Cinta Mita

Cinta Mita
Anak nakal pulang ke rumah


__ADS_3

Adit


Ia kemudikan mobilnya membelah jalanan Jakarta dengan kecepatan di atas rata-rata. Hampir tiga bulan ini ia tidak pulang ke rumah orangtua nya. Rasanya rindu juga.


Sewaktu meninggalkan kosan tadi, ia hanya pamit kepada Bu Wati. Khawatir wanita paruh baya itu mencarinya.


"Bu, titip kosan beberapa hari. Kalau ada yang aneh-aneh kabarin saya langsung."


Tak ingin membahas yang lain, apalagi Mita. Ia percaya Mita, tapi tidak dengan pria itu.


Liburan semester Mita yang seharusnya bisa digunakan untuk menemaninya lebih banyak, kini terancam gagal. Tentu saja perempuan itu akan memilih Amerika bukan?


Untuk kedua kalinya ia benar-benar mencintai seorang wanita. Namun dengan Mita apakah harus berakhir kembali seperti yang pertama?


Namun hatinya tidak rela.


Mita sosok menyenangkan baginya. Pekerjaan yang baginya monoton, terasa lebih menyenangkan jika dijalani dengan perempuan itu.


Karir ya sebagai selebgram dimulai pertama kali ketika Mbak Putri memintanya menjadi model usaha clothing line miliknya. Siapa sangka ternyata usahanya tersebut lumayan maju. Hingga bisa menjadi penghasilan utama diluar pekerjaannya di Kementrian PUPR.


Sejak itu beberapa teman Mbak Putri ikut memintanya mempromosikan usaha milik mereka. Sejak saat itu, ia membuka jasa endorsement secara professional.


Namun belakangan ia mulai bosan, hingga akhirnya muncul ide untuk mengajak Mita menjadi team nya setahun lalu sampai saat ini. Dan ia menikmati nya.


Dihadapannya kini ada sebuah rumah dengan pagar tinggi menjulang. Ia tersenyum, rumah yang sudah membesarkan ia selama 22 tahun ini.


Bel pun ia tekan, tak lama seorang wanita berusia 60 tahun membukakan pagar. Mbok Sumi yang sudah agak bungkuk membukakan pintu pagar yang menutupi rumah bergaya jawa yang ada di dalamnya.


"Den Adit sudah pulang?"


Ia tersenyum, sudah lama rasanya tidak dibukakan pintu pagar oleh Mbok Sumi. Ia tersadar, terlalu sibuk dengan dunia luar hingga lupa dengan rumahnya.


"Mbok sehat?"


"Sehat Den."


Ia tersenyum, Mbok Sumi sudah bekerja di keluarganya sejak keluarganya masih menetap di Solo. Sejak Abimanyu, kakak tertua Adit lahir di Solo. Namun ketika ibunya mengandung Adit, ia dan keluarga nya harus pindah ke Jakarta dan Mbok Sumi turut serta.


"Saya masuk ya Mbok. Tutup pagarnya pelan-palan aja Mbok."


Mbok Sumi mengangguk, melakukan yang tuan mudanya katakan barusan.


Begitu ia sampai teras, ibunya yang sedang menyiram tanaman sedikit kaget.


''Cah bagus, pulang ngga bilang Ibu."


Diciumnya tangan milik ibunya. Ibu nya ini berasal dari Garut, namun karena sempat tinggal lama di Solo dan lingkungan ayahnya kental budaya jawa membuat ia sedikit banyak ikut terbawa.


"Mendadak pengen pulang, kangen Ibu. Ayah udah pulang?"


Ia melihat mobil ayahnya sudah terparkir di garasi tadi, tanda bahwa Ayahnya sudah di rumah.

__ADS_1


"Sudah, sebentar lagi mau makan malam. Lagi dipanaskan sama Mbak Narti."


Mbak Narti adalah anak dari Mbok Sumi. Suami Mbok Sumi meninggal empat tahun lalu terkena diabetes. Akhirnya Mbak Narti ke Jakarta dengan suaminya, untuk ikut membantu di rumah keluarga nya.


Keluarganya sebenarnya bukan keluarga yang sangat kaya raya. Jika dibandingkan dengan keluarga Rama, tentu lebih berada dibawah keluarga Rama. Namun entah mengapa, keluarga Rama lebih terkesan sederhana dimatanya. Bahkan mobil Rama hanya mobil SUV biasa, padahal jika melihat latar belakang keluarganya ia yakin Rama mampu membeli supercar mewah.


"Semalam Ibu pengen makan krecek kulit sama opor putih kesukaan Adek, ternyata Adek pulang."


Ia duduk menghadap Ibu nya di meja makan. Ia mewarisi ketampanan dari ibunya itu yang ketika muda sangat cantik.


Diambilnya krecek kulit dengan kuah yang berwarna merah menggoda, opor ayam bagian paha, dan sesendok besar gudeg yang sudah berwarna coklat siap disandingkan dengan nasi hangat.


"Di Bogor susah Bu, cari masakan jawa gini. Memang rejeki adek, pulang disaat yang tepat."


Ibu nya tersenyum.


