
Tiga tahun kemudian.....
Vania sudah memasuki semester 4 di bangku perkuliahan. Ia memilih kampus yang sama seperti kakaknya kuliah dulu. Ya, Adit sudah mendapatkan gelar sarjana bisnisnya dan sudah bekerja di perusahaan yang ayahnya pegang. Seperti perintah pak Satria, Adit akan membantu mengurus perusahaan itu agar lebih maju.
Vania menempuh pendidikan di kampus yang sama dengan Ditya dan Nadya. sedang Sherin dimintanoleh orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Singapur.
Ditya mendapatkan beasiswa prestasi karena kecerdasannya. Awalnya dia tidak berniat melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena terkendala biaya. Namun karena paksaan dari Vania, ia lalu menuruti kemauan kekasihnya untuk mendaftar beasiswa kuliah lewat jalur prestasi.
Mengingat ia pernah mendapatkan juara pertama olimpiade matematika, maka di kampus itu juga ia memilih matematika sebagai jurusannya. Sedang Vania memilih jurusan manajemen bisnis. Mereka mulai jarang bertemu di kampus karena perbedaan jurusan. Namun, komunikasi diantara mereka tidak pernah berubah. Semakin tahun hubungan mereka semakin dekat karena masing-masing keluarga sudah memberi lampu hijau dan sudah saling mengenal.
Dan Nadya, ia bisa melanjutkan kuliah berkat bantuan Andre yang telah memberi pekerjaan padanya. Nadya sudah mengetahui kalau butik tempatnya bekerja adalah milik mamanya Andre. Bahkan ia juga sudah tahu semua rencana Andre dan sekarang mereka tengah menjalin cinta sebagai pasangan kekasih.
****
FLASHBACK NADYA DUA TAHUN LALU
Saat itu butik tempat Nadya bekerja sangat ramai pengunjung. Karena seluruh karyawan sedang sibuk melayani para pembeli, Nadya diminta oleh manajer butik untuk mengantarkan pesanan gaun dan tuksedo kepada boss mereka sekaligus owner dari butik.
Nadya berangkat menggunakan motor inventaris butik yang biasa digunakan karyawan untuk mengantar pesanan. Berbekal selembar kertas yang bertuliskan alamat tujuannya, Nadya menyusuri jalan. Ia mulai memperlambat kecepatan motornya setelah memasuki kawasan perumahan yang dituju. Dibacanya satu persatu nomor rumah yang tertera didepan pagar untuk disamakan dengan nomor alamat tujuannya.
Sampailah ia di sebuah rumah lantai dua yang cukup mewah dengan gerbang yang tinggi. Nadya turun dari motor dan menekan bel yang berada di luar pagar. Tak lama gerbang itu dibuka oleh seorang satpam.
"cari siapa neng?" tanya satpam itu
"maaf pak, nyonya Lina ada?"
"darimana ya?"
"saya dari butik pak, diminta mengantarkan pesanan beliau"
"oo...tunggu sebentar y"
__ADS_1
Satpam itu kembali ke pos untuk menghubungi pemilik rumah. Dan tak lama kemudian ia kembali menghampiri Nadya.
"silahkan masuk neng, nyonya sudah menunggu didalam" kata pak satpam mempersilahkan.
Nadya memasuki gerbang rumah mewah itu setelah pak satpam membukanya lebih lebar. Ia memarkirkan motornya di tempat parkir yang disediakan. Sekilas ia merasa tidak asing dengan mobil yang terparkir disamping motornya.
"kok kaya nggak asing sama mobil ini, ah tapi nggak mungkin,,, mungkin hanya mirip. perusahaan mobil kan nggak mungkin ngeluarin produk cuma satu" gumam Nadya
Nadya berjalan mendekati pintu utama. Ia mengetuknya.
Nyonya Lina yang saat itu sedang berada di ruang tamu menunggu pesanannya datang a
segera membuka pintu.
