Dia Milikku

Dia Milikku
Mendadak sopir


__ADS_3

"Cepat katakan! siapa kalian sebenarnya?" ucap Surya pada pria paruh baya yang masih tidak diketahui siapa namanya.


Pria paruh baya itu tampak menyunggingkan sebelah sudut bibirnya, seperti sedang meledek Surya.


"Apa yang membuat mu tersenyum licik seperti itu?" tanya Surya kemudian.


"Tidak ada!" jawab pria paruh baya itu yang nampaknya tak kenal takut sedikitpun walaupun dengan kedua kaki yang sudah tertembak timah panas milik Surya.


"Sekali lagi aku tanyakan, siapa kau sebenarnya? apa sebenarnya, hubungan mu dengan Ferro?" Surya melanjutkan mengintrogasi pria paruh baya itu.


"Hei anak muda!" panggil pria paruh baya itu pada Surya, "bukankah kau salah satu Daria anggota kepolisian? jika memang benar! maka buktikanlah! buktikan jika kau benar benar hebat," jawab pria paruh baya itu menantang Surya.


huh!


Surya menghela napas berat.


"Baiklah! akan ku cari sendiri siapa kau dan apa hubungan mu dengan Ferro!" ucap Surya sambil berlalu, meninggalkan pria paruh baya itu didalam sel dengan pencahayaan yang minim.


"Akan ku tunggu kau anak muda, seberapa hebat kah dirimu bisa mencari tahu tentang kehidupanku," gumam pria paruh baya itu setelah kepergian Surya dari hadapannya.


Malam semakin larut, Rendy baru teringat sesuatu, jika ia belum mengabari apa apa tentang dirinya dan juga Ros, kepada mamah dan mamah mertuanya.


"Ada apa kak?" tanya Ros setelah melihat ekspresi wajah khawatir dari wajah sang suami.


"Aku baru teringat sesuatu sayang?" jawab Rendy sambil menyandarkan tubuhnya kebelakang kursi mobil.

__ADS_1


"Apa?" tanya Ros kembali.


"Aku belum mengabari apapun pada mamah Ajeng dan mamah Maya tentang kondisi kita berdua," jawab Rendy lagi yang membawa Ros dalam pelukannya.


"Benarkah? bagaimana kalau mereka berdua khawatir pada kita?" ucap Ros yang ikut panik.


"Tenanglah sayang, jangan panik seperti itu," ucap Rendy yang semakin memeluk Ros dalam dekapannya, mencoba untuk sedikit menenangkan.


"Apa mereka tahu kejadian yang sebenarnya?" tanya yang masih panik.


"Kurasa tidak! jika ketiga sahabat mu itu tidak membuka mulut mereka kepada mamah Ajeng dan mamah Maya," jawab Rendy kemudian.


"Kau mengancam mereka?" tanya Ros yang penasaran, "dari mana mereka bertiga tahu kalau aku diculik?" tanya Ros kembali, karena ia benar benar penasaran.


"Aku tidak mengancam mereka bertiga sayang," jawab Rendy santai, "aku hanya membisikkan sesuatu yang bisa membungkam mulut mereka bertiga," sambung Rendy.


"Rahasia!" jawab Rendy singkat, membuat Ros memanyunkan bibirnya kedepan.


Rendy yang melihat tingkah istrinya pun, tak kuasa untuk mencium bibir istrinya itu yang sudah maju kedepan.


Cup!


Satu kecupan mendarat sempurna dibibir Ros yang manis.


"Apa yang kakak lakukan?" ucap Ros yang kaget karena tiba tiba saja Rendy mencium bibirnya.

__ADS_1


"Mencium mu!" jawab Rendy seolah tanpa dosa.


"Apa kak Rendy tidak malu?" tanya Ros kemudian.


"Malu kenapa?" tanya Rendy santai.


"Mencium ku di depan pak polisi!" jawab Ros.


"Kenapa aku harus malu? aku kan mencium istriku sendiri, bukan Istri orang lain, apalagi istrinya Rico, dia kan belum menikah!" ucap Rendy dengan sesuka hati, "bukan begitu Rico?" tanya Rendy kemudian.


"Bener tuan!" jawab Rico, mengiyakan saja sebagai orang yang waras.


"Kau dengar itu kan sayang?" tanya Rendy pada istrinya.


Ros mengernyit sambil tersenyum, namun entah senyum apa yang Ros tunjukkan pada suaminya itu, yang pasti, Ros merasa sangat malu dihadapan Rico yang berada di depan, sekaligus menjadi supir pribadinya.


Bagaimana bisa, seorang anggota polisi merangkap menjadi seorang sopir pribadi seseorang.


Dan seseorang yang menjadi salah satu anggota polisi yang menjadikan nya sebagai sopir pribadi itu adalah Rendy, suaminya sendiri.


Entah Ros harus bersikap seperti apa? yang pasti, Ros sangat malu dengan kelakuan suaminya itu yang sudah di lewat batas wajar.


Dan entah sudah berapa lama Ros dan Rendy berada dalam perjalanan menuju pulang, rasanya Ros sudah sangat lelah dan kesal, begitupun dengan Rendy.


Apalagi Rico yang menjadi sopir dadakan didepan, pasti ia sudah sangat kesal, kesal badan dan pikiran, pikir Ros.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf, up baru bisa seginiπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2