Adit merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya adalah Abimanyu, seorang government relations officer yang bekerja di salah satu perusahaan asing yang beroperasi di Jakarta. Ia bertugas menjadi penghubung perusahaannya yang berasal dari Singapura dengan pemerintah Indonesia, terkait kebijakan dan kerjasama. Abimanyu juga bekerja sebagai dosen tamu di Jakun.


"Kamu sibuknya ngalahin Abi. Mas mu walaupun sibuk masih inget pulang." Ayahnya bersuara. Aura ayahnya yang sedikit dingin, membuatnya lebih segan dibanding kepada ibunya.


"Kata Mbak, kamu sibuk sama pacar baru." Ibunya mengambil centong nasi, menuangkan isi nya ke piringnya.


Tak lama perempuan yang mereka bicarakan muncul, anak perempuan satu-satu nya di keluarga itu yang bekerja di Kementrian PUPR.


"Yang bener yang mana? Sibuk skripsi atau sibuk pacaran?" lanjut nya.


"Dua-dua nya kan ngga salah juga Buk. Pacaran buat semangat skripsi. Skripsiku tinggal Bab akhir.''


"Belum, kemungkinan lusa baru datang. Tambahin Yah 200, uang Adit kurang kemarin pake uang tabungan yang lain." ia tersenyum salah tingkah.


"Sesuaikan sama uang yang kamu punya. Katanya sudah punya manager harus kelola uang dengan baik Dek." ayahnya mengomel khas bapak-bapak.


''Sekarang panggilan nya bukan adek Yah, tapi Mas." Putri mencuci tangan di wastafle dekat meja makan.


Ia tersedak. Kakak nya ini bahaya, diam-diam memata-matai.


"Mbak...." ia menatap tajam pada kakaknya tersebut.


"Nah, apalagi sudah dipanggil Mas. Nikahan Abi nanti ajak kesini."


ia mengangguk.


"Yah, kenal dokter jantung Romi Rachman yang nama istrinya Bu Amalia Utami?"


Ayahnya tampak sedikit kaget mendengar kedua nama tersebut.


"Kok gugup Yah?" Ibu nya yang tampak tersenyum menggoda.


"Kenapa memangnya?" ayahnya mengalihkan pandangan.


"Ngga apa-apa. Aku kenal sama anaknya, mereka kenal Adit anak Pak Bamwir. Ayah terkenal banget emangnya?''

__ADS_1


"Bu Lia teman organisasi kampus Ayah dulu." ibunya menjelaskan.


"Oh pantes. Anaknya yang cowok itu kan ganteng Yah. Ngga niat jodohin aja sama Mbak Putri?"


"Ihh kok aku? Nggak ah, Mas Abi juga ngga pake jodoh-jodohan." Putri mencibir ke arahnya.


"Anaknya yang bungsu itu masih SMA ya?" Ayahnya tampak mengingat sesuatu.


"Udah kuliah Yah masuk ITB."


"Kamu kok hafal banget, jangan-jangan pacarmu." Putri menyelidik ke arahnya.


"Temennya pacarku."


"Pacar adek kuliah di ITB?"


"Di IPB Bu."


"Ohhh pasti pacarmu kos nya di kosanmu toh? Mangkanya ngga pernah pulang." Putri menebak dengan pandangan tajam.


"Anak bandel, awas kamu hamilin anak orang." Putri menunjuk kerahnya dengan kerupuk yang ada di genggamannya.


Ayah dan ibunya kaget mendengar omongan Putri.


"Opo toh? Bener dek dia kos di kosan kamu?" Suara Ibu nya kini meninggi.


"Ya iya bener. tapi aku ngga ngapa-ngapain. Enak aja, Mbak nih ngomong tuh hati-hati, ngga disaring."


ia kesal dengan Mbaknya ini.


"Jangan macem-macem kamu Dit." Ayahnya menatap tajam.


"Tenang aku masih perjaka, bahkan bibirku masih perjaka. Mbak tuh kalau ngomong astagfirullah. Aku pacaran sama anak baik-baik." ia meletakan sendok nya , tangannya diangkat ke atas untuk menenangkan.


Acara makan malam kali ini lengkap, karena tidak lama Sang Kakak tertua pulang dari butik selesai fitting baju untuk acara pernikahannya bulan depan.


"Dari mana kamu ngga inget pulang?" begitu Abi melihat kehadirannya di meja makan. Ia hanya menunduk segan. Ia dan Abimanyu terpaut usia 7 tahun, dengan jarak usia yang lumayan jauh membuat ia sedikit takut dengan kakak laki-laki nya itu.


"Anak kecil, mau nyoba bandel kamu?"


"Apa sih bandel-bandel daritadi, aku bandel beneran tau rasa."


Ia hanya tersenyum kecut, acara makan malam hari ini penuh dengan ancaman dan intimidasi karena ia sudah lama tidak pulang. Padahal jarak kampus dan rumahnya tidak beratus-ratus kilometer.


*****


Hari ini aku up 2 episode yaa. segini dulu semoga mengobati sedikit karena kemarin ngga sempet update 🙏


Yang punya stok vote boleh di sumbangin ke sini, da aku mah apa atuh cuma penulis baru. Butuh support pembaca semua biar semakin semangat nulis 💪💪


jangan lupa like, Komen dan masakan ke dalam rak buku favorit ya. Lop Yu al ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2