
Devan mengusap kasar wajahnya setelah mendengar pernyataan dari Andre. Hatinya benar-benar hancur antara sakit dan kecewa.
"lu tahu Ndre,,, gue udah memutuskan untuk pindah sekolah di Jakarta. Dan mulai senin bsok gue bakal masuk sebagai siswa baru di sekolah lu. Dengan satu sekolah, gue berharap juga bisa sambil jagain dia. Tapi semuanya nggak seperti yang gue bayangin. Ada cowok lain yang lebih dicintai dan dihargainya disana" kata Devan pelan
"jadi lu pindah sekolah?" tanya Andre mulai tersenyum. Devan mengangguk.
"Bro, gue tahu lu kecewa. Tapi lu mesti inget.. lu bisa jagain dia meski hanya melihatnya dari jauh. Lu bisa mencintainya meski tak bisa bersamanya. Bukannya lu sendiri yang pernah bilang kalau indah itu saat melihat orang yang kita cintai bahagia meski tidak bersama kita" kata Andre tersenyum menoleh sebentar ke arah Devan. " Ntar kalau lu udah nyerah, kita cari gadis lain yang lebih baik" lanjut Andre menggoda
"sialan lu bro... kayaknya gue nggak bisa. Gue udah cinta mati sama dia. kalaupun dulu gue sering dekat sama cewek-cewek, itu semata-mata cuma gue jadiin pancingan biar Vania cemburu, tapi semuanya gatot..Vania sama sekali nggak ngelirik ke gue"
"ya udah....berdoa saja. Yakinlah Tuhan mengirim Vania buat lo...bukan Ditya.. janur kuning belum melengkung bro...mereka masih pacaran" kata Andre santai mencoba menghibur sahabatnya.
"amiin..." sahut Devan mengusapkan telapak tangan ke wajahnya.
Andre menghentikan mobilnya tepat di parkiran sebuah Cafe yang cukup ramai karena malam itu adalah weekend. Banyak para pengunjung memadati cafe.
Mereka turun dari mobil. Dan saatmemasuki cafe, pandangan mereka tertuju pada dua lelaki yang melambaikan tangan dan duduk di ujung Cafe yaitu Bimo dan Kribo.
Andre dan Devan kemudian menghampiri teman-temannya dan ikut duduk di meja yang sama.
"udah lama?" tanya Andre
"enggak...baru 5 menit yang lalu. kita pesan makanan dulu ya..." jawab Kribo sambil memanggil pelayan untuk mendatangi meja mereka.
Mereka memesan beberapa makanan dan minuman serta camilan. Pelayan kemudian kembali ke belakang untuk menyiapkan pesanan pelanggannya.
" eh ada berita baik lho...." kata Andre sumringah
"apaan" tanya Bimo
"sahabat kita pindah satu sekolah sama kita"
"hah? beneran lu?" tanya Kribo girang menatap Devan. Devan menganggukinya dan tersenyum.
__ADS_1
"yess.....kita bareng-bareng lagi" kata Bimo mengangkat dan mengepalkan tangannya senang.
"terus gimana sama Oma?" tanya Kribo
"Oma yang nyuruh.. beliau yang nyuruh..katanya kasihan lihat gue nggak pernah keluar-keluar karena nggak begitu dekat sama anak sana" jawab Devan.
Obrolan mereka berhenti saat pelayan datang membawakan pesanan mereka. Devan tidak lupa mengucapkan terimakasih sebelum pelayan itu meninggalkan meja mereka.
"udah ayo dimakan.. hari ini gue yang traktir, anggap aja buat ngerayain pindahan gue" kata Devan sambil mengambil sendok dan garpu yang ada dihadapannya.
"asyyeeeeekkkkk" kata Kribo sambil mengusap-usap kedua telapak tangannya. Kribo senang bikan main mendengarnya.. Ia bisa menghemat uang jajannya. Bagaimana tidak, di Jakarta ia tinggal bersama paman dan bibinya karena orangtuanya tinggal di kampung. Orangtua Kribo merupakan orang yang cukup kaya di kampungnya. Mereka mempunyai sawah dan kebun yang sangat luas. Hanya saja mereka selalu memberikan uang jajan yang cukup terbatas untuk Kribo karena takut Kribo akan menyalah gunakan uang kiriman orangtuanya untuk berfoya-foya yang kata orang kampung biasa anak kota lakukan di bar dan tempat lainnya.
