Cinta Vania

Cinta Vania
episode 17 kecewa 1


__ADS_3

Hai para readers, berhubung pada chat minta ke Author buat alurnya POV Vania dipindah ke POV author, jadi author turutin ya....


____________________________________


Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua siswa dan siswi keluar dari kelas masing-masing tanpa terkecuali. Sore itu Vania memutuskan untuk pulang bersama kekasihnya Ditya dengan berboncengan motor sesuai janjinya waktu istirahat di kantin sekolah.


Nadya melangkahkan kaki seorang diri menuju halte dekat sekolah. Disana sudah banyak siswa lain yang sudah menunggu bus.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada mobil mewah yang berhenti di samping Nadya.


"Nad, pulang sendiri" teriak seseorang dibalik kemudi yang menoleh ke Nadya lewat kaca jendela yang terbuka. Dia adalah Andre.


Nadya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara. Ia mengangguk pelan.


"Barengan aja yu'.." ajak Andre sambil membuka pintu mobil bagian kiri dari dalam.


" nggak usah kak...makasih" tolak Nadya sopan


"Udah ayo masuk aja, tuh lihat halte penuh,, yang ada nanti kamu nggak kebagian tempat duduk di bus" sahut Andre sambil menunjuk kearah halte.


Nadya masih diam di tempat sambil sesekali melirik ke arah halte.


"udah.. nggak usah banyak mikir. ayo masuk" paksa Andre tanpa beranjak dari dalik kemudi karena melihat Nadya masih terdiam.


"nggak ngerepotin?" tanya Nadya meyakinkan


"enggak....kita searah lho, udah buruan"


Nadya mengikuti perkataan Andre. Ia masuk ke dalam mobil dan duduk disamping kemudi. Andre mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Didalam mobil mereka saling diam. Hanya terdengar suara musik pop yang dinyalakan oleh Andre.


"tumben pulang sendiri, kenapa nggak bareng sama Vania" tanya Andre mulai memecah keheningan sambil fokus menyetir.


"emm....itu, tadi Vania pulang bareng pacarnya"


"pacar? Vania udah punya pacar?" tanya Andre kaget menoleh sebentar ke Nadya dan kemudian kembali fokus dengan kemudinya.


Nadya cukup terkejut mendengar reaksi Andre saat mengetahui Vania sudah mempunyai kekasih.


"iya,,, emang kenapa kak?"


" oh..nggak apa-apa, Vania kan anaknya agak pemdiam gitu.. emang pacarnya siapa?" tanya Andre lagi mencoba untuk pura-pura tenang.


"Ditya"

__ADS_1


"sejak kapan"


"baru tadi malam sih katanya"


"Oooo....." sahut Andre yang hanya menanggapinya dengan membulatkan bibirnya.


Situasi di mobil kembali hening. Andre melajukan mobilnya dengan pikiran yang cukup kacau. Ia mulai bingung dan mencari cara untuk menyampaikan kabar buruk itu ke Devan. Mereka mempunyai janji malam ini. Malam weekend dimana mereka sudah berjanji akan bertemu dan menghabiskan waktu berkumpul dengan yang lain.


"rumah kamu berhenti di gang depan itu ya?" tanya Andre setelah hampir sampai di gang menuju rumah Nadya. Andre msih ingat betul arah ke rumah Nadya. Karena ini bukan kali pertamanya ia mengantarkan Nadya pulang. Sebelumnya ia sudah pernah waktu ospek karena mendadak Vania pingsan.


"iya kak, udah stop disitu aja"


Andre kemudian memberhentikan mobilnya tepat didepan gang.


"makasih banyak ya kak" ucap Nadya sebelum membuka pintu mobil untuk keluar.


"sama-sama... kalo Vania sama cowoknya, kamu bareng aku aja pulangnya daripada desak-desakan di bus" jawab Andre


"makasih kak, nggak perlu repot-repot" kata Nadya sopan


" nggak repot kog.. mau ya?"


"Insya Allah" jawab Nadya sambil tersenyum lalu membuka pintu mobil dan beranjak keluar. Nadya menutup kembali pintu mobil dan berdiri disampingnya menunggu sang pemilik pergi.


