
Di Kelas
“Eh, kalian udah tau belum kalau dosen killer kita hari ini nggak masuk kelas?” kata seorang cewek berrambut pendek yang baru saja masuk kelas dan membuat kehebohan.
“Yang bener lo? Tau dari mana salah denger kali loe” timpal seseorang
“Nggak, kali ini beneran kok, gue denger dari anak kelas sebelah” ucap cewek berrambut pendek tadi
“Kalau gitu kosong dong kelas kita, brarti libur dong… YES! Pulang guys” timpal seorang cowok berambut ikal mulai beranjak ingin pergi
“Dasar otak loe isinya bolos aja! Kelas nggak kosong kok katanya ada dosen pengganti tinggi, putih dan ganteng lagi” serunya pada yang lain
“Yaaahhhh sial dong” keluh anak cowok hampir serempak mereka yang ikut mendengarkan
“Yaayyy, wah siapa tuh dosen?”
“Iya siapa ya?”
“Kayak apa ya dia” semua cewek mulai penasaran dengan apa yang mereka dengar barusan dan berbeda dengan Laura dan kedua sahabatnya yang tak menghiraukan apa yang mereka bicarakan terlebih Laura yang asyik melanjutkan main gamenya tentu bersama teman Rey dan yang lain.
Lusy : “Ngomongin apasih mereka brisik banget, paling juga dosennya sama-sama tua dan galak sama seperti yang sebelumnya” dumelnya pada kedua sahabatnya namun Laura tetap tidak menggubrisnya.
Nindy ; “Nggak tau tuh, gitu aja heboh kayak nggak pernah liat cogan aja hahaha iya kan ra” timpalnya
Laura ; “Iya” sahutnya tanpa menoleh
Dan dosen baru untuk matakuliah ini datang memasuki kelas membuat semua mata anak cewek mengarah padanya termasuk Lusy salah satu the most wanted kampus ini.
Lusy :“Gilaaa girls lihat dosennya dateng ganteeng banget lagi?” tangannya yang menepuk Nindy di sebelah dan langsung menoleh
Nindy : “Hah, itu beneran dosen baru” ikut fokus melihat dosen baru. Dosen itu pun masuk dan segera memperkenalkan dirinya dan Laura masih belum menggubris dosen baru dan masih bermain ponselnya karena badannya tertutup Nindy yang ada di depannya.
Dion ; “Selamat siang teman-teman, perkenalkan….”
“Siang pak” jawab mereka serempak yang membuat Laura kaget dan menoleh kedepan ternyata dosen itu sudah datang dan lebih kagetnya lagi Laura tau siapa dosen itu dan menatap kesal.
Laura ; “WHAAATTTT???” dengan melotot kearah Dion. Membuat semua orang yang ada di kelas menoleh kearahnya karena teriakan kagetnya
Dion : “Kamu? Kamu ngapain teriak?” ucap Dion yang tak kalah kaget karena bisa bertemu Laura lagi perempuan yang dia tabrak hingga 2x dan pura-pura tak mengenalnya
__ADS_1
Laura ; “Ehh gpp kok pak, tadi ada semut gigit tangan saya” jawabnya menutupi kaget karena telah melihat Dion sekarang di depan matanya dan menjadi dosen baru di kelasnya
Nindy ; “Loe kenapa sih ra teriak gitu bikin kaget semua orang” ucapnya sambil berbisik
Laura ; “Gue gpp nanti aja gue cerita” sahutnya
Dion : “Ya sudah, saya lanjutkan perkenalannya nama saya Dion Septa Mahendra, panggil saja kak Dion agar terdengar lebih akrab dan saya disini menjadi dosen pengganti pak Joko untuk sementara waktu dan saya minta kerjasama kalian atas keberlangsungan matakuliah ini dna saya sangat menghargai atas kejujuran dan kedisiplinan kalian terimkasih mari kita lajutkan matakuliah ini” Dion pun tau kalau Laura juga merasa kaget sepertinya karena pertemuan mereka akan menjadi lebih sering lagi.
Perkuliahan ini rasanya lebih lama di bandingkan dari dosen sebelumnya yang lebih di kenal super killer semua mahasiswa yang ada itulah yang di rasakan Laura di dalam kelas. Ingin rasanya segera pulang pergi tidak melihat wajahnya lagi dan selama perkuliahan berlangsung Laura tak pernah konstrasi dan Dion menyadarinya hingga kulas usai.
“Aku lepaskan hari kau cewek galak karena tak mendengarkanku” batin Dion yang mengetahui Laura tak mendengarkannya.
Laura : “Cabut yukk, ke cafe biasa gimana” ajak Laura kepada dua temannya sambil berdiri dan langsung ada respon
“SETUJU” jawab mereka kompak. Mereka pun langsung pergi keluar. Laura dan Dion sempat berpapasan dan mereka hanya diam saling menatap tajam karena tak ingin yang lain tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka. Setelah mereka sampai di café.
