Dia Milikku

Dia Milikku
Episode 10


__ADS_3

Setelah pergi berpisah dengan Adi segera ku jalankan mobilku menuju sebuah café namun bukan miliki Rey. Ku arahkan kakiku untuk masuk kedalam mataku mengarah pada seseorang yang sedang duduk di sudut pojok café yang menatap layar ponselnya segera ku berjalan kearahnya


Laura :”Udah lama?” tanyaku singkat yang kemudian duduklah aku di depannya


Rizal :”Baru aja kok, ini udah aku pesankan minum kesukaanmu” katanya dengan menunjuk segelas vanilla latte dengan ice cream penuh diatasnya yang baru saja datang di bawakan pelayan


Laura :’Thanks” tau darimana pikirku


Rizal :”Aku tau semua ra dan aku minta maaf”


Laura :”Soal apa?” jawab cuekku dengan terus memakan ice cream didepanku


Rizal :”Minta maaf soal semalam yang sebelumnya aku belum memberitahumu kalau aku sudah menikah dan punya anak” berusaha menjelaskan


Laura :”Aku nggak peduli” jawab ku cuek yang sebenarnya menyesakkan hati mendengarkan apa yang dia katakan


Rizal :”Nggak mungkin ra, aku tau perasaanmu karena aku juga merasakan hal yang sama” Deg membuat jantung ku berasa berhenti berdetak


Laura :”Tau apa kamu tentang perasaan orang lain”


Rizal :”Aku menyukaimu ra dan kamu juga mem…”


Laura :”Cukup zal! Buang pikiranmu itu jauh-jauh dan ingat satu hal aku tidak pernah menyukai orang yang sudah beristri apalagi pembohong sepertimu” bentakku dan mataku mulai membendung ingin menjatuhkan airnya yang masih harus aku tahan karena aku tidak mau dia melihatnya


Rizal :”Ra maaf, aku mencintaimu aku juga ingin bersamamu”


Laura :”Nggak, itu nggak akan terjadi cukup aku yang merasakan jangan ada perempuan lain dan mulai sekarang lupakan aku dan jalani hidup kita masing-masing” aku mulai menitikan air mata dan Rizal berusaha menghapusnya dari pipiku


Laura :”Jangan sentuh aku dengan tangan busukmu” kemudian aku beranjak pergi meninggalkannya sakit rasanya hati ini mengetahui yang sebenarnya tapi ini lebih baik cepat berlalu. Ku jalankan mobilku dengan cepat pulang ke apartemenku


Bi Ima :”Non Laura baru pulang semalam kemana non bibi khawatir” sahutnya yang melihatku baru masuk dan aku pulang di siang hari mulai sore


Laura :”Bi, oh semalam aku tidur di tempat teman karena aku terlalu ngantuk untuk pulang menyetir”


Bi Ima :”Oh begitu mau bibi siapkan makan non” tanyanya padaku melihat badanku yang lesu


Laura :”Nggak usah bi, nggak lapar aku mau ke kamar bibi istirahat saja” ucapku yang kemudian meninggalkannya. Ku baringkan tubuhku di kamar dan mulai terlelap tidur lelah akan semua ini.


Nindy :”Bi, Laura mana ?” tanya Nindy yang baru saja datang diikuti Lusy di belakang


Bibi :”Eh, Non Nindy Lusy, itu Non Laura ada dikamar mungkin tidur” jawabnya pada dua gadis itu


Lusy :”Lhaa jam segini masih molor tuh anak kelewatan deh”


Bibi :”Anu Non sepertinya Non Laura kecapekan dia baru pulang sejam yang lalu mukanya sedih matanya sembab non kayak orang habis nangis, bibi nggak berani nanya”


Nindy :”Hah baru pulang, kemana dia apa semalem nggak pulang?”


Bibi :”Iya Non”


Lusy :”Ya udah kita langsung ke kamarnya ya bi, ayo Nind” seret tangannua untuk mengikuti


Nindy :”Masih molor aja nih anak”


Lusy :’Ra bangun udah subuh ra” bangunnya sambil menggoyangkan badan Laura

__ADS_1


Laura :”Apasih bi masih ngantuk, 5 menit lagi yaa” sahutnya membenarkan selimut belum sadar siapa yang telah mengusiknya


Nindy :”Sini biar gue bangunin, awas minggir loe” pintanya pada Lusy


Lusy :”Sialan nih anak gue di kira bi Ima” sambil minggir dari kasur setelah mencubit pipi Laura


Nindy :”Ra bangun ra kak Dion dateng ra, cepetan bangun”


Laura :”Hah kak Dion, aduh bentar kak” hah kagetnya bangun gelagapan dan dia sadar siapa yang ada di depannya


Laura :”Hah mana kak Dion, kalian ngerjain gue huh? Sialan loe gangguin gue tidur” jawabnya yang kembali ingin tidur


Nindy :”Eiitzz, mau ngapain loe tidur lagi? Nggak bisa” cegahnya


Laura :"Gue ngantuk"