"assalamualaikum nyonya, ini pesanan yang anda minta" sapa Nadya setelah pintu terbuka
"waalaikumsalam, ayo masuk duduk dulu" kata nyonya Lina ramah
Nadya mengikuti perintah bossnya. Ia duduk di sofa mewah di depan bossnya.
"saya Nadya nyonya"
"jangan panggil nyonya, panggil saja bu Lina atau tante Lina" katanya ramah
"baik bu" jawab Nadya tersenyum dan mengangguk.
Nadya menundukkan kepalanya karena merasa sungkan untuk menatap wajah bossnya. Terdengar suara beberapa hentakan kaki menuruni anak tangga. Nadya masih tetap menunduk dan tidak berani menoleh.
"ma, aku sama Kribo keluar dulu ya" suara Andre mengagetkan Nadya. Dia merasa tidak asing dengan suara itu. Namun rasa penasarannya tak membuat kepalanya bergerak.
"kalian mau kemana sayang"
__ADS_1
"kita mau ke tempat Bimo bentar tante" jawab Kribo membuat Nadya langsung mengangkat kepalanya karena yakin yang ada dihadapannya adalah Andre yang selama ini ia jauhi.
Andre terkejut mendapati Nadya di rumahnya
"Nadya....kamu disini?"
Nadya hanya diam dan mencoba menghubungkan satu persatu kejadian satu tahun lalu dimana ia susah membayar biaya sekolah. Dari mulai pinjaman dari Vania yang tidak mau diganti, pekerjaan yang dengan cepat ia dapatkan dan gaji yang lebih padahal ia hanya bekerja di hari weekend. Wajah Nadya berubah memerah karena kesal karena merasa semakin dipermainkan oleh Andre.
"maaf bu, kalau sudah tidak ada lagi saya mohon pamit kembali ke butik" kata Nadya beranjak dari duduknya
Bu Lina merasa sedikit aneh dengan sikap Nadya yang tiba-tiba berubah. Namun ia segera menepis kecurigaannya. ia berfikir mungkin butik lagi ramai dan butuh Nadya untuk segera kembali. Bu Lina mengangguk dan mengiyakan Nadya.
Buru-buru Nadya keluar dari rumah itu. Namun dengan cepat Andre mengejarnya.
"Nad, tunggu" teriak Andre setengah berlari mengejar Nadya.
Bu Lina bingung melihat tingkah anaknya. Ia menoleh ke arah Kribo berusaha untuk mencari jawaban. Namun kribo hanya mengangkat bahunya tanpa suara. Kemudian mereka mengikuti Andre dan Nadya sampai di teras. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi pada kedua manusia itu.
Nadya tetap berjalan cepat menuju motornya tanpa menghiraukan panggilan Andre. Namun langkahnya dicegah oleh Andre saat sampai di halaman. Andre memegang pergelangan tangan Nadya membuat Nadya menghentikan langkahnya.
"Nad, aku bisa jelasin semuanya" kata Andre
"sudah cukup kak, aku mulai mengerti sekarang, kenapa kakak ngelakuin ini?"tanya Nadya marah
"ini nggak seperti yang kamu bayangin Nad, aku bisa jelasin"
"nggak ada yang perlu dijelasin kak, berhenti mempermainkan aku dan tolong menjauh dariku" kata Nadya memaksa Andre melepaskan pegangan tangannya.
Andre segera berjalan menghampiri motor yang digunakan Nadya. Ia mengambil kunci motor yang sedari tadi tidak Nadya cabut.
Andre membawa kunci motor itu dan menyerahkannya ke Kribo "bro, tolong lo antar motor itu ke butik, nanti gue jemput lo disana. gue ada urusan bentar sama Nadya"
__ADS_1
Andre kembali menghampiri Nadya dan menggandeng tangannya menuju mobil.
"janji jangan lama-lama ya" teriak Kribo yang hanya di jawab Andre dengan mengangkat salah satu tangannya tanpa menoleh.