
Mereka mengobrol bertiga sambil tertawa-tawa. Devan tidak mengetahui kalau sebenarnya sahabatnya itu bertiga. Andre dan Nadya juga sengaja tidak membicarakan keberadaan Vania. Mereka ingin melihat bagaimana reaksi Devan setelah bertemu dengan Vania.
Sesaat kemudian Vania kembali dari kamar mandi. Ia berjalan ke arah sepasang kekasih yang menjadi sahabatnya. Ia melihat punggung orang lain membelakanginya yang duduk di bangku bekas Vania duduk sebelum ke kamar mandi.
Vania berjalan mendekat. Ia semakin penasaran dengan lelaki asing yang bersama sahabatnya. Dan saat pria itu menoleh, alangkah terkejutnya Vania saat mendapati pria itu adalah Devan. Ia diam terpaku melihat lelaki yang ada di hadapannya manatapnya dengan tatapan yang tajam.
Vania berfikir, inilah saatnya meminta maaf atas kesalahannya tempo hari yang sudah marah-marah. Namun saat Vania hendak membuka mulutnya untuk bicara, tiba-tiba Devan berdiri dari duduknya dan berpamitan.
"kalau begitu aku pergi dulu, kalian bersenang-senanglah" katanya sambil tersenyum dan kemudian melangkah pergi.
"kak Devan" panggil Vania sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Devan.
Devan menghentikan langkahnya. "sial... kenapa harus memanggil sih" umpat Devan dalam gumamannya. Ia menoleh ke belakang
"iya" jawabnya berusaha senyum.
Vania berjalan mendekati Devan. Ia menundukkan wajahnya tidak berani menatap Devan karena merasa malu atas perlakuannya yang membuat Devan pergi.
"untuk yang tempo hari...."
"lupakan, anggap saja semuanya tidak ada" jawabnya memotong perkataan Vania. Ia memaksakan senyumnya meski hatinya begitu perih saat mengucapkannya.
Vania ikut menanggapinya dengan seulas senyumnya "terimakasih kak"
Devan membalas senyum dan kemudian pergi menjauh keluar mall menuju mobilnya yang terparkir. Di dalam mobil, ia tidak langsung menyalakan mesinnya. Ia memegang kemudi dan menundukkan kepalanya hingga dahinya menyentuk kemudi yang dipegangnya.
Sakit, kata itu yang saat ini ia rasakan. Disaat kesempatan itu ada, dia justru dicampakan oleh cinta pertamanya. Jika boleh memilih, ia ingin kembali ke London agar tidak bertemu lagi dengan gadis yang bernama Vania. Memulai hidup baru tanpa bayang-bayang gadis itu. Tapi kembali lagi ia berpikir akan terlalu pengecut jika ia harus meninggalkan semua pekerjaannya di Jakarta hanya karena seorang gadis.
Devan mengangkat kepalanya dan menyalakan mesin mobilnya. Ia bergerak meninggalkan mall itu untuk pulang.
******
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian, Vania yang sudah memasuki semester tujuh akan melakukan kunjungan penelitian untuk tugas akhirnya. Ia berangkat berkelompok bersama teman-temannya yang terdiri dari 5 orang. ada Nadya, Leo, Arya, Nisha dan Dion.
Mereka melakukan penelitian di salah satu hotel besar di kawasan Jakarta. Hitel itu bernama DAS Hotel. Mereka akan mempelajari manajemen hotel mulai dari keuangan dan lain-lainnya.
DAS Hotel merupakan hotel baru yang mengalami perkembangan sangat pesat karena managemennya yang begitu bagus dan pelayanan yang memuaskan. Hotel itu mempunyai bangunan yang unik dengan mengusung tema modern style. Membuat para pengunjung merasa nyaman karena disuguhkan fasilitas yang sangat modern dan apik.
Tidak ada yang tahu siapa pemilik DAS Hotel sebenarnya. Bahkan sebagian pegawai tidak mengenal siapa boss tempatnya bekerja. Hanya para petinggi hotel seperti manajer dan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di hotel itu yang mengetahuinya.
Informasi kepemilikan hotel benar-benar dirahasiakan demi menjaga keamanan hotel.