Lusy :’Iya nih kita kan kesini bawain cake yang enak banget nih toping kejunya banyak lagi.. hmmm sayang kalau nggak dimakan ya gue makan sendiri aja” sambil memakannya dan membuat Laura bangun merebutnya,


Nindy :”Ih jorokk banget sih loe ra cuci muka dulu kek malah langsung makan” mereka yang melihatnya pun heran hingga menggelengkan kepala melihat tingkahnya


Laura :”Biarin bodo amat”


Lusy :”Pelan-pelan ra makannya nggak ada yang bakal ngerebut dari loe”


Laura :”Tadi loe yang mau makan” jawabnya dengan mulut penuh cake yang dia makan


Lusy :”Yaellah non, kalau kurang gue beliin lagi sekalian yang jual biar mampus loe kebanyakan makan cake”


Nindy :”Udah kenapa sih malah ribut gara-gara cake, Ra semalam elo kemana kok nggak pulang?” tanyanya mengidik


Laura :”Ketempat Rey” jawabnya santai tanpa berpaling dari kunyahannya


Laura :”Nggak di apa-apain kok” sahutnya


Lusy :”Bohong banget”


Laura :”Iya gpp kok Cuma baru tau aja kenyataan kalau Rizal udah punya anak istri” jawabnya yang mengagetkan


Lusy :”Hah yang bener loe ra? Kok bisa”


Laura :”Iya semalem anak dan istrinya dateng ke café” ucapnya sedikit lesu


Nindy :”Wah kurang ajar tuh orang berani bikin temen kita nangis, harus di kasih pelajaran tuh orang


Laura :”Udahlah nggak usah kayak gitu, gue gpp kok mending jalan-jalan yuk”


Lusy :”Oke, tapi loe mandi dulu dong bau tau”


Laura :”Bawel loe” ucapnya kemudia pergi untuk mandi


Nindy :”Kasian banget sih dia suka sama suami orang”


Lusy :”Iya gue nggak nyangka bisa kayak gini”


Laura :”Ngomongin apa kalian, pasti ngomongin gue” keluarnya Laura selasai mandi menuju alamarinya

__ADS_1


Nindy :”Sok tau loe”


Laura :”Hmmm terserah, gue pakai baju apa ya? Ini aja deh” kali ini Laura memilih memakai hotpants dan atasan sweater berwarna hitam favoritnya


Nindy :”Nggak pakai baju aja oke kok”


Laura :”Sory ya gue masih waras” ucapnya sambil sedikit merias wajahnya dengan bedak dan lipstick tipis


Laura :”Oke girls lets go shopping, gue nebeng ya” ucapnya sambil cengengesan


Lusy :”Dasar mak lampir” ucapnya kesal


Mereka akhirnya mengelilingi satu mall untuk berbelanja sekalian membuat Laura senang agar dia tidak mengingat Rizal lagi dan sepertinya itu hal yang susah.


Adi :”Laura” ucapnya membuat seseorang menolehnya


Laura :”Adi, kok ada disini?”


Adi :”Jalan-jalan dong ra, Laura habis belanja ya sama temen-temennya”


Laura :”Oh iya kita habis belanja, eh kenalin ini Adi temennya Rey dan Adi ini temen-temen aku Nindy dan Lusy”


“Hallo kak” sahut mereka bersama


Adi :”Hallo panggil aja Adi, kalian mau kemana?” yang dibalas senyuman oleh Lusy dan Nindy


Laura :”Kita mau pulang kak, udah malem juga”


Adi :”Oh gitu, gimana kalau Laura saya anter nggak bawa mobil kan”


Laura :”Eh nggak usah repot-repot kak kita bawa mobil sendiri-sendiri kok iya kan girls” sambil ku tatap kedua temanku agar mengiyakan jawabanku


Nindy :”Iya kita bawa mobil masing-masing kok”


Adi :’Yah sayang banget, padahal aku pengen nganter Laura pulang mungkin next time ya ra”


Laura :”Iya, kalau gitu kita pulang dulu ya”


Adi :’Oke lah bye Laura cantik hati-hati di jalan”


Langsung aku tarik kedua temanku untuk pergi darinya dan segera masuk ke mobil.


Laura :”Astaga leganya”


Nindy :’Loe kenapa sih ra kok kayak ngehindar gitu dari dia?”


Laura :”Iyalah, gue harus ngehindar orang kayak dia apalagi jika kalian tau sifat asilnya”


Lusy :”Emang dia kenapa ra?” tanyanya yang duduk di belakang


Laura :”Dia itu super cerewet tau nggak sih, posesif lagi kan gue bukan siapa-siapa dia males banget sama orang kayak gitu”


Lusy :”Hahaha kan enak ra ada yang merhatiin” membuat Nindy ikut tertawa


Laura :”Ogah, kan gue udah punya kalian yang merhatiin gue” timpalnya membuat terharu temannya

__ADS_1


Lusy :”Duh gemes banget deh” sambil mencubit kedua pipi Laura dari belakang


Hari-hari pun berlalu perkuliahan kini mulai kembali, Laura masih saja mendapat gangguan dari Adi baginya yang terus mengajak memaksanya keluar, hanya sesekali dia mengiyakan.


__ADS_2