Cinta Mita

Cinta Mita
Penolakan


__ADS_3

Mita


Seminggu sudah ia melalui hari-hari sebagai mahasiswa baru. Ia merasa ada yang kurang, Rama sudah lama tidak menghubungi nya.


Ia pun menjadi yakin bahwa memang Rama tidak memiliki perasaan khusus padanya. Tidak lebih dari seorang kakak angkat yang perhatian kepada adik angkatnya, seperti yang Rama katakan saat di mall kemarin.


Selesai shalat isya ia pun keluar kamar kosan untuk menyalakan TV, sepi sekali pikirnya.


''Bengong aja Mit. Cari makan yuk?''


Ia yang sedang berselancar sosmed sedikit terkejut.


''Ihh kamu tuh ngagetin aja. Makan apa?''


''Padang yuk.''


Ia pun menimbang-nimbang, rasanya perlu mencari pekerjaan sampingan. Teman-temannya kerap kali ngajak ke tempat makan yang lumayan mahal menurutnya.


''Kalau tiap hari kaya gini, uang dari Ibu nggak akan cukup.'' batinnya


Sesampainya di RM Padang, ia meminta kepada Rani untuk makan di kosan saja.


Sesampainya di kosan, ia ke dapur mengambil piring. Ia pun teringat HP nya yang sedang di charge di kamar.


3 misscall dari Rama


Ia pun mengetik pesan khawatir ada urusan penting. Send, pesan pun terkirim.


Tak lama HP nya kembali bergetar.


''Kamu lagi ngapain? Telepon aku kenapa ngga diangkat?''


''Aku baru beli makan sama temen, HP ku di kamar. Ada hal penting?''


''Ada.''


''Apa?'' Ia bertanya-tanya hal apa yang terjadi.


''Bentar, kamu beli makam sama temen cewek apa laki-laki?''


''Sama Rani temen kosan. Kenapa sih?''


''Nggak apa-apa. Kamu 2 minggu ngga aku hubungin, nggak ada tuh nanya kabar aku.''


''Kamu pasti sibuk, nggak aku tanya juga aku tau kamu sibuk. Ya kan?''


''Kamu cenayang apa gimana?''


''Apa sih suka ngga jelas. Aku tutup ya teleponnya kirain penting. Aku mau makan tambah malem nanti.''


''Iya matiin dulu, aku video call aja. Aku mau liat kamu makan.''


''Nggal jelas.'' cibirnya sambil mematikan telepon. Namun senyum nya tak luput dari bibirnya.


''Pacar lo ya Mit?''


Rani yang mendengar dari tadi penasaran.


''Bukan, saudara aku.''


''Keren, deket gitu.''


Ia bingung harus menjelaskan apa hubungan dengan Rama.


Ia pun mengambil suapan pertama, lalu ponselnya bergetar ada panggilan video dari Rama.


''Simpen hp nya di depan kamu, aku mau liat kamu makan.''


Ia pun mengikuti permintaan Rama.


''Kamu udah makan?''


Mita bertanya sambil menguyah nasi dengan lauk ayam bakar.


''Udah tadi makan bareng sama anak-anak kantor, terakhir kali aku ngantor.''


''Jadi kamu tiap hari kesini? kuliah di IPB juga kan?''


''Pengen ya aku tiap hari kesana?''


Rama mulai menggoda. Ia rindu dengan candaan Rama yang 2 minggu ini tidak didengarnya.

__ADS_1


Ia pun tak menjawab, fokus makan sambil nonton siaran berita di TV.


''Kok diem?''


''Kalau kamu nggak jelas aku ngga mau jawab.''


''Segitunya non...''


Non. panggilam baru, suka-suka dia aja lah.


''Kamu tuh suka ngegantungin pertanyaan aku. Tadi aku tanya kamu kuliah tiap hari ke sini?''


Terlihat Rama sedang minum air putih disana.


''Sama kaya kamu, ngegantungin perasaan aku.''


Rani mengintip layar ponselnya.


''Ini yang katanya saudara? mau ngadalin aku.''


Rani mencibir tak percaya.


''Mita....''


''Hmmmm''


''Besok aku ke kosan ya? Kamu ada kuliah?''


''Ada 1 matkul habis makan siang.''


''Oke aku ke kosan kamu sebelum makan siang. Boleh kan tamu cowok siang-siang?''


''Boleh, asal tau waktu.''


''Siap non Mita .''


''Hmmmmmm''


''Kok hmmmmmm?''


''Trus apa?'' Ia menatap Rama dalam-dalam.


*******


Kamis siang ia hanya ada kelas TPP 1. Seminggu ini baru masuk tahap perkenalan belum masuk materi. Jadi ia belum terlalu sibuk di kampus.


Selesai mencuci baju menggunakan mesin cuci kosan, ia pun menjemur di atas balkon atas tempat menjemur. Terlihat sebuah motor yang tidak dikenalinya parkir di depan pagar kosan. Namun saat laki-laki yang menggunakan motor tersebut melepas helm nya ia menpercepat kegiatan jemur-menjemur.


''Jam segini udah sampe, dari rumah jam berapa?''


Rama yang sedang fokus dengan ponselnya menoleh.


''Yang pasti dari rumah aku belum sarapan. Temenin sarapan yuk?''


Rama memperhatikan nya dari atas sampai bawah.


Dicubitnya pergelangan tangan Rama.


