
Andre membawa Nadya menuju kafe terdekat. Ia ingin menjelaskan dan mengungkapkan isi hatinya pada Nadya saat itu juga. Baginya ini adalah waktu yang tepat. Ia tidak mau lagi menyia-nyiakan kesempatan dapat bertemu Nadya.
Didalam mobil mereka saling diam tanpa bicara. Nadya hanya membuang muka ke jalanan di sampingnya.
Sesampainya di kafe, Nadya masih terdiam. Andre memesankan minum untuk mereka berdua.
"Nad, kenapa kamu sebenci itu terhadapku?" tanya Andre menatap Nadya yang terus menunduk. Nadya tetap.diam tak menjawab
"Nad, please tolong jawab aku"
"nggak ada yang perlu aku jawab. mending kakak jangan ganggu aku lagi" kata Nadya tegas tanpa mengangkat wajahnya
"kenapa? Nad, tolong lihat aku"
Nadya mengangkat kepalanya dan menatap Andre yang duduk di depannya. Andre melihat air mata Nadya sudah menetes membasahi pipinya.
"kamu kenapa? heh...?" tanya Andre lembut
Belum sempat Nadya menjawab, seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka dan meletakkannya di meja. Pelayan itu segera kembali setelah menyelesaikan tugasnya.
"menjauhlah jika kakak tidak ingin seperti ini" kata-kata Nadya bergetar saat mengucapkannya.
"maksud kamu?" tanya Andre terkejut karena mendengar pernyataan Nadya
"tolong berhenti menyakiti perasaanku kak, mengertilah aku cukup rapuh dengan semua ini" kata Vania dengan air mata yang semakin tak terbendung
Andre menggenggam erat tangan kiri Nadya yang ada diatas meja.
"Nad, aku sayang sama kamu.. maaf kalau selama ini aku membuatmu rapuh. Sungguh aku nggak punya niat apapun melakukan ini semua, aku hanya ingin melihat kamu bahagia dan tidak lagi bersedih karena kondisi keuangan keluargamu yang memburuk"
Nadya tercengang mendengar penuturan Andre. Ia menatap tajam Andre. Ia tidak melihat kebohongan di mata Andre.
"bukannya kamu mencintai Vania?" tanya Nadya menghapus air matanya.
"Vania? kenapa kamu bisa berfikir seperti itu?" tanya balik Andre sambil mengkerutkan keningnya.
"setiap kamu mendekatiku, kamu hanya bertanya tentang Vania, bahkan kamu nggak pernah sedikitpun peduli akan perasaanku, aku mencoba bisa menerima itu. Namun, kamu sama sekali acuh dan justru semakin tidak peduli padaku"
Andre tersenyum mendengar penjelasan Nadya. Raut wajahnya yang semula bingung berubah menjadi senang.
__ADS_1
"jadi kamu mencintaiku?" tanya Andre masih dengan senyumnya.
Nadya hanya terdiam tanpa menjawabnya
"aku ingin kamu tahu satu hal dan aku harap ini menjadi rahasia kita. Aku bertanya tentang Vania padamu bukan semata-mata karena aku mencintai Vania, tapi aku melakukannya karena Devan"
"maksud kakak?"
"aku hanya mencintaimu.... dan Devan yang mencintai Vania sejak pertama kalian masuk SMP, hanya saja Devan tak mempunyai banyak keberanian untuk mengungkapkannya"
Wajah Nadya berubah memerah karena malu setelah mendengar penuturan Andre. Ia membuang muka menahan senyumnya. Andre menyentuh dagu Nadya dan menggerakkannya agar bisa menatap wajah Nadya.
"katakan kamu juga mencintaiku" kata Andre lembut
Nadya tak mampu lagi menahan senyumnya. Ia merasa malu telah salah paham pada Andre.
"ayo katakan, kenapa cuma senyum?" kata Andre menggodanya
"iya, aku suka sama kakak, puas" jawab Nadya malu-malu. Andre terkekeh mendengar perkataan Nadya
"kita resmi pacaran kan?" tanya Andre dan Nadya mengangguk pelan.