Mereka memulai menikmati makanan masing masing dengan santai sambil mengobrol.
"oo iya katanya kalau weekend disini ada live music lho, paling bentar lagi mulai" Kata Bimo sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.
Dan benar saja... terdengar suara merdu seorang pria mulai menyapa pengunjung cafe dibalik microphone
"selamat malam semuanya... seperti biasa malam ini saya akan mengisi acara dengan menyanyikan lagu diatas panggung ini" kata laki-laki itu sontak membuat para pengunjung menoleh kearahnya. Begitu juga dengan keempat pria yang duduk di ujung cafe.
"Ditya pacarnya Vania itu? eh tahu nggak lu Van, si Vania yang dulu sering lu jahilin, sekarang makin cantik lho..udah jadi primadona aja di sekolah" sahut Kribo yang masih sibuk dengan makanannya
"kok lu tahu mereka pacaran?" tanya Andre
"nebak aja sih... soalnya mereka dekat banget di sekolah. tadi aja boncengan bareng. emang kenapa?" tanya Kribo santai
"oo.. nggak apa-apa" jawab Andre menoleh ke Devan yang tampak diam dan menundukkan wajahnya. Andre tahu betul saat itu Devan tengah bersedih.
"udah yu' makan lagi aja" kata Bimo tiba-tiba.
Mereka melanjutkan kembali dengan makanannya. Sesekali Andre melirik Devan yang mulai tidak selera dengan makanannya.
Tak lama mereka sudah selesai dengan makan malamnya.
__ADS_1
"eh kita pindah yu', disini terlalu berisik" kata Andre pura-pura mengalihkan karena melihat mood sahabatnya yang semakin memburuk. Ia tidak ingin kedua temannya tahu apa yang terjadi pada Devan.
"kita nonton aja gimana? tanya Bimo
" oke" sahut Andre dan Kribo bersamaan.
"ya udah kalian ke parkiran aja duluan, biar gue bayar dulu" kata Devan sambil beranjak menuju ke kasir dan diikuti oleh Andre, Bimo dan Kribo yang keluar cafe dan menunggu Devan di dalam mobil.
Saat sedang berada di depan kasir dan tengah membuka dompetnya, Devan dikejutkan oleh seseorang yang menepuk bahunya dari belakang. Dia adalah Ditya yang baru saja turun dari panggung. Devan lalu membalikkan badan ke belakang.
"kamu kak Devan kan? kakak kelas waktu SMP" tanya Ditya sambil menunjuk Devan.
"iya, betul. panggil aja Devan. umur kita nggak terlalu jauh, jangan buat aku merasa tua" kata Devan sambil bercanda
"hahaha....sorry.. sama siapa kesini?"
"gue berempat sama teman-teman"
"oh tadi gue kaya lihat Andre, Bimo sama Kribo itu ya?" tanya Ditya mencoba menebak. Devan mengiyakan.
"sekarang sekolah dimana?" tanya Ditya
"gue dulu di Bandung, tapi senin nanti gue udah pindah ke sekolah yang sama kayak lo,,," jawab Devan yang membuat Ditya tersenyum. "lu yang punya kafe ini?" lanjut Devan.
"enggak.. gue kerja disini, cuma weekend aja sih, malam sabtu sama malam minggu. lumayan bisa buat uang jajan mumpung paginya sekolah libur"
"o.... ya udah gue balik dulu ya.. yang lain udah pada nungguin diluar" pamit Devan.
"oke sampe jumpa lusa disekolah ya" sahut Ditya
Devan melangkahkan kakinya keluar kafe dan menemui teman-temannya yang sudah menunggu.
"kenapa lama banget?" tanya Bimo
__ADS_1
"iya sorry, ketemu teman tadi"