Dia Milikku

Dia Milikku
Bab 40


__ADS_3

PPPLLLAAKKK... PPPLLLAAKKK...


Dilan sangat marah, ia beberapa kali telah menampar wajah sang putrinya dengan tamparan yang mampu membuat Reysa terluka.


"Anak kurang ajar!! Sudah berapa kali papa memperingati kamu kalau kamu masih ketahuan bertemu dengan Argana. Papa tidak akan segan-segan melakukan hal yang akan membuat mu menyesal seumur hidup".


Reysa semakin menumpahkan air matanya, ia sekarang ini tidak berdaya, yang bisa ia lakukan hanya menangis-menangis dan menangis.


"Minggu depan papa akan menikahkan kamu dengan anak rekan bisnis papa".


Deng!


Reysa membulat mata, ia kemudian menatap Dilan dengan tatapan memohon kalau ia tidak ingin di jodohkan dengan siapa pun kecuali dengan Argana. Lalu Reysa menggeleng tanda ia tidak setuju, namun keputusan Dilan sudah bulat, ia sudah bertekad menikahkan Reysa minggu depan.


"Ini akibat dari kamu yang sering melanggar perintah papa. Sekarang saatnya kamu harus papa nikahkan. Bawa dia kedalam kamar, kurung dia sampai tanggal pernikahannya di tentukan".


"Siap tuan" jawab mereka.


"Aarrkkhhh.. Tidak pa! Aku mohon jangan lukakan ini untuk ku! Aku mohon Pa hiks.. hiks... Tolong ampuni aku sekali ini saja pa. Aku belum siap menikah Pa, tolong kasih aku satu kesempatan lagi" isak Reysa bersujud di bawah kaki sang ayah dengan menciumnya.


Tetapi amarah Dilan tidak bisa di hentikan lagi, ia tetap dengan keputusannya akan segera menikahkan Reysa dengan pilihannya.


Kemudian kedua orang itu membawanya pergi dari hadapan Dilan menuju kamarnya, disana mereka langsung menguncinya dari luar.


Dengan air mata yang terus-menerus berderai dari kedua bola mata Reysa, ia lalu menjatuhkan tubuhnya di dibalik pintu.


"Hiks.. Tuhan, kenapa hidup ku harus seperti ini? Kenapa harus seperti ini hiks.. hiks..".


Sedangkan Argana yang masih berada di bibir pantai, ia menatap lurus kearah laut dengan tatapan kosong. Ia tidak habis pikir kalau kejadian yang dulu terulang kembali kepada dirinya dan juga Reysa.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


Argana kemudian memijit keningnya, ia terlihat sangat lelah sekali.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...


Panggilan itu kembali Argana dengar, namun sampai sekarang ia tidak berniat untuk menjawabnya, yang ia butuhkan saat ini hanyalah ketenangan. Tetapi panggilan itu terus-menerus mengganggunya hingga pada akhirnya ia melihat ponsel tersebut bertulis namanya Nita.


DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...

__ADS_1


"Ap...


"Aku melihat mu Ga" potong Nita. "Tapi aku belum tau itu benar-benar kamu atau aku salah lihat, tapi sekarang aku yakin itu kamu".


Argana langsung melihat sekitarnya mencari keberadaan Nita yang sedang menghubunginya.


"Kamu dimana? Bagaimana bisa kamu ada disini?".


Nita tersenyum, "Ini aku, dibelakang kamu Ga" jawabnya melambaikan tangan. "Kamu sudah melihat ku?".


Argana pun tersenyum tipis, ia lalu memanggil namanya bangkit berdiri dari atas pasir pantai berjalan mendekati Nita.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanyanya lagi.


"Ayo tebak dulu bagaimana bisa aku berada disini Ga hehehehe" tawa Nita menunjukkan gigi ratanya. Namun saat ia melihat kesedihan di wajah Argana, ia langsung terdiam sambil bertanya. "Ada apa dengan mu Ga? Kenapa aku melihat wajah kamu tampak sedih?".


Argana tersenyum tipis kembali, "Menurut mu aku baik-baik saja?".


"Tidak, aku melihat kamu sedang tidak baik-baik saja. Ada apa Ga? Kamu punya masalah apa? Ayo cerita kepada ku, siapa tau aku bisa membantu mu".