''Jangan ngeliatin kayak gitu. Bentar aku ganti baju.''


''Nggak usah ganti baju, cari makan deket sini aja jalan kaki. Boleh parkir di dalem?''


Ia pun membuka lebar pintu pagar agar motor Rama bisa masuk.


''Aku ambil uang dulu.''


Rama menarik tangannya.


''Nggak usah ayo.''


Rama memilih sarapan kupat tahu yang tidak jauh dari kosannya. Ketupat, tahu, dan toge yang disiram kuah kacang ditambah 2 sendok sambal seketika membangkitkan selera makannya.


''Jangan pedes-pedes.'' Rama menjauhkan sambal dari jangkauannya.


''Pelit ih.'' Mita menggerutu.


''Biarin.'' Rama mendelik


''Tadi lagi ngapain?''


''Jemur baju diatas, terus ngeliat kamu di bawah. Tumben bawa motor.''

__ADS_1


''Aku pengangguran sekarang. Hemat.'' Rama asal saja menjawab.


''Jadi mobil kamu dijual?'' selidikku serius.


''Sembarangan. Lagi pengen angin-anginan jadi naik motor mumpung masih pagi.''


''Pak. boleh tambah kerupuk?'' lanjutnya. Memang ketupat tahu tanpa kerupuk itu kurang nendang.


Keduanya menikmati sarapan bersama mereka pagi itu.


Selesai sarapan mereka pun kembali ke kosan. Rama duduk di teras, sementara Mita mengambil air.


''Kamu mulai kuliah kapan?'' Mita mendudukan saru kaki nya di atas kursi.


''Minggu besok baru pengumuman penerimaan, kalau lulus bulan depan mulai kuliah.''


Mereka pun fokus dalam pikiran masing-masing. Mita yang tengah scroll story whatsapp teman-temannya. Tanpa di duga Rama memiringkan badannya lalu menggenggam tangannya.


''Kamu pake baju rumahan gini, aku jadi kaya lagi ngapel.'' tatapan Rama padanya dalam sambil tersenyum, ia meringis dalam hati. Takut terbawa perasaan.


Mita menarik tangannya, berusaha melepaskan genggaman tangan Rama.


''Kamu nolak aku?''


''Kenapa kamu berpikir begitu? Sedangkan kamu aja nggak nanya ke aku. Aku nolak kamu dari mana?'' tanya nya tidak mengerti.


''Aku kira dengan kita kaya gini, jalan berdua, rela pagi-pagi berangkat dari rumah motor-motoran ke sini bahkan belum sarapan cuma buat ketemu kamu itu harusnya udah bisa bikin kamu ngerti.''


Rama menatapnya sungguh-sungguh dan meraih tangannya kembali.


''Aku harus ngerti apa?'' Mita menatapnya serius.


''Kamu harus ngerti kalau aku sayang kamu. Kenapa sih susah banget bikin kamu ngerti?''


Untuk kedua kali nya ia menolak genggaman tangan Rama hari ini.


''Rama, kamu harus tau aku siapa dan kamu siapa.''


''Aku tau arah omongan kamu. Aku nggak mau denger hal kaya gitu.'' Rama memotong ucapannya sebelum ia berbicara banyak.


''Tapi itu fakta.'' Ia membuang muka


''Aku kesini cuma pengen ketemu kamu, terakhir aku ketemu kamu, aku langsung sibuk ngurusin pendaftaran kuliah dan ngeberesin kerjaan di kantor sebelum aku resign. Eh kamu kayak gini, aku jadi ngerasa kamu nolak aku.''


''Kamu tuh terbiasa tercukupi dari kecil, jadi saat ada hal-hal yang diluar harapan kamu ngga akan terima, nggak masuk di pikiran kamu bahkan alasan logis aku yang memang kita ngga bisa bareng.''


''Kayaknya aku dateng di waktu yang nggak tepat. Aku pulang, kamu jangan keluyuran.''


''Aku nggak pernah keluyuran.'' ia tidak terima.


''Semalem aku telepon kamu lagi keluyuran.''


''Aku lagi cari makan.''


''Buat aku sama aja. Kosan kan ada dapur kulkas bersama kan? Sengaja aku cari yang lengkap. Kamu stok sayuran, ayam ungkep, frozen food jadi ngga harus keluar malem-malem buat makan. Kalau sama aku boleh.''


''Kamu cerewet, katanya mau pulang sana pulang. ''


''Nggak jadi, rugi aku kalau pulang sekarang. Ngga worth it sama angin yang udah masuk ke badan aku baru ketemu kamu sebentar.''


Ia pun tidak tahan menahan tawanya sejak tadi mendengar Rama yang ngomel-ngomel.


''Udah jam10 supermarket udah buka. Ganti baju kita belanja.''


Rama pun dengan santainya duduk kembali, seolah tidak terjadi apa-apa.


''Heran jadi kamu yang hobi belanja. Katanya pengangguran.''


''Aku beda, pengangguran tapi tetap banyak uang.''


''Angkuhnya....'' Mita geleng-geleng kepala.


Rama tertawa terbahak-bahak.


*****


By the way anyway busway, kalau tidak merepotkan aku tunggu komen, like, dan support kalian ya karena aku penulis pemula disini 🌺🌺


Bisa juga berteman di dunia per-instagram an dengan follow Instagram aku @shintaanadrika dm aku biar aku follow back πŸ€—πŸ€—


Semoga kita bisa berkawan rapat 🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2