Nadya mengangguk dan mengiyakannya. "tapi bagaimana mungkin kak Devan bisa suka sama Vania, bukannya dia sangat usil sekali sama Vania" tanya Nadya penasaran.
"itu kan cuma akal-akalan dia aja biar bisa dekat sama Vania" kata Andre sambil meminum minumannya dengan sedotan
"tapi bukannya dia palyboy ya....sering deketin para cewek"
"mana ada...cewek-cewek itu aja yang pada ganjen, kalaupun Devan ngeladenin itu juga cuma buat menarik perhatian Vania aja" jawab Andre santai
Nadya hanya manggut-manggut mendengar pembelaan Andre terhadap sahabatnya itu.
"jangan bilang ke Vania lho" kata Andre membuat Nadya menoleh ke arahnya dan mengangguk, "satu lagi, jangan pernah cemburu lagi sama Vania, karena laki-laki yang ada di hadapanmu ini hanya mencintai kamu seorang" lanjutnya serius
"gombal" celetuk Vania menggoda Andre
"kamu ya....diajak ngomong serius malah bercanda aja, tadi aja nangis-nangis, sekarang udah berani ngecengin" ledek Andre
"iya..iya...maaf" kata Nadya tersenyum "ya udha ayo anterin balik ke butik, keburu nanti manajer nyariin, Kribo juga kasihan kan kalau nungguin lama" lanjutnya
__ADS_1
"ya udah ayo..tapi habisin dulu minumanmu" ajak Andre
Mereka bergegas menuju butik milik mama Andre. Sesampainya di butik, kedatangan mereka sudah ditunggu oleh Kribo yang terduduk di ruang tunggu depan butik.
"gila lu...bilangnya bentar doang, nggak tahunya gue nunggu disini hampir satu jam" marah Kribo setelah melihat Andre turun dari mobilnya.
Andre terkekeh melihat emosi Kribo, "sorry bro, gue lupa kalau tadi ninggalin mie instan disini"
"sialan lu, malah ngatain lagi" umpat Kribo
"mana kuncinya?" tanya Andre menengadahkan tangannya meminta kunci motor yang dipegang Kribo. Dan Kribo menyerahkan kunci itu pada Andre.
"lo tunggu disini, gue mau masuk bentar" kata Andre pada Devan. Ia berlalu memasuki butik dan diikuti oleh Nadya dari belakang.
Andre menemui manajer yang bertanggung jawab memegang butik yang bernama mbak Nia. Andre melihat mbak Nia yang tengah sibuk ikut membantu karyawan melayani pelanggan.
"mbak Nia" panggil Andre
Mbak Nia menoleh ke arah suara " lho tumben kesini Ndre..." katanya sambil tersenyum. Ia kemudian menoleh ke arah Nadya yang menunduk di samping Andre.
"kamu darimana aja sih Nad nggak balik-balik...kan sudah tahu kalau butik lagi ramai banget" lanjutnya menegur Nadya.
"maaf mb, jangan salahkan Nadya, tadi Andre yang maksa ajak dia keluar sebentar. Andre lupa ngabarin mb Nia" kata Andre menjawab teguran mbak Nia
"ya sudah lain kali jangan ulangi lagi ya Ndre,,, kamu harus minta ijin dulu sama mbak kalau mau ajak Nadya keluar. mbak Nia nggak mau disalahkan sama mamamu dalam mengurus butik, apalagi kalau sampai terjadi apa-apa sama karyawan di jam kerja" kata mbak Nia
"iya mbak, sekali lagi maaf.. ya udah Andre pamit ya mbak" kata Andre pada mbak Nia
"iya kamu hati-hati di jalan" menoleh ke Nadya "dan Nadya, kamu bisa kembali kerja" katanya ramah, kemudian mb Nia pergi menjauh dari Andre dan Nadya.
"nanti pulang aku jemput ya" kata Andre
"nggak usah, aku bawa sepeda"
"y udah kalau gitu nanti pulangnya hati-hati, besok jangan pakai sepeda lagi kesini, biar aku yang antar jemput dan kamu nggak boleh nolak" kata Andre dan Nadya menganggukinya.
FLASHBACK OFF
___________
__ADS_1