.


"Ketemu Sena di Jepang?"


"Ada lagi perempuan lain dalam hidup gua?"


"Salah Lu sendiri ngapain ke Jepang. Lu kan tau cowoknya di Jepang, kemungkinan untuk ketemu dia itu gede."


"Jepang itu negara yang paling gua suka. Gua ngga mikirin cowoknya, gua bodo amat. Tapi ngeliat dia di sini juga, bener-bener ngga expect."


"Ketemu di Jepang bagian mana nya?"


"Hotel."


"Lu satu hotel sama Sena? Mereka berdua?"


Damar diam. Dan diamnya Damar adalah jawaban untuk iya.


"Anj*ng edan, Sena diam-diam mainnya rapi. Yang kaya gitu biasanya hot. Apess Mar nasib lu belum nyobain udah putus. Terus lu lagi dimana?"


"Ngikutin dia sama cowoknya."


"Ngapain ego ! Lu udah mergokin dia di hotel, ngapain lagi? Cari aja geisha sana, nikmatin hidup." (geisha : pekerja sekss di Jepang)


"Lagi bosen di hotel, sekalian cari udara."


"Cari penyakit namanya. Ente kadang-kadang. Yaudahlah selamat menikmati pemandangan dua sejoli yang lagi honeymoon."


"Ngga honeymoon dong Ren..."


Ada perasaan sakit membayangkan Sena dan Adit jika benar-benar honeymoon.


"Apa namanya kalau liburan berdua? Di kamar hotel ngga mungkin main Mobile Legend doang. Ah naif sekali. Kenapa-kenapa kabarin gua. Gua 24/7 buat lu. I love you."


"Najis."


Damar menarik nafas. Sudah sejam ia menunggu Sena di depan minimarket dekat apartemen Adit. Untuk kembali ke hotel, seharusnya Sena melewati minimarket tersebut. Namum setelah menunggu lama, Damar memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Adit cukup mengerjainya hari ini, dengan berjalan kaki sebegitu jauh.


****


Halooo selamat malam semuannya. Doain ya bulan ini bisa update tiap hari. Berat nih cerita Sena dan Adit beberapa bab ini 🤣🤣


Aku cuma mau mengungkapkan fenomena pergaulan muda mudi yang sudah lumrah saat ini.


Untuk adik-adik, jangan sampai salah mengambil keputusan ya bestiee ♥️♥️

__ADS_1


Sehat-sehat ya semuaa. Tenkyuu sudah setia membaca Cinta Mita. Saranghyeo sekebon 💕💕💕


__ADS_2