Nindy : “Ra loe tadi kenapa teriak di kelas heboh sendiri bikin semua orang kaget aja” Tanya Nindy yang masih penasaran”
Lusy ; “Iya, kenpaa loe? Nggak mungkin digigit semut sampai sakit gitu teriaknya” timpalnya
Laura : “Huh, kalian tau nggak” sambil menghela nafas panjang
“Nggak” sahut mereka bersamaan dan menggelengkan kepala
Lusy : “Iya ceritalah”
Laura ;”Kalian masih inget kan 2x gue ditabrak dengan orang yang sama dan kalian mau menghajarnya jika ketemua dan kalian harus menepati janji kalian”
Nindy : “Iya kita inget kok janji itu” ucapnya dengan diikuti anggukan Lusy
Laura : “Dan kalian harus tau kalau orang itu didekat kalian yaitu dosen tadi dialah orang yang menabrak gue terus menerus, ahh sial banget gue sekarang harus ketemu dia lebih sering lagi” kesealnya terus mengingat kejadian itu
Nindy ; “Yang bener lo ra kak Dion yang nabrak lo?”
Lusy : “Salah orang kali ra? Coba inget lagi dia ganteng kok” menjawab tidak percaya
Laura ; “Huh, gue masih inget dengan jelas di otak gue kalau dia yang suka nabrak gue, gue belum pikun kayak nenek elo” kesal karena temannya tidak percaya
Nindy : “Wah simpet banget yang dunia, kalian bisa ketemu terus”
__ADS_1
Lusy : “Terus rencana loe apa? Dia ganteng sih tapi killer juga sama banget kayak Pak Joko jangan-jangan dia anaknya” tawa mereka memecah suasana
Nindy : “Ganteng kak Dion kali daripada Pak Joko yang udah tua haha” Lusy ikut mengangguk karena tepesona melihatnya
Laura ; “Ganteng apanya biasa kayak gitu, pokonya gue balas dendam kita harus kerjain dia habis-habisan biar di keluar dari kampus kita”
Nindy ; “Oke” Lusy ikut menganggukan kepala dengan lemah karena sudah terpesona sejak awal melihat.
Sudah seminggu semenjak Dion mengajar di kampus menjadi dosen pengganti sempat terlintas dipikirannya kalau hidupnya tidak akan tenang kemungkinan kalau Laura akan membalasnya nanti dan itu mulai akan terjadi hari ini. Saat di basemant Laura dan Nindy menunggu Lusy yang belum datang karena bangun kesiangan
Nindy ; “Eh ra itu bukannya mobil Kak Dion ya?” sambil menunjuk mobil berwarna putih di unjung
Laura ;”Hah, maksud loe dosen gila itu?” sambil menoleh mengingat siapa yang di maksud
Nindy ;”Iya namanya DION alias Kak Dion bukan dosen gila haha”
Laura ;”Udah terserah siapapun nama dia gue nggak peduli, ada ide apa loe?”
Nindy :”Gimana kalau kita kasih hadiah buat mobilnya pakai ini” senyumnya sambil melihatkan sekotak paku pada Laura
Laura :”SETUJU BANGET, AYOK” ajaknya mulai beraksi. Setelah selesai mereka berdua langsung jalan ke kantin kampus sambil ketawa-ketawa dengan apa yang mereka perbuat dan membayangkan bagaimana reaksi Dion jika tau ban mobilnya terpasang banyak paku.
Lusy :”Woyyy,,, ngapain kalian ketawa nggak ngajak-ngajak nih?’ datang tiba-tiba merangkul kedua temannya dari belakang
Nindy ;”Gila loe ngagetin orang, kalau jantung gue copot gimana hah” kesalnya
Lusy :”Ntar gue pasang pakai lem biiar nempel lagi, ada cerita apanih yang gue lewatin?”
Laura :”Kepoo banget sih loe haha” kemudian mereka menceritajan apa yang sudah mereka lakukan pada mobil Dion
Lusy :”Wah gila kalian berdua nggak ngajak gue nggak nungguin gue. Tapi kasian juga dong kak Dion nanti pulangnya gimana?” sedih Lusy campur aduk karena mereka tak mengajak dalam aksi pertama mereka balas dendam dan sedih karena kasian pada dosen yang kini menjadi kesayangannya
Nindy :”Siapa suruh loe datang kesiangan, loe anter aja Kak Dion pulang kan loe bawa mobil haha” tawanya tak henti
Lusy :”Ide bagus” sahutnya
Laura ;”Awas loe macem-macem” katanya yang tak ingin itu terjadi
Lusy :”Ya nggak lah mana mau Kak Dion gue ant…” belum selesai bicara orangnya muncul saat mereka membicarakannya
__ADS_1
Dion ;”Kenapa kalian menyebut nama saya? Sepertinya asyik sekali” Sahut Dion yang mengkagetkan ketiga gadis dihadapannya dan menatap Laura tanpa berkedip menatap curiga pada mereka.
Terimaskasih sudah setia menunggu dan membaca novel ini yang masih banyak kekurangan. Maaf jika masih ada kesalahan untuk penulisan masih banyak typo hehehe. Karena manusia tidak ada yang sempurna.