Cinta Vania

Cinta Vania
Bukan urusanmu


__ADS_3

Pagi harinya Devan berangkat ke kantor dijemput oleh Ronald. Mereka berangkat bersama dengan menggunakan mobil Ronald karena mobil Devan sedang diperbaiki.


Sesampainya di kantor, seperti biasa Ronald langsung menghubungi Lia untuk menanyakan jadwal untuk bossnya hari ini.


Lia memasuki ruangan atasannya dan mengatakan jika hari ini tidak ada pertemuan yang membuatnya bisa bersantai. Hanya ada beberapa berkas yang perlu ditanda tangani oleh bossnya dan setelah itu ia bisa free untuk hari ini.


Devan bernafas lega dan merasa sangat senang mendengarnya. Hari ini dia bisa kemanapun yang ia mau. Setelah menandatangani tumpukan berkas yang ada diatas mejanya, Devan memutuskan untuk pergi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa usaha pribadinya yang meliputi pabrik tekstil, cafe resto dan hotel.


Devan berangkat bersama Ronald menuju alamat tujuannya.


Kunjungan pertama ia menuju pabrik tekstil. Devan melihat kinerja para karyawannya secara langsung menuju lokasi produksi. Tak lupa ia menggunakan masker wajah dan pakaian khusus agar tetap aman dari polusi debu yang berasal dari bahan tekstil.


Selesai dengan kunjungan pertama, Devan melanjutkan ke tempat berikutnya pada saat jam makan siang. Ia menuju cafe and resto miliknya yang ia bangun baru-baru ini. Ia mempercayakan bisnisnya ini kepada istri dari asistennya yaitu Lea.


Sesampainya di kafe, Devan dan Ronald makan siang bersama ditemani oleh Lea di ruangan khusus. Setelah selesai makan siang, Mereka saling mengobrol di tempat yang sama tentang perkembangan bisnis yang dikelola oleh Lea. Salah seorang karyawan memasuki ruangan sambil membawa buku laporan keuangan yang Lea minta.


Obrolan mereka berakhir saat waktu mulai sore. Devan memutuskan untuk pamit untuk mengunjungi tempat bisnisnya yang lain. Ia tidak lagi mengajak Ronald bersamanya dan membiarkan Ronald bersama Lea dan pulang bersama istrinya itu. Sementara ia akan pergi sendiri dengan meminjam mobil Ronald.


Devan sampai di hotel sore hari menjelang maghrib. Ia langsung menemui pihak manager hotel di ruangannya.


Manager hotel yang sudah tahu kunjungan pemilih hotel lewat orang kepercayaannya itu segera menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan orang nomor satu itu di DAS Hotel yang ia tangani.


Devan mengobrol sambil melihat laporan dari perkembangan hotel lewat beberapa file yang ditunjukkan oleh manager kepercayaannya.


setelah jam memasuki pukul sembilan malam, Devan memutuskan untuk berkeliling hotel melihat suasana hotel yang dimilikinya di temani oleh manager hotel dan asisten manager.

__ADS_1


Devan melewati satu persatu lantai hotel itu tanpa terkecuali. Devan sampai di lantai paling atas yang menjadi lantai terakhirnya berkeliling. Lantai itu terdiri dari tiga kamar mewah dan lima kamar standard room. Kamar Standar room biasa digunakan untuk tempat menginap para pelajar atau mahasiswa yang menginap untuk tugas penelitian.


Di lantai itu tampak sepi karena hanya ada tiga ruang standard room yang terisi sedang ruangan lainnya kosong.


Langkah Devan berhenti di salah satu kamar yang nampak berisik karena suara pintu di gedor dari dalam. Devan yang merasa curiga segera meminta asisten manager untuk mengetuk pintu kamar itu dan memeriksa apa yang terjadi di luar.


Asisten manager itu pun mengikuti perintah Devan Ia mengetuk pintu kamar dan tak lama kemudian pintu itu dibuka dari dalam oleh seorang lelaki muda.