"Tidak" jawab Argana mendesah dengan suara nafas berat. "Lalu bagaimana dengan mu? kamu kemari bersama siapa?".


"Aku sendiri kemari" jawab Nita.


Kemudian Argana menarik tangannya Nita hingga tubuh Nita menempel di tubuhnya.


"A-ada dengan mu Ga" kaget Nita.


"Aku ingin memeluk mu. Tolong izinkan aku memeluk tubuh ini 5 menit saja" balas Argana semakin mengeratkan pelukannya.


Hingga 5 menit berlalu begitu cepat, tetapi Argana tak kunjung melepaskan pelukannya, ia malah semakin dan semakin mengeratkan pelukannya sampai Nita merasa sesak untuk bernafas, namun Nita mencoba untuk menahannya hingga pada akhirnya Argana melepaskan tubuhnya.


"Apa kamu sudah merasa baikan?" Nita tersenyum dengan tulus. Lalu ia mencoba untuk menyentuh wajah tampan Argana, namun ia segera menariknya kembali kalau saja Argana tidak menahan tangannya untuk tetap disana.


"Kamu boleh menyentuhnya" ucap Argana.


Nita pun semakin melebarkan senyuman di wajahnya, "Benarkah aku boleh menyentuh wajah mu Ga?".


"Mmmmm.. Lakukan sesuka hati mu".

__ADS_1


"Terima kasih Arga" Nita pun menyentuhnya dengan lembut. "Pertama kali dalam sejarah hidup ku menyentuh wajah pria tampan seperti mu Ga".


Kemudian Argana memandangi wajah mulus Nita, ia kembali teringat dengan perkataan Mario kemarin kalau lambat laun tubuh Nita tampak mengurus begitu juga dengan wajahnya.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu Ga? Apa aku barusan melakukan kesalahan lagi?" Nita sedikit khawatir.


"Tidak" jawab Argana.


"Terus kenapa kamu melihat ku seperti ini? Kamu membuatku takut saja Ga".


Argana lalu membawanya pergi dari sana menuju salah satu restoran laut yang berada di ujung.


"Duduklah, aku akan memesan makan siang untuk kita" Argana berjalan kearah tempat mereka memesan hidangan disana.


Dengan mata berbinar, Nita mendudukkan diri diatas salah satu kursi tersebut. Ia lalu melihat kearah Argana yang sedang memesan hidangan mereka.


"OMG..!! Hari ini kenapa aku beruntung sekali yah? Udah dapat perlakuan manis dari Argana, aku dapat makan gratis lagi hehehhehe".


Setelah itu Argana menghampirinya kembali, ia melihat Nita tersenyum begitu sangat bahagia membuat ia ikutan merasa sedikit tenang setalah apa yang barusan ia alami.


"Kamu pasti sudah lapar?" Argana melirik jam tangannya telah menunjukkan pukul 2 siang.


"Tidak terlalu juga Ga. Aku malahan jauh lebih senang sekali bisa berada disini bersama dengan mu" jawab Nita melihat sekeliling mereka. "Tempat ini ramai sekali, aku sangat menyukainya Ga".


"Kamu sudah pernah kemari?".


"Aku belum pernah kemari Ga. Ternyata tempat seindah ini benar-benar ada".


Argana pun tertawa kecil mendengar perkataan Nita, "Kamu benar-benar belum pernah kemari?".


"Mmmmm.. Aku mengatakan yang sebenarnya Ga. Serius!".


"Baiklah, aku mempercayainya" Argana mengangguk melihat hidangan mereka telah tiba. "Kamu menyukai makanan laut? Tadi aku lupa bertanya makanan apa yang kamu sukai, jadi aku memesan semua menu yang ada di restoran ini. Semoga kamu menyukainya".


"Astaga Arga! Ini banyak sekali OMG! Aku menyukainya, aku sangat menyukainya Ga. Bisakah aku memakan ini semu-a? hehehe Maaf!".


"Tidak apa-apa. Kalau kamu bisa memakan ini semua. Aku senang kamu menghabiskannya" jawab Argana.


"Benarkah aku bisa memakan ini semua Ga?".

__ADS_1


"Iya".


"Hehehehe.. Terima kasih Banyak Argana".


__ADS_2