Cinta Vania

Cinta Vania
episode 19 Teman lama


__ADS_3

Mereka melajukan mobilnya ke salah satu mall besar di Jakarta. Mereka membawa dua mobil, satu mobil Andre dan Devan, dan satunya lagi mobil Bimo yang didalamnya ada Kribo juga.


Setelah menghabiskan waktu menonton di bioskop, mereka memutuskan untuk memisahkan diri dan pulang karena Devan merasa sedikit lelah setelah perjalanan pindahnya. Devan pulang diantarkan oleh Andre yang sebelumnya telah menjemputnya.


Sesampainya dirumah, ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.


Sebelum memejamkan matanya, seperti biasa ia akan memandang foto Vania dan mengusap-usapnya seolah sedang membelai wajah gadis cantik itu.


"hai...bidadariku... selamat tidur, semoga mimpi indah, berbahagialah selalu" Devan tersenyum dan berbicara sendiri dengan foto Vania. Kemudian ia meletakkan kembali foto itu di laci nakas samping tempat tidurnya. Ia memejamkan matanya. Tidak membutuhkan waktu yang lama ia pun terlelap dalam mimpinya.


Pagi harinya, Devan masih setia dengan bantal dan selimutnya karena hari ini adalah hari libur sekolah. Dia benar-benar menghabiskan sabtu liburnya dengan bermalas-malasan di kamarnya.


Sekolah libur dua hari pada hari sabtu dan minggu dalam seminggunya. Karena sekolah mengikuti sistem full day school.


Di tempat lain, Vania sudah sibuk dengan kegiatannya. Ia menghabiskan hari liburnya dengan membersihkan rumah. Sedang Bi Inah sedang membantu mamanya di dapur untuk menyiapkan makanan untuk menyambut tamu datang. Malam ini papa Firman mengundang kawan sekaligus atasannya yang berprofesi sebagai CEO perusahaan induk yang salah satu anak cabangnya dipimpin oleh papa Firman.


Hari mulai siang, Vania mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah berjam-jam berkutat dengan sapu dan alat kebersihan lainnya. Ia tertidur di sofa setelah selesai dengan pekerjaannya. Meski di rumah ada Bi Inah sebagai asisten rumah tangga, anggota keluarga itu tak segan-segan ikut membantu melakukan pekerjaan rumah di saat Bi Inah tengah sibuk dengan pekerjaan lainnya. Hal itu sudah diterapkan oleh Mama dan Papa Vania sejak kecil yang juga berlaku untuk Adit.


Hari mulai sore, Vania bangun dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. setelahnya, ia kembali ke ruang keluarga berkumpul bersama yang lain sambil menunggu adzan maghrib berkumandang untuk melaksanakan sholat berjamaah.


Semua anggota keluarga kembali ke ruang keluarga sambil mununggu tamu datang. Tak lama kemudian terdengar suara mesin mobil yang memasuki halaman rumah. Pak Firman dan istrinya segera beranjak dari duduknya dan berjalan keluar menuju teras rumah untuk menyambut kedatangan tamunya. Vania dan Aditpun mengikuti langkah kedua orangtua tersebut. Tampak sepasang suami istri paruh baya turun dari mobil mewah dengan usia yang tidak jauh berbeda dengan orangtua Vania. Dengan penampilan lelaki itu sangat gagah dan yang perempuan yang sangat cantik dan anggun dengan pakaian branded serta tas dan sepatu mahalnya meski usianya tidak lagi muda, tampak jelas difikiran Vania kalau mereka adalah orang kaya.


"selamat datang pak Satria" sambut pak Firman merentangkan tangannya hendak memeluk sahabat karibnya.


Mereka tersenyum ramah menerima sambutan dari pemilik rumah. Tak lupa Bu Karina dan wanita tersebut saling berpelukan dan berciuman pipi.


