Cinta Vania

Cinta Vania
Apa Susahnya Menurut


__ADS_3

Vania mencoba untuk bangun dan berdiri. Ia terkejut karena ternyata di dalam kamar itu bukan hanya ada Leo melainkan ada Alex juga, teman seangkatan mereka yang beda jurusan.


Vania ingat betul Alex pernah menggodanya saat ia melewati koridor kampus dan akan memasuki kelas


Dua lelaki yang ada di depan dan belakang Vania tertawa lebar dengan suara yang menggema seisi ruangan. Leo berjalan mendekati Alex dan berdiri di sampingnya.


"Alex..." kata Vania sambil menunjuk ke arah Alex yang berdiri di depannya


" ya...aku" kata Alex sambil menunjuk dirinya sendiri


"mau apa kalian" bentak Vania ketakutan


"kita berdua mau kamu" jawab Leo


"apa maksudmu"


"tenang sayang, kita hanya akan bersenang senang sebentar" kata Alex sambil tersenyum menyeringai. Ia berjalan mendekati Vania


Vania memundurkan langkahnya karena Alex semakin mendekat. Sayangnya semakin ia mundur, Semakin dekat juga Alex berjalan hingga langkah Vania terhenti saat ia mentok di ujung pintu.


Vania merasa sangat ketakutan. Ia membalikkan tubuhnya dan memutar-mutar knop pintu agar bisa terbuka. Sayangnya pintu itu terkunci.


Kedua lelaki itu tertawa bersama membuat Vania menoleh ke arahnya. Vania melihat Leo mengangkat tangannya dan ternyata kunci kamar itu ada jari telunjuk Leo.


Alex dan Leo berjalan semakin mendekat.


"stop... jangan mendekat lagi" bentak Vania sambil mengarahkan tangan kanannya untuk menghalangi langkah mereka.


"tenang sayang... kita hanya bersenang-senang sebentar" kata Alex


"tidak, cepat buka pintunya" bentak Vania yang hanya dijawab dengan kekehan dua lelaki itu


Vania menggedor-gedor pintu kamar hotel berharap ada seseorang yang akan menolongnya.


"percuma saja, tidak akan ada orang yang datang" kata Leo

__ADS_1


"sudahlah, kemarilah....mari layani kami" kata Alex dengan senyum menyeringai.


"tidak, aku tidak akan menuruti lelaki bre**sek seperti kalian" jawab Vania membuat Alex marah.


Alex menampar vania hingga pipi gadis itu lebam. kemudian ia menarik lengan baju Vania hingga robek. Bahkan sebagian kancing atas Vania lepas.


Tubuh bagian atas Vania sedikit terbuka membuatnya spontan mendekapkan tangan kirinya pada dadanya, sedang tangan kanannya terus berusaha menggedor pintu untuk mencari bantuan.


Vania menangis sejadi-jadinya. Tangan kanannya beralih memutar-mutar knop pintu.


"sudahlah....apa susahnya menurut" kata Alex terus memaksanya.


Vania tidak mau putus asa. Ia kembali menggedor pintu kamar Leo dari dalam. Hingga sesaat kemudian terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


Alex langsung menangkap tubuh Vania dan membungkam mulutnya. Ia menjauhkan tubuh Vania dari arah pintu agar tidak ada yang curiga.


Leo membuka setengah pintu kamarnya. Ia terkejut mendapati dua tiga orang berdiri di balik pintu dengan satu orang wanita di depan yang mengetuk pintu itu dan dua orang laki-laki di belakang.


"maaf, saya sedang tidak butuh bantuan pelayanan saat ini" kata Leo setelah membuka pintu.


"oo....itu...tidak, tidak ada apa-apa. ya sudah kalau tidak ada yang lain, saya tutup kembali" Kata Leo gelagapan karena gugup dan merasa takut.


Saat Leo akan menutup pintu kamar, Vania berteriak sekencang-kencangnya


"tolong.........." teriak Vania dari dalam.


Devan yang berdiri di belakang segera memaksa pemilik kamar untuk membuka pintu kamar karena penasaran. Ia tidak ingin di dalam hotel miliknya terjadi tindakan kriminal yang tidak diharapkannya. Namun sayangnya, Leo menolak dengan tegas untuk membuka lebar pintu kamarnya sehingga membuat Devan harus membuka paksa bersama lelaki di sampingnya hotel itu.


Leo yang hanya tenaga seorang diri kalah kuat saat Devan dan laki-laki yang berprofesi sebagai manager hotel itu mendorong kuat pintu itu hingga terbuka.


"hai, kau...lancang sekali kau memasuki kamar yang sudah ku pesan" kata Leo naik pitam saat Devan dan managernya berhasil membuka pintu.


"kami tidak akan memaksa jika kamu tidak sedang menyembunyikan hal yang mencurigakan disini" kata Devan mulai emosi


Leo tertawa "hahahaha... siapa kau berani sekali mengatur peraturan hotel ini" katanya sambil tertawa menunjuk ke arah Devan

__ADS_1


"tidak peduli siapa kami, tapi kami tidak suka dengan sikap anda yang tidak bisa mengikuti peraturan hotel ini" jawab manager hotel itu.


"Leo, siapa itu"


Terdengar suara teriakan seorang laki-laki dari dalam membuat kecurigaan ketiga orang itu semakin kuat.


"tolong..."


terdengar lagi suara seorang wanita meminta tolong.


"katakan siapa yang ada di dalam sana" bentak Devan semakin marah


Alex mengintip dengan memiringkan tubuhnya untuk melihat sudah mengganggu kesenangan . Ia begitu terkejut saat melihat siapa yang beradu mulut dengan sahabatnya itu. Ia segera menutup wajahnya dengan masker yang ada di dalam saku kemejanya. Ia tidak ingin Devan mengenali wajahnya.


"bukan urusanmu" jawab Leo


"kau ini... jangan sampai membuat kami marah" ancam Devan


"lakukan saja kalau kalian bisa"


kata-kata Leo membuat emosi Devan menjadi. Devan segera menyingkirkan tubuh Leo dihadapannya hingga membuat Leo yang tidak seimbang hampir terjatuh. Devan memasuki ruangan kamar yang di tempati Leo dan di kejar oleh Leo. Devan terkejut saat melihat seorang wanita dengan lelaki yang mengenakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Ia tidak bisa mengenali wajah gadis itu karena lelaki yang membekapnya menutup sebagian wajahnya.


Leo menangkap bahu Devan membuat pemilik tubuh itu menoleh. Namun sejurus kemudian tiba-tiba Leo memukul perut Devan membuat Devan jatuh. Manager hotel segera menolong, sementara asistennya memanggil pihak keamanan hotel. Devan yang semakin emosi segera mendekati Leo dan memukul balik Leo. Kedua manusia itu saling adu pukul.


Alex yang melihat Leo kalah segera berdiri menolong sahabatnya. Ia ikut bertengkat dengan Devan.


Devan yang merasa emosinya memuncak semakin membabi buta memukul kedua ba****an itu hingga babak belur.


Devan membuka masker wajah Alex dan terkejut karena lelaki itu adalah orang yang dikenalnya.


Pihak hotel segera meminta keamanan untuk mengurus dua penjahat itu. Devan akan memberikan hukuman terhadap mereka dengan menjebloskannya ke penjara.


Devan menolong Vania dan mengantarkannya pulang sampai rumah.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2