Cinta Vania

Cinta Vania
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Pagi harinya seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, Vania harus berangkat ke gedung SA Group untuk mengikuti wawancara dan serangkaian tes lain untuk seleksi kerja.


Vania sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Ia nampak cantik dengan rambut dikuncir kuda dan poni samping. Make up tipis natural menghiasi wajah ayunya. Tak lupa ia membawa tas selempangnya untuk menyimpan beberapa barang pentingnya.


Gadis yang terbiasa mengenakan dress selutut itu nampak dewasa dengan penampilan barunya. Bahkan hanya dengan melihat penampilannya dari belakang saja sudah dipastikan orang-orang yang melihatnya akan terpikat dan penasaran.


Pagi ini Vania berangkat diantar oleh kakak dan papanya yang sekalian berangkat ke kantor. Setelah sampai di gedung tujuannya, ia segera menuju kantor HRD untuk mengikuti tes bersama para pelamar kerja lain yang sudah lebih dulu mengantri.


Vania dengan sabar menunggu di depan ruang HRD. Ia merasa sedikit gugup karena ini adalah pertama kalinya mengikuti wawancara kerja.


Setelah dua jam menunggu, akhirnya namanya dipanggil. Ia masuk ke dalam ruangan yang didalamnya sudah ada kepala HRD dan sepasang laki-laki dan perempuan sebagai tim penguji.


Vania diminta untuk memperkenalkan diri sebelum memulai wawancara. Ia menarik nafas dan menghembuskannya pelan untuk emngurangi kegugupan. Ia mulai memperkenalkan diri dengan cikup tenang.


Ketiga penguji itu memberikan pertanyaan pada Vania secara bergantian. Beruntungnya Vania mampu menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya dengan baik dan tenang.


Selanjutnya semua pelamar kerja dibawa ke ruangan aula yang sudah di tata rapi dengan beberapa meja dan kursi untuk mengikuti tes tertulis.


Tepat jam satu siang, tes tertulis selesai. Semua pelamar bisa istirahat dulu untuk makan siang dan sholat. Selanjutnya melanjutkan kembali tes seleksi yang sudah disiapkan oleh pihak penguji.


Seluruh rangkaian tes selesai pada pukul tiga sore hari. Seluruh pelamar kerja dipersilahkan untuk pulang setelah mendapatkan pengumuman dari kepala HRD salah satu dari mereka akan mendapatkan informasi via email jika lamarannya diterima.


Vania bersiap pulang setelah memesan taksi. Ia berjalan keluar gedung dan duduk di sebuah bangku kayu disamping pos security bagian luar gerbang untuk menunggu taksi pesanannya datang.


Selama menunggu, Vania memainkan ponselnya untuk mengisi kebosanan. Kemudian ia melihat sebuah mobil sedan mewah yang dikenalnya berhenti di depan pintu gerbang menunggu security membukanya.


Vania terkejut dan dengan cepat menutup wajahnya dengan tas yang ada di pangkuannya. Ia tidak ingin Devan yang ada di dalam mobil itu melihat keberadaannya.


Vania merasa aman dan meletakkan kembali tasnya setelah mobil Devan memasuki halaman gedung.

__ADS_1


Tak lama kemudian taksi pesanannya datang. Ia buru-buru naik dan meninggalkan gedung.


Sesampainya di rumah, Vania membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak karena lelah akan aktifitasnya tadi.


Malam harinya seusai makan malam seperti biasa ia berkumpul dengan papa dan mamanya untuk bersantai. Karena di luar sedang hujan, mereka duduk bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV.


Layar ponsel yang menyala membuat Vania beranjak mengambil ponselnya yang ada di samping meja TV. Ia lupa menonaktifkan kembali mode silent ponselnya setelah pulang dari kantor.


Ia membuka kunci layar ponselnya dan berteriak kesenangan membuat papa dan mamanya kaget.


"ada apa sih sayang bikin kaget mama aja kamu ini, anak prawan kok teriak-teriak" kata mama sedikit kesal karena ulah putrinya.


"mama...aku diterima kerja ma" teriaknya kegirangan sambil memeluk mamanya.


"beneran?" tanya papa Firman memastikan.


"bener lah, nih coba papa lihat, aku dapat email dari pihak HRD" jawabnya melepaskan pelukan dari mamanya dan beralih ke papanya sambil memperlihatkan ponselnya agar papanya percaya dan membaca sendiri pesan email yang masuk.


"siapa dulu donk....anak papa" kata Vania senyum sambil menepuk dadanya seolah menyombongkan dirinya.


Kedua orangtuanya tertawa melihat tingkah putrinya yang berlagak sombong padahal terasa aneh bagi mereka.


"ya sudah sekarang buruan istirahat. besok kamu harus bersiap ke kantor. Jangan sampai kamu telat di hari pertama kerja" kata Papa Firman


"siap komandan" jawabnya tegas sambil mengangkat telapak tangannya sampai pelipis seperti orang hormat.


Mama dan papa Vania tersenyum. Mereka begitu senang melihat senyum lebar putrinya yang dirindukannya setelah beberapa tahun hilang. Mereka berharap ini adalah langkah awal putrinya untuk memulai kehidupan baru.


******

__ADS_1


Pagi harinya Vania bersiap berangkat kerja di hari pertamanya. Ia tidak mau menerima tawaran papanya untuk berangkat bersama karena takut telat. Ia berangkat sendiri dengan naik taksi.


Sesampainya di kantor, Vania menemui kepala HRD untuk menanyakan pekerjaannya. Pihak HRD meminta Vania untuk menemui Maya di lantai tiga. Maya adalah sekertaris Manager SA Group yang akan menerangkan apa saja yang harus dikerjakan oleh Vania.


Sesampainya di lantai tiga, Vania bertanya pada salah satu pegawai yang ada disana agar menunjukkan ruangan Maya.


Setelah bertemu dengan Maya, Vania pun mendapatkan penjelasan detail mengenai pekerjaan yang harus dikerjakannya.


"sudah mengerti kan Vania?" tanya Maya.


"sudah mbak Maya" jawab Vania dengan senyum lembutnya.


"baik kalau begitu kamu sudah bisa mulai bekerja. Nanti kalau pak Linggar datang, kamu segera menyusul ke ruangannya sambil menyampaikan apa saja jadwalnya hari ini. Ingat, pak Linggar sama kaya pak Presdir. Dia paling nggak suka sama pegawai yang kerjanya lama. Tapi jangan kaget..." kata Maya yang menahan senyumnya di akhir kalimatnya yang belum selesai.


"apaan mbak?" tanya Vania penasaran


"pak Linggar sedikit genit" katanya sambil terkekeh membuat Vania tersenyum.


"ada-ada saja mbak Maya ini" sahut Vania tersenyum


"eh itu pak Linggar datang" kata Maya tiba-tiba setelah melihat seorang laki-laki dengan perut buncit berumur tiga puluhan berjalan mendekati dua wanita yang kini sedang berbincang-bincang. Dia adalah manager yang dimaksud oleh Maya, yang akan menjadi atasan Vania.


"pagi pak..." sapa Maya sambil sedikit membungkukkan badannya diikuti oleh Vania.


"pagi juga cantik... ini siapa?" tanyanya pada Maya saat melihat ada wanita lain di depan ruangannya.


"ini asisten baru bapak. Kebetulan hari ini hari pertamanya bekerja"


"oo...begitu, ya sudah kamu ikut ke ruangan saya" kata pak Linggar sambil berjalan meninggalkan dua wanita itu masuk ke ruangannya.

__ADS_1


Dengan cepat Vania meletakkan tasnya di atas meja Maya.


__ADS_2