Cinta Vania

Cinta Vania
episode 10 Bidadari manisku


__ADS_3

Aku tengah bersiap-siap pulang saat semua kegiatan telah selesai. kuhampiri Nadya dan Ditya yang sedari tadi menungguku.


"yu' pulang..." kataku menggandeng tangan Nadya dan berjalan beriringan disampingnya. Ditya lantas mengikuti kami dari belakang. Kami bertiga berjalan menuju halte untuk menunggu bus datang.


Sesampainya dirumah aku segera membersihkan diri dan melakukan aktifitas seperti biasa. Hingga waktu menjelang hampir malam, aku kembali ke kamarku untuk mengistirahatkan tubuhku yang cukup lelah. Sejenak aku terdiam memikirkan tingkah aneh Devan yang tiba-tiba ramah dan tampak penyesalan di wajahnya.


"kenapa tadi dia tampak sedih ya saat meminta maaf padaku, biasanya juga mukanya nyebelin...ah bodo ah, yang penting dia udah lulus, udah nggak akan ada lagi yang rese, setahun setelah lulus nanti, pokonya gue mau sekolah dimana nggak ada dia lagi, titik !!!", aku bergumam sendiri dikamarku.


Tiba-tiba kudengar pintu kamarku diketuk oleh seseorang dari luar.


*tokk..tokk..tokk...


"De', kamu udah tidur belum*?" kata kak Adit memastikanku.


"belum kak"


Segera aku beranjak bangun berjalan menuju pintu dan membukanya.


"*ada apa kak?"


"kakak mau tanya sesuatu sama kamu"


"ya udah masuk dulu kak, mau tanya apaan*" kataku mempersilahkan Kak Adit masuk dan menyuruhnya duduk di kursi dekat meja belajarku. Akupun langsung duduk diujung ranjang.


"De', kakak mau saran donk....besok cewek yang kakak *ulang tahun.. kira-kira cocoknya kasih kado apa ya?"


"cewek yang mana*?" kataku pura-pura menggoda


"yaelah de',, ya itu si Rena, emang siapa lagi.. kamu kira kakak suka ama berapa cewek" kata kak Adit ketus yang membuatku terkikik geli


"*kikikikikkk....ya kali aja kakak punya gebetan baru lagi"


"sialan kamu de*'" kata kak Adit masam sambil melempar penghapus pensil yang ada diatas meja belajar kearahku.


"buahahahaha......jangan emosi, nanti cepet tua lho" kataku mengejeknya


"*idih punya kakak ganteng gini dibilang cepat tua.. udah cepetan kasih saran"


"iya .. iya.. beliin aja boneka sama bunga, nanti kakak sekalian nembak dia, tapi jangan didepan umum"


"kenapa gitu?"

__ADS_1


"iya kalau kakak diterima, kalau ditolak? apa kakak nggak malu diliatin banyak orang? apalagi teman-teman kakak"


"iya juga ya*..." kata kak Adit berfikir sambil menjentikkan jari-jari di dahinya


"tapi inget kalau nanti sukses jangan lupain adikmu yang cantik ini, traktir makan yang enak" kataku tersenyum


Kak Adit lantas berdiri dan berjalan kearahku. Dia mengacak-acak rambutku gemas dan tersenyum


"ih kakak kebiasaan deh....berantakan ni" jawabku ketus yang ditanggapinya dengan tertawa


"siap....makasih banyak adikku sayang, ya udah kamu tidur yang nyenyak, kelihatannya udah capek benget" katanya yang kemudian akan pergi keluar dari kamarku


"kak tutup lagi pintunya" kataku sedikit berteriak"


"iya"


Aku dan kak Adit memang sangat dekat. Dia selalu terbuka padaku. Terlebih tentang gadis pujaan hatinya.


-----------------------------


Sepulang dari acara perpisahan, Devan bersiap-siap untuk mengemasi barang-barang yang akan dibawanya untuk pindah ke Bandung. Terasa begitu berat meninggalkan rumah tempat ia dibesarkan.


"sudah siap semua sayang?" tanya bunda yang melihat putranya duduk melamun di ujung ranjang saat memasuki kamar Devan yang pintunya terbuka lebar. Devan menoleh melihat bundanya dengan tersenyum.


"ya sudah taruh saja diluar kamar, nanti biar diambil sama Bi siti. sekarang kamu istirahatlah biar bsok bisa bangun pagi karena besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali sebelum jalanan macet*"


Devan mengangguk dan menuruti kata Bunda. Diraih ponselnyayang ada diatas nakas untuk memberi kabar ke kawan-kawannya lewat group whatsapp.


Devan : "gue pamit ya bro, besok pagi-pagi sekali gue pindahan"


Bimo: "kok cepet banget"


Kribo : "iya, apa nggak kecepetan? baru juga acara perpisahan tadi siang"


Devan: "iya kasihan Omah udah nungguin dari kemarin"


Andre: "yang terbaik buat lu aja bro...yang penting lu sehat dan bahagia disana"


Devan: "thanks bro, gue janji bakal sering ngunjungin kalian"


Kribo: "oke bro...ttdj ya"

__ADS_1


Bimo: "iya hati-hati bro"


Devan: "oke"


Devan lantas meletakkan kembali ponselnya di nakas dan merebahkan tubuhnya.


Devan menatap langit-langit kamarnya. Dia membayangkan wajah ayu Vania yang sedang tersenyum. Ia berharap senyuman itu sebagai pengantar tidurnya untuk memulai mimpi yang indah.


"selamat tidur bidadari manisku, semoga mimpimu seindah wajahmu"


Kata yang selalu terucap dari bibir Devan setiap malam saat ia akan memulai memejamkan matanya.


----------------------------


Tepat jam 4 subuh, alarm di jam waker Devan berbunyi. Dengan malam ia bangun dan segera menuju ke kamar mandi. Selesai membersihkan diri, ia segera berganti baju koko dan sarung untuk menunaikan sholat subuh.


Setelah melakukan aktifitas paginya, ia segera mengganti pakaiannya dengan pakaian casual. Kaos oblong dan celana jeans hitam panjang menjadi pilihannya.


Dilihatnya jam di tangannya menunjukkan pukul 5 pagi. Ia bergegas menyambar jaketnya yang gantung dibelakang pintu dan turun menemui orang tuanya yang sudah menunggu dilantai bawah.


"sudah siap sayang?" tanya mama


"*sudah bun"


"ayo berangkat, barang-barangmu sudah ada di bagasi"


"ayah mana bun?"


"ayah udah nungguin di mobil. udah ayo keburu macet lho, nanti kita sarapan di jalan aja gapapa ya*" kata bunda mengajak Devan.


Devan mengangguk dan mengekor di belakang bunda yang berjalan keluar rumah menuju mobil.


"lho, ayah nyetir sendiri bun?" tanya Devan saat melihat ayahnya yang duduk di belakang kemudi.


"iya, soalnya ayah sama bunda mau ikut nginep disana semalam"


Bunda masuk dan duduk di kursi depan samping kemudi. Sedang Devan duduk di kursi belakang. Ayah segera menancap gas dan melajukan mobilnya keluar pagar rumah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**jangan lupa like dan votenya

__ADS_1


salam sayang selalu๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ˜˜**


__ADS_2