
Devan mengusap kasar wajahnya dan kembali menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
"gue bingung bro, gue nggak punya nyali buat ngungkapin ke dia. gue takut nggak diterima. dan saat ini gue yakin dia benci banget sama gue karena sering gue jahatin" kata Devan lirih
"bilang aja lu gengsi.... dicoba dulu lah bro, kalau nggak lu coba ungkapin gimana bisa tahu diterima apa enggak" kataku santai membuat diam spontan menoleh ke arahku
"maksud lu" tanya Devan menatapku tajam "jadi lu cuma ngejebak doang biar gue ngaku" lanjutnya lagi mulai emosi
"eits .. santai bro, jangan marah dulu, lagian gue udah curiga sama sikap lo dari kemarin. lu mending curhat semuanya ke gue, nanti gue janji deh bakalan bantu" kataku mencoba meredam emosinya
"lu jangan macem-macem ya, gue nggak mau yang lain tahu" ancam Devan
aku yang mendengar ancamannya cuma bisa tertawa...
"hahaha....kamu lucu juga ya kalo lagi kasmaran" ejekku sambil memegang perutku yg sakit karena terus tertawa
"sialan lu..." umpat Devan melemparkan bantal sofa ke arah wajahku
Kribo dan Bimo yang sedari tadi asyik bermain playstation merasa terganggu dan menghentikan permainannya menoleh ke arah kami.
"kalian ngomongin apa sih kayaknya seru banget" tanya Bimo penasaran karena melihatku yang masih terus saja tertawa.
"udahlah kalian main aja. kita cuma lagi bercanda doang" jawabku mengibaskan tangan bermaksud menyuruh mereka bermain lagi.
Kribo dan Bima kembali fokus pada permainannya.
aku yang melihat wajah Devan nampak menahan malu, mulai mencoba untuk serius. "emang lu sejak kapan sih suka sama Vania" tanyaku pelan
Devan menghela nafas berat dan mulai mengungkapkan perasaannya, "gue sebenernya udah jatuh cinta sama dia sejak pertama dia masuk di sekolah. gue lihat dia beda dengan yang lain. sikapnya yang ramah, sopan, suka menolong dan tidak pernah membedakan teman - temannya. sayangnya gue nggak punya keberanian buat ngungkapin pesan gue. Gue pikir mungkin dengan menggoda dan menjahilinya bisa bikin gue dekat dengannya. Tapi kayaknya semuanya kebalik. Tindakan gue justru membuat dia semakin muak" kata Devan pelan
"tapi lu nggak bisa terus-terusan nyembunyiin perasaan lu bro" saranku sambil menepuk bahunya pelan
"bentar lagi ujian bro, gue takut malah jadi stress gara-gara mikirin cinta gue yang bakal ditolak, dan please...ini cuma jadi rahasia kita berdua dulu"
__ADS_1
"ya sudah apapun keputusan lu, gue pasti dukung" kataku menyemangatinya
"thanks bro, lu yang terbaik" ucap Devan menepuk bahuku berulang ulang
POV ANDRE END
-------------------------------------------------------------------------
Mentari pagi mulai menunjukkan sinarnya. Para siswa mulai berhamburan memasuki kelas dengan riuh setelah bel berbunyi. Mereka duduk di bangku masing-masing sambil ngobrol dan bercanda.
tak lama wali kelas kami Bu Sinta masuk ke dalam kelas kami bersama cowok asing yang sepertinya merupakan siswa baru.
"selamat pagi anak-anak, hari ini ada siswa baru datang ke sekolah kita, dan dia akan belajar bersama kita di kelas ini. ibu mohon kalian bisa berteman baik" kata Bu Sinta
"baik bu bu.." jawab kami serentak
"*baiklah silakan perkenalkan dirimu"
"selamat pagi teman-teman, namaku Aditya Suherman. kalian bisa memanggilku Ditya. aku pindahan dari SMPN A Bandung. semoga kalian menyukaiku*" kata lelaki itu memperkenalkan diri dan menggerakkan matanya kearah teman teman barunya, kemudian membungkukkan badannya sopan.
anak-anak mulai berbisik dan membicarakan siswa baru itu. Ditya mempunyai raut wajah yang tampan. Postur tubuh yang keren untuk anak seumurannya, ditambah lagi penampilannya yang tampak seperti snak yang smart.
Ditya berjalan menuju bangku yang akan ditempati duduk. Sesekali ia melirik kearah gadis cantik yang akan duduk didepannya. Diam- diam ia mulai kagum pada Vania yang tengah menunduk.
"manis sekali gadis itu, apa lagi lesung di pipinya" gumam Ditya pelan saat duduk di bangkunya
"baiklah kita mulai pelajaran hari ini" lanjut Bu Sinta.
Semua siswa dan siswi mulai sibuk dengan kegiatan belajar mereka di dalam kelas.
Di tempat lain, Devan dan kawan-kawannya sedang berkumpul di ruangan aula mengikuti pengarahan dari kepala sekolah dan mengambil kartu ujian mengingat besok mereka akan diliburkan untuk persiapan ujian.
"lu siap ujian bro?" bisik Andre ke Devan yang duduk di sebelahnya
__ADS_1
"ya siap nggak siap, harus siap"
"lupain dulu si Vania sementara waktu, lu fokus ke ujian. kalau ujian selesan dan lu udah siap ngungkapin nanti gue bantuin" lanjutku menasehati dan dijawab Andre mengangkat jempol tangannya tanpa bersuara.
Tak terasa waktu menunjukkan jam istirahat, para siswa berhamburan ke kantin. Vania dan kedua temannya sedang membereskan bukunya untuk disimpan kedalam tas. Tiba tiba Ditya berdiri disamping bangku Vania, "hai kenalin namaku Ditya" kata Ditya mengulurkan tangannya. Kusambut tangan itu dan tersenyum
"aku Vania, dan ini temanku Nadya dan Sherin" kataku seraya menunjuk ke Nadia dan Sherin
Ditya kemudian mengulurkan tangannya kearah mereka. Nadya dan Sherin juga menyambutnya dan tersenyum.
"haiii....." seru mereka serempak.
"Nad, cakep juga ya ni anak baru" bisik Sherin pelan di telinga Nadya. Nadya hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala heran
"tapi tetep masih cakepan kak Irfan dihati aku" lanjut Sherin menangkupkan tangannya di dada dan mengedip kedipkan matanya
" semprul lu mak...." kata Nadya mengejek
"kalian mau ke kantin? bareng boleh? gue nggak tahu letak kantin" tanya Ditya dan kujawab dengan mengangguk.
Ditya mengikuti arah langkah kaki kami menuju kantin. Selama perjalanan kami tidak saling bicara, kami hanya diam karena masih merasa canggung.
Sesampainya di kantin kami memesan makanan dan bercanda.
" lu ternyata anaknya asyik juga ya Dit, gue pikir lu pendiem dan nggak suka bercanda" kata Sherin sambil menikmati pesanannya yang sudah datang
"bisa aja lu Sher, gue cuma berusaha menempatkan diri aja kog tergantung situasinya" jawabnya santai
Vania hanya diam dan sesekali tersenyum mendengar obrolan temannya. Vania lebih banyak tidak berbicara pada orang-orang yang baru dikenalnya. Sedang Nadya sibuk menghabiskan makanannya karena sudah lapar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Janan lupa like & vote ya....
__ADS_1
Salam sayang selalu 💗💗😘**