"jangan berlebihan Fir, kita tidak sedang di tempat kerja sekarang. panggil dengan namaku tanpa embel-embel" kata pak Satria tersenyum sambil melepaskan pelukannya


"mana mungkin aku memanggil atasan di tempat kerjaku hanya dengan namanya saja" jawab pak Firman

__ADS_1


"kita memang partner kerja. Tapi selebihnya kita juga sahabat sejak sekolah.. jadi panggil aku satria atau aku akan pulang lagi" sahut pak Satria sambil menahan tawa


"hahaha...baiklah Satria. oo..iya ini kenalkan putra dan putriku. ini Adit dan ini Vania" kata Pak Firman sambil menunjuk ke Adit dan Vania. mereka lalu menyalami dan mencium tangan pak Satria dan istrinya.


"kalian sudah besar...makin ganteng dan cantik ya.." kata Bu Dewi, istri pak Satria.


"makasih tante" kata Vania tersenyum manis.


"kalian hanya berdua?" tanya pak Firman karena melihat tidak ada lagi yang turun dari mobil.


"iya...putra kami tidak bisa ikut katanya capek habis pindahan dari rumah Omah" sahut bu Dewi


"oo gitu... tadinya mau saya kenalin sama Adit, biar bisa akrab...kan cuma selisih dua tahun usianya" lanjut pak Firman


"iya juga ya..." jawab pak Satria


"sudah..sudah pa...masa tamunya dibiarin diluar dari tadi...mari masuk, kita ngobrol kedalam" ajak bi Karina yang membuat semuanya tertawa bersama.


Semua orang melangkahkan kakinya menuju meja makan keluarga Wibowo


"wah..repot-repot sekali kalian ini sampai menghidangkan banyak sekali masakan" kata pak Satria saat tiba di meja makan dan melihat banyak makanan tersaji di atas meja.


"ini bukan apa-apa. Kapan lagi kita bisa kedatangan tamu istimewa seperti kalian ini. Ayo silahkan duduk" kata bu Karina sambil duduk dan mempersilahkan tamunya.


"jenk Karin masak sendiri?" tanya Bu Dewi


"dibantu sama bibi' tentunya" kata bu Karin tersenyum


"makasih banyak ya jenk buat sambutannya, kami benar-benar terkesan" sahut bu Dewi

__ADS_1


"kita kenal udah lama jenk... nggak usah sungkan, anggap aja kita keluarga. mari dinikmati" kata bu Karina.


Mereka semua menikmati makan malam dengan sesekali sambil mengobrol.


"enak sekali masakanmu jenk" puji bu Dewi sambil menikmati makanannya.


"benarkah? hobi masak dari sejak kuliah jenk... jadi ya hasilnya seperti ini" kata bu Karin


"beneran lho ini enak... coba saya bisa masak juga kaya jenk Karin"


"setiap orang kan beda-beda jenk...bakat anda di bidang bisnis. Kalau saya bakatnya masak, disuruh ngurus kantor mana bisa" kata bu Dewi sambil tertawa kecil


"benar itu tante.." sahut Adit


Bu Dewi tersenyum senang dengan keramahan keluarga Wibowo. Mereka benar-benar memperlakukan tamunya dengan sangat baik.


Selesai makan malam,mereka berpindah ke ruang keluarga untuk bersantai. Pak Firman dan Pak Satria sedang bermain catur do ujung ruangan. Sedang yang lain mengobrol santai di sofa depan TV.


"kalian sekarang sekolah dimana?" tanya bu Dewi ke Adit dan Vania


"saya kuliah di Universitas X tante" jawab Adit


"wah..udah kuliah ya..ambil jurusan apa?"


"saya ambil management bisnis tante"


"kalau kamu sayang?" tanya bu Dewi lagi beralih menoleh ke Vania


"saya masih kelas X di SMAN A tante" jawab Vania sopan

__ADS_1


"berarti nanti bakalan satu sekolah sama putra tante... dia baru pindah, mungkin besok mulai masuk awal, tapi dia udah kelas XI" kata Bu Dewi


"jadi kakak kelas, tante" jawab Vania masih dengan senyum manisnya.


__ADS_2