Di tengah perjalanan pulang. Andre benar-benar bingung sambil memikirkan cara menyampaikan ke Devan. Perasaannya campur


"arggghhh...lama-lama gue yang setress jadi tukang posnya orang kasmaran" . Andre berbicara sendiri sambil menjambak rambutnya sendiri dengan tangan kirinya,, sedang tangan kanannya masih tetap memegang kemudi.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Dilihatnya nama Devan disana. Ia terdiam dan masih menatap jalanan didepannya sambil memegang ponselnya yang masih berdering. Dengan ragu-ragu ia menjawab panggilan itu dan meletakkan ponselnya di telinganya.


"lama amat ngangkatnya" suara Devan di berang sana setelah panggilannya diangkat oleh Andre


"sorry bro...gue sambil nyetir. Ada apa?"


"nanti malam jadi kan?"


"iya, yang lain udah juga gue contact"


"oke" kata Devan mengakhiri panggilannya.


"Sial...gue nggak tega liat mukanya nanti kalau tau Vania udah punya cowok" Kata Andre mengoceh sendiri sambil meletakkan ponselnya kembali diatas dashboard.


Malam harinya, Devan yang sudah sampai di Jakarta sejak sore tadi tengah bersiap-siap untuk pergi nongkrong bersama teman-temannya. Saat melangkahkan kaki keluar pintu rumah, tiba-tiba sebuah mobil masuk melewati gerbang tinggi rumah Devan. Devan ingat dengan jelas itu adalah mobil Andre.

__ADS_1


Devan menghentikan langkahnya dan tersenyum. Andre pun turun dari mobil yang dia parkirkan tidak jauh dari Devan berdiri. Ia menghampiri Devan dan memeluk sahabatnya dengan sebagian tubuhnya. Hal yang biasa para kaum lelaki lakukan saat jarang bertemu dengan sahabatnya.


"kenapa nggak langsung ke kafe aja" tanya Devan melepaskan pelukannya


"gue pengen bareng aja, biar bisa ngobrol di mobil,,, makanya gue jemput, sebelum ketemu yang lain" jawab Andre tanpa ekspresi


"muka lu bro....serius banget" canda Devan terkekeh


Andre hanya tersenyum. Ia mengajak Devan masuk kedalam mobilnya. Kemudian mobil yang mereka tumpangi melaju ke jalan raya. Andre mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang agar ia mempunyai banyak waktu untuk mengobrol dengan sahabatnya itu.


"jadi, ada kabar apa?" tanya Devan di tengah-tengah perjalanan. Setiap mereka hanya berdua, mereka hanya membicarakan tentang bidadari manisnya Devan. Ya, Devan hampir tiap hari meminta kabar tentang Vania ke Andre. Andre pun tanpa pernah bosan menjawabnya. Baginya Devan adalah sahabat sejatinya. Begitupun dengan Devan. Merek akan saling membatu demi melihat masing-masing bahagia.


"emm...itu..." jawab Andre terbata-bata


"itu apanya, kenapa lu jadi kaya gagap gini" sahut Devan


"janji ya lu bakalan santai... gue nggak mau lu sampe setress"


"ya kenapa dulu, ada apa sama Vania" tanya Devan yang mulai curiga dengan perkataan Andre.


"iya janji dulu..." paksa Andre sambil masih fokus menyetir


"iya..ya..oke.. gue janji, apaan?" tanya Devan serius


"Vania udah punya cowok" kata Andre pelan tanpa menoleh ke arah Devan karena tidak tega melihat ekspresi wajahnya


"hah?"


"mereka baru jadian semalem" kata Andre menambahkan


"lu yakin nggak salah info?" tanya Devan mencoba meyakinkan kawannya.


Andre mengangguk membenarkannya. "iya, gue tahu dari Nadya, tadi siang gue nganter dia pulang karena Vania pulang bareng cowoknya"


"jadi itu artinya cowoknya satu sekolah sama dia?" tanya Devan dan Andre mengangguk


"siapa?"


"Ditya"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**jangan lupa like dan vote

__ADS_1


salam sayang selalu๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ˜˜**


__ADS_2