Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 31


__ADS_3

Sepulangnya Argana kerumah, ia langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Apa yang sedang dia lakukan?" Argana menyambar ponselnya.


Ting!


"Arga kamu sedang apa? Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kamu udah ada dirumah" isi pesan Nita menebak kalau Argana telah berada dirumahnya.


Argana kemudian membalasnya, "Tidurlah, ini sudah jam berapa? Jangan banyak begadang" balasnya.


Nita lalu tersenyum menatap layar ponselnya membalas pesan itu lagi, "Aku sudah memakan kue yang tadi kamu beli Ga. Rasanya sangat enak. Tapi kamu jadi enggak bisa memakannya".


Sambil menunggu pesannya di balas, Nita melihat kearahnya cake itu lagi dan karna rasanya yang sangat enak di lidah Nita, Ia pun kembali memakannya.


Namun Argana belum juga membalas pesannya hampir 20 menit lamanya ia menunggu.


"Apa Argana sudah tidur? Tapi ini baru saja jam 21:12 malam. Apa sebaiknya aku menghubungi ponselnya Hahahaha.. Kamu ada-ada saja Nita. Jangan membuatnya marah, mungkin dia sudah tidur. Sekarang waktunya kamu tidur, selama malam Argana ku".


Sedangkan Argana tengah menikmati memandang wajah mulus nan cantik Reysa dengan senyuman yang tidak pudar dari Wajahnya.


Ting!


"Arga. Ini nomor rahasia aku, tolong kamu simpan yah. Sedang apa kamu Ga?".


Membaca pesan tersebut, Argana langsung bangkit dari tidurnya. Ia kemudian membaca pesan itu kembali, "Reysa?" balasnya.


"Mmmm.. Kamu sudah tidur Ga?".


Argana tersenyum, "Aku tidak sedang ngapa-ngapain Rey. Lalu bagaimana dengan mu? Apa yang sedang kamu lakukan?".


"Sama seperti dengan mu Ga. Keluarlah, cuaca di malam hari ini begitu sangat indah dan juga bintang-bintang diatas langit".


Argana pun segera menuruni tempat tidur berjalan kearah balkon, lalu ia melihat ke atas langit sesuai dengan apa yang barusan Reysa katakan. Bintang-bintang diatas langit begitu sangat indah dengan cahayanya sendiri.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


"Apa kamu sudah melihatnya Ga?" tanya Reysa.


"Mmmmm.. Ini sangat indah sekali Rey" jawab Argana.


"Rasanya aku ingin ada disana Ga. Aku ingin melihatnya bersama dengan mu sambil memeluk mu".


"Aku juga. Kamu belum ingin tidur? Jangan terlalu lama diluar, kamu bisa masuk angin Rey" lalu Argana mendengar suara helaan nafas Reysa yang begitu amat dalam. "Kenapa Rey".


"Tidak apa-apa Ga. Kalau gitu aku tutup dulu, sampai bertemu dilain hari".

__ADS_1


"Mmmm.. Selamat tidur Rey".


"Kamu juga Ga".


Begitu Reysa mematikan ponselnya, Argana lalu menatap lurus kearah pandangan matanya dengan tatapan kosong. Setelah itu ia masuk kembali kedalam kamar.


.


Tok... Tok...


"Arga. Kamu sudah tidur?" tanya Marisa dari luar pintu sana.


"Belum ma".


"Boleh mama masuk Ga?".


"Iya ma".


Ceklek!".


Marisa tersenyum melihat putranya itu, "Sedang apa kamu Ga?".


"Ini Argana mau tidur ma. Ada apa ma?".


"Kemarilah. Mama ingin bicara sebentar dengan mu" Marisa mendudukkan diri diatas sofa yang berada di dalam kamar Argana.


"Apa kamu barusan bertemu dengan Reysa sayang?".


Deng!


Argana langsung melihat Marisa dengan wajah serius membuat Marisa semakin melebarkan senyumnya. "Mama tau dari mana kalau tadi aku bertemu dengan Reysa?".


"Mama hanya menebaknya saja Ga. Dan ternyata kamu benar-benar bertemu dengannya. Mama mau tanya, kamu benar-benar mencintai Reysa?".


Argana terdiam.