"maaf, saya sedang tidak butuh bantuan pelayanan saat ini" kata Leo setelah membuka pintu.


"mohon maaf tuan, kami hanya memastikan apakah ada sesuatu yang terjadi hingga kami mendengar suara pintu digedor sangat keras dari dalam?" tanya asisten manager itu dengan sopan.


"oo....itu...tidak, tidak ada apa-apa. ya sudah kalau tidak ada yang lain, saya tutup kembali" Kata Leo gelagapan karena gugup dan merasa takut.


Saat Leo akan menutup pintu kamar, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita meminta tolong dari dalam. Suara itu begitu keras, Namun samar-samar terdengar karena suara itu nampak seperti orang berteriak dengan mulut dibekap.


Devan segera memaksa pemilik kamar untuk membuka pintu kamar karena penasaran. Ia tidak ingin di dalam hotel miliknya terjadi tindakan kriminal yang tidak diharapkannya. Namun sayangnya, Leo menolak dengan tegas untuk membuka lebar pintu kamarnya sehingga membuat Devan harus membuka paksa bersama manager hotel itu.


Leo yang hanya tenaga seorang diri kalah kuat saat Devan dan manager hotel yang juga seorang laki-laki mendorong kuat pintu itu hingga terbuka.


"hai, kau...lancang sekali kau memasuki kamar yang sudah ku pesan" kata Leo naik pitam saat Devan dan managernya berhasil membuka pintu.


"kami tidak akan memaksa jika kamu tidak sedang menyembunyikan hal yang mencurigakan disini" kata Devan mulai emosi


Leo tertawa "hahahaha... siapa kau berani sekali mengatur peraturan hotel ini" katanya sambil tertawa menunjuk ke arah Devan

__ADS_1


"tidak peduli siapa kami, tapi kami tidak suka dengan sikap anda yang tidak bisa mengikuti peraturan hotel ini" jawab manager hotel itu.


"Leo, siapa itu"


Terdengar suara teriakan seorang laki-laki dari dalam membuat kecurigaan ketiga orang itu semakin kuat.


"tolong..."


terdengar lagi suara seorang wanita meminta tolong.


"katakan siapa yang ada di dalam sana" bentak Devan semakin marah


"bukan urusanmu" jawab Leo


"kau ini... jangan sampai membuat kami marah" ancam Devan


"lakukan saja kalau kalian bisa"


kata-kata Leo membuat emosi Devan menjadi. Devan segera menyingkirkan tubuh Leo dihadapannya hingga membuat Leo yang tidak seimbang hampir terjatuh. Devan memasuki ruangan kamar yang di tempati Leo dan di kejar oleh Leo. Devan terkejut saat melihat seorang wanita dengan lelaki yang mengenakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Ia tidak bisa mengenali wajah gadis itu karena lelaki yang membekapnya menutup sebagian wajahnya.


Leo menangkap bahu Devan membuat pemilik tubuh itu menoleh. Namun sejurus kemudian tiba-tiba Leo memukul perut Devan membuat Devan jatuh. Manager hotel segera menolong, sementara asistennya memanggil pihak keamanan hotel. Devan yang semakin emosi segera mendekati Leo dan memukul balik Leo. Kedua manusia itu saling adu pukul. Lelaki yang membekap wanita itu langsung berdiri menolong Leo dan ikut beradu dengan Devan.


Devan yang merasa emosinya memuncak semakin membabi buta memukul kedua ba****an itu hingga babak belur.


Karena merasa penasaran dengan pria bermasker itu, akhirnya ia berjongkok dan membuka penutup wajah lelaki itu. Dan saat Devan membukanya, betapa terkejutnya Devan karena mendapati bahwa pria itu adalah Alex, putra dari Pak Broto yang kemarin telah melakukan pertemuan dengannya untuk membahas proyek kerja.

__ADS_1


"kau..." kata Devan terkejut


Alex hanya diam saja karena kesakitan dan merasa malu akan kesalahan yang telah dibuatnya.


__ADS_2