Siang ini enam orang itu berangkat menuju lokasi dengan mengendarai kendaraan masing-masing. Vania yang tidak bisa mengendarai motor ataupun mobil memilih untuk berboncengan dengan Nadya. Di sana mereka akan melakukan penelitian selama dua hari.
Vania dan kawan-kawannya sampai di hotel pada sore hari. Mereka melakukan check in terlebih dahulu. Para wanitamenginap dalam satu kamar. Sedang yang laki-laki memilih dua kamar dimana Arya dan Dion tinggal dalam satu kamar dan Leo yang menempati kamar seorang diri.
Ke-enam mahasiswa dan mahasiswi itu memilih kamar yang bersebelahan. Setelah selesai menyimpan barang-barangnya di dalam kamar, Mereka langsung bergegas untuk melaksanakan tugasnya agar cepat selesai dan tidak semakin molor waktunya.
Mereka saling membantu dalam menyelesaikan tugas. Ke-enam pemuda dan pemudi itu mampu bekerja sama dengan baik hingga tugas hari ini selesai tepat waktu.
Saat akan menjelang tidur, Vania dan Nadya mengobrol sejenak karena Nisha sudah tidur lebih dulu. Mereka mengobrol sambil tiduran menghadap ke langit-langit kamar hotel.
"aneh ya Nad, masa iya hotel sebesar ini pemiliknya tidak jelas" kata Vania heran.
"bukannya tidak jelas, tapi dirahasiakan. Mungkin memang pemiliknya tidak ingin privasinya dikorek terlalu dalam"
"tapi kan sayang ya... gue yakin lho kalau hotel disebut siapa pemiliknya, pasti bakalan terkenal tuh yang punya. gue yakin dia bukan orang sembarangan. Lihat saja, bangunannya semewah ini. Lantai juga dilapis marmer. langit-langit kamarnya juga didesain begitu keren, apalagi perabotannya yang begitu mewah" jelasnya sambil memandangi sekeliling.
"iya juga sih, anehnya juga harganya lumayan bisa dijangkau, padahal fasilitasnya begitu wow" jawab Nadya terkagum-kagum.
"eh ngawur aja, hotel kelas bintang kau kira harga losmen. Kita ini karena kena diskon karena tugas kampus, kita cuma diminta bayar setengah harga. Makanya murah..." Jawab Vania sambil menepuk lengan Nadya.
"huh? iya kah? kupikir... hehehe" kata Nadya terkekeh geli.
__ADS_1
"katanya sih emang ada peraturan khusus dari hotel untuk pelajar yang melakukan penelitian"
"emang ada peraturan seperti itu?"
"nggak tahu juga sih, tadi kata mbaknya yang bagian loby bilang gitu. Katanya karena disini sering dipakai pelajar dan mahasiswa yang sedang melakukan tugas penelitian. Makanya dikeluarkanlah peraturan itu" kata Vania
"baik juga ya pemilik hotel ini, jadi penasaran"
"jangan terlalu penasaran, katanya bisa bikin umur pendek lho" jawab Vania sambil cekikikan menggoda sahabatnya.
"ah kamu... tapi beneran lho, gue pengen banget ketemu orangnya"
"terus kalau ketemu lo mau ngapain?" Vania masih menggoda Nadya
"ya, kalau cowok dan masih muda kan lumayan" jawab Nadya senyum-senyum sendiri
"lumayan gimana"
"bisa kenalan lah..." jawab Nadya enteng
"mau dilaporin kak Andre kalau kamu selingkuh?"
"ih ya nggak lah, kan cuma kenalan doank... nggak ngapa-ngapain" sangkal Nadya yang membuat Vania terkekeh melihat temannya salah tingkah.
"ih kok malah ketawa sih...." imbuh Nadya kesal karena baru sadar kalau ia digoda oleh Vania.
"habisnya lo sih....lucu"
"ya udah deh kalau muda dan bujang buat lo aja yang jomblo" jawab Nadya ketus yang membuat Vania semakin terkekeh
Vania memiringkan tubuhnya memeluk sahabatnya.
__ADS_1
"udah jangan ngambek lagi, jelek tau'.." katanya sambil tersenyum dan dibalas Nadya dengan ikut memeluknya.