"Mama tanya sekali lagi sayang, apa kamu benar-benar sangat mencintai Reysa?".


"Iya ma. Aku sangat mencintai Reysa" jawab Argana dengan mantap. "Tapi aku tidak bisa jamin akan memiliki Reysa ma kalau paman Dilan masih bersih keras melarang hubungan kami berdua. Apa mama juga merasakan hal yang sama dengan ku dulunya?".


Marisa mengangguk, "Mmmm.. Mama dulu merasakan hal yang sama dengan mu sayang. Tapi karna papa kamulah jodoh mama yang sebenarnya, hubungan ini bisa bertahan sampai saat ini".


"Lalu apa yang harus aku lakukan ma?".


"Jawabannya ada pada mu Ga. Kalau kamu benar-benar mencintai Reysa, maka kamu harus mempertahankan rasa cinta mu untuknya. Tapi ingat sayang, jangan pernah membawa Reysa kabur apapun yang terjadi. Kamu harus janji itu sama mama yah".

__ADS_1


"Argana tidak akan pernah melakukan hal itu ma. Percaya sama ku".


"Terima kasih sayang. Mama akan mempercayai".


.


Pagi harinya seperti biasa Nita terbangunnya dari tidurnya, ia melihat jam telah menunjukkan pukul 7 pagi. Lalu Nita menuruni tempat tidur, ia berjalan kearah kamar mandi segera membersihkan tubuhnya.


Hanya menghabiskan waktu 15 menit lamanya, ia keluar dari dalam sana dengan handuk putih.


Kemudian Nita mendengar suara ponselnya berdering, ia pun segera mengangkatnya dan ketepatan panggilan tersebut berasal dari ibunya.


"Hallo ma!" jawab Nita.


"Kamu sudah mau berangkat kuliah Nita?" tanya ibunya dari sebrang sana.


"Iya. Kenapa ma?".


"Mmmm... Kapan kamu berencana pulang kerumah sayang? Mama sangat merindukan kamu dan juga adik kamu dan juga grandma".


"Loh, bukannya baru kemarin Nita dari sana ma? Ada apa ma? Apa sesuatu sedang mendesak?".


"Kira-kira seperti itu sayang. Bisakah kamu kembali hanya 1 minggu saja? Mama mohon".


Nita berpikir, "Gimana ya ma. Kalau ada waktu aku akan memberitahu mama jika aku mendapatkan izin dari perusahaan".


"Iya sayang. Terima kasih".


"Kalau gitu Nita tutup dulu ya ma".


"Iya".


Nita lalu membuka pintu kulkas, ia melihat buah yang kemarin Argana beli untuknya tersusun dengan rapi di dalam sana. Kemudian ia melihat cake itu lagi masih lumayan banyak tersisa. Nita pun memilih untuk memakannya menggunakan sekotak susu hangat.


"Astaga! Kenapa cake ini benar-benar sangat enak sekali?" Nita lalu menyambar ponselnya, ia mencoba mencaritahu toko cake tersebut seberapa terkenalnya.


Dan begitu Nita menemukannya, kedua bola matanya membulat melihat harga cake tersebut bukanlah seharga yang ia pikirkan.


"OMG. satu kotak cake ini saja mampu menghabiskan uang 600 ribu rupiah. Itu artinya aku tidak akan bisa mencobanya lagi, mana mungkin aku membeli kue semahal ini? ck".


Setelah Nita selesai menikmati sarapan paginya, ia segera berangkat ke kampus menggunakan angkutan umum.


Sambil menunggu bus, Nita mencoba mengirim pesan untuk Argana. "Selama pagi Argana!. Jangan lupa sarapan dari rumah ya. Aku akan menunggumu mu di kampus".


Kemudian Nita tersenyum, ia melihat kearah langit yang begitu cerah membuat ia sangat bahagia menikmati cuaca itu. "Akh, seandainya aku anak orang kaya, aku pasti akan menyuruh Argana menjemput ku kemari".

__ADS_1


"Tapi kenapa aku jadi seolah-olah tidak bersyukur dengan kehidupan ku yang seperti ini? Hey.. Jangan pernah berpikir aneh-aneh Nita. Bus ku sudah datang, mari kita berangkat kuliah" Ia pun segera masuk kedalam bus.